Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Isi hati Julian Alexander


__ADS_3

"Mau tambah salad nya?" tawar Julian pada Andrea, ketikan mereka sedang menikmati makan siang bersama seusai meeting dengan para kolega bisnis mereka.


"Boleh, please." Julian pun tersenyum manis pada calon istrinya itu. Lalu ia berinsut dari tempat duduknya dan berjalan ke arah meja yang menyajikan salad di sana. Kemudian Julian mengambilkan lagi salad yang Andrea mau.


"Ini sayang." tukas Julian sambil meletakkan piring yang berisikan salad paduan antara buah dan sayuran. Andrea pun kemudian menyedoki salad tersebut untuk ia nikmati.


"Kau mengambilkan terlalu banyak Julian. Tadi kan aku sudah makan banyak juga." keluh Andrea karena tunangannya itu mengambilkan salad terlalu banyak untungnya.


"Aak," Julian bersuara sambil membuka mulutnya.


"Kau mau?"


"Aku bantu habiskan salad mu. Tapi suapi aku." jawab pria berpostur tubuh tinggi besar tersebut.


Tanpa banyak omong, Andrea pun menyuapi Julian.

__ADS_1


"Kau juga lagi dong. Masa aku terus." ucap Julian dan Andrea hanya bisa tersenyum. Kemudian Andrea pun akhirnya berhasil menghabiskan salad tersebut bersama dengan Julian.


"Makasih sayang. Salad itu lebih terasa lebih enak saat kau yang menyuapi ku." tukas Julian memuji. Andrea tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis mendengar pujian kekasihnya yang sudah 3 tahun ini bersama.


"Mendapatkan mu itu susah Andrea, kita sudah kenal lama. Tapi waktu itu kau masih berstatus istri Reyhan Aditya. Butuh waktu 2 tahun untuk meyakinkan mu untuk mau menerima ku. Dan sudah 3 tahun kita resmi bertunangan. Dan aku sudah sangat berharap ingin secepat menikahi mu. Aku sudah berumur, di usia ku saat ini harusnya aku sudah punya anak. Seperti Metthew, dia beruntung sekali. Istrinya cantik dan sekarang mereka sudah punya dua anak dan menetap di Amerika. Aku iri pada Metthew. Jadi, kapan kita meresmikan hubungan kita Andrea. Kapan kita menikah?"


Dan sontak saja ungkapan hati Julian Alexander membuat hati Andrea terunyuh. Begitu besarnya Julian menaruh harap pada dirinya. Tetapi justru dirinya seolah-olah menggantung keinginan Julian. Andrea memang mencintai pria asal Yunani itu.


Tapi apakah cintanya Andrea tulus pada Julian?


"Maaf Julian, hal ini mungkin memang tidak enak untuk mu. Tapi aku bukanlah seorang wanita singel. Aku adalah seorang janda beranak dua. Saat aku memutuskan untuk menikah lagi. Aku juga tidak ingin egois hanya untuk diriku dan memikirkan kebahagiaan ku sendiri. Aku akan menikah dengan seorang pria yang keberadaannya sebagai suami ku juga akan di terima oleh anak anak ku. Isabella apa lagi, dia sudah besar. Dia sudah pandai menyatakan pendapatnya begitupun Alden. Dia juga sudah pintar mengkritisi. Jadi aku tidak bisa egois untuk memutuskan. Kapan kita akan menikah."


"Bukankah Isabella dan Alden sudah menerima ku. Mereka bersikap baik pada ku. Walau ku akui, Isabella memang masih agak dingin terhadap ku. Dan Alden lebih cair dengan ku. Aku akan anggap anak anak mu seperti anak anak ku sendiri. Kau tau, aku juga sayang pada mereka kan. Jadi, aku ingin menikahi mu juga bukan karena aku ingin mendapatkan mu. Tapi aku juga ingin mendapatkan hati anak anak mu. Dan ku rasa, Isabella dan Alden sudah menerima ku. Bahkan Bella pernah berpesan pada ku, jangan pernah menyakiti hati dan perasaan mu. Aku berjanji pada Bella untuk itu. Aku berjanji tidak akan membuat mommy sedih dan menangis. Aku hanya tidak sabar menanti waktu itu tiba sayang," jawab Julian penuh keseriusan. Kemudian ia meraih tangan Andrea yang ada di atas meja kemudian mencium nya.


"Aku sangat mencintai mu Andrea Sahara. Dan aku akan sabar menunggu waktu itu tiba. Jadilah istri ku, kau akan ku bahagiakan lebih dari sebelumnya. Aku sudah sangat ingin membubuhkan nama belakang Alexander pada nama mu. Cepatlah putuskan kapan kita bisa segera menikah Mrs. Alexander." Andrea menatap Julian penuh dengan kebekuan. Entah ia harus beralasan apa lagi karena belum juga bisa memutuskan kapan tanggal itu akan terlaksana. Karena, ia bukannya ragu untuk m nikah dengan Julian. Tapi ada beberapa hal yang membuat Andrea belum bisa memutuskan kapan mereka bisa secepatnya menikah. Karena Julian sendiri lah yang memberikan keleluasaan pada Andrea untuk menentukan tanggal itu.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Saat Andrea sudah tiba di kediamannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sebelum ia menuju kamar pribadinya, ia menyempatkan diri untuk menengok anak anak nya. Pertama ia menuju kamar Isabella. Saat ia membuka pintu kamar putri kesayangannya itu, Isabella nampak sudah tidur di rajang hangat nya.


Kemudian Andrea melangkahkan kakinya mendekati ranjang sang putri. Lalu satu kecupan sayang Andrea labuhkan ke kening Isabella.


"I Love You Bell's."


Setelah dari kamar sang putri, kini Andrea melangkahkan kakinya menuju kamar Alden yang berada tepat di samping kamar nya. Satu kecupan sayang dan cinta pun Andrea labuhkan ke kening sang putera.


"Mommy sayang kamu Al, mommy sayang kalian semua."


Selesai mengecek anak anaknya satu per satu. Andrea kemudian melepaskan semua pakaiannya kantornya dan bergegas ke kamar mandi. Sudah menjadi kebiasaan Andrea jika dirinya merasa galau, ia akan berendam air hangat untuk mengusir ke risauan hati nya.


Maaf ya jika masih banyak Typo sana sini, masih sibuk silaturahmi dan ini di sempetin ngetik 🤭😁 cuma bisa nulis kaya gini dan pokoknya ikutin terus yaa 🤭😬 kedepannya akan lebih banyak menguras energi 🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2