
Andrea terbangun tengah malam dari tidur saat ia merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada perut nya. Rasa mulas yang tiba tiba datang menghampiri nya membuat ia tidak sabaran untuk pergi ke toilet. Dengan gerakan pelan, Andrea berinsut dari tempat tidur dan berjalan perlahan menuju toilet.
Beberapa saat kemudian setelah ia selesai dari toilet untuk buang air kecil, ia kemudian kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya. Baru beberapa menit ia mencoba memejamkan mata, tiba tiba rasa mulas itu kembali menyerang.
Andrea pun kembali bangkit dari tidur dan ia mencoba duduk bersandar pada headbord tempat tidur untuk menetralisir rasa mulas itu. Kemudian Andrea berfikir sejenak, apakah ini yang namanya tanda tanda untuk melahirkan. Pasalnya ia tidak mengalami itu ketika melahirkan Isabella. Karena dulu Isabella lahir dengan proses operasi cesar.
Rasa mulas itu kembali mendera, dan tidak tahan lagi, Andrea pun kembali berjalan menuju toilet. Saat ia kini sedang berada di dalam toilet, ia terkejut saat ia mendapati bercak darah di ****** ********. Tidak hanya berupa bercak-bercak darah, namun juga terdapat lendir di sana.
"Apakah anak mommy sudah mau lahir." desis Andrea sambil mengelus perutnya. Setelah itu, ia keluar dari toilet dan bergegas ke ruang ganti untuk berganti pakaian dan juga menganti ****** ***** nya.
Lalu Andrea meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Rey, cepat ke rumah. Sepertinya aku sudah mau melahirkan." ucap Andrea begitu pangilan telepon itu tersambung.
🌹🌹🌹🌹🌹
Begitu mendapat telepon dari Andrea, tidak membuang-buang waktu lagi. Reyhan langsung bergegas mengendarai mobil nya menuju rumah besar. Rasa panic mendera hati Reyhan saat itu.
Begitu sampai di rumah besar, Reyhan dengan langkah cepat segera masuk ke rumah dan menaiki tangga dengan langkah panjang.
"Andrea," pangil Reyhan begitu ia sampai di kamar.
__ADS_1
"Kita ke rumah sakit Rey. Sepertinya aku sudah mau lahiran." ucap Andrea sambil meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Baik, kita ke rumah sakit sekarang." jawab Reyhan yang langsung sigap memapah Andrea.
Dengan di bantu para asisten rumah tangga, semua perlengkapan bawaan untuk menuju rumah sakit telah siap di mobil.
"Titip Isabella ya Bik, katakan padanya jika mommy nya mau melahirkan." pesan Reyhan pada salah seorang pelayan di rumah.
"Siap tuan. Saya akan sampaikan pesan tuan pada nona Bella."
Setelah semuanya siap, mobil yang saat ini di kendalikan oleh sopir pun melaju ke rumah sakit. Andrea duduk di kursi belakang bersama Reyhan. Sambil bersandar ke dada Reyhan, Andrea merasakan mulas yang kadang datang dan pergi.
"Apa yang bisa aku bantu Andrea, agar bisa mengurangi rasa sakit mu."
"Tidak ada Rey, jangan konyol. Ini lah rasanya jika wanita hamil dalam proses menuju melahirkan." ucap Andrea sambil masih bersandar pada Reyhan. Dan dengan sayang Reyhan pun mendekap tubuh Andrea.
"Kenapa kau tak memilih di operasi saja. Jadi kau tidak perlu merasakan sakit seperti ini."
"Aku yang menginginkan dia di lahirkan secara normal. Walau kata orang memang sakit, aku ingin merasakannya. Walau sakit, aku yakin saat melihat ia nanti sudah keluar dari perut ku. Rasa sakit itu pasti akan hilang." celoteh Andrea menghibur diri sendiri.
"Ya, dia anak istimewa. Bukan berarti Isabella tidak istimewa. Tapi anak ini hadir di saat hubungan kita sedang dalam ujian."
__ADS_1
"Kau ujian ku Rey." seloroh Andrea.
"Tapi jujur Andrea. Setelah apa yang sudah terjadi. Aku kini semakin mencintai mu. Aku tidak mau kehilangan kamu. Dan aku sadar, kau berharga untuk ku. Aku menyesal dengan semua yang sudah aku perbuat dengan mu."
"Jangan curhat Rey, tidak dalam moment nya kamu lebay." lagi lagi Andrea berucap culas.
"Maaf sayang." jawab Reyhan terkekeh, yang kemudian mencium puncak kepala Andrea.
Dan sepertinya, momen itu di manfaatkan oleh Reyhan untuk bisa memeluk sang istri dengan sepuas hati nya. Setelah sekian lama ia tidak bisa memeluk wanita yang ia cintai itu. Jangankan memeluk, di sentuh pun Andrea tidak mau dan malah membuat jarak. Tapi sepertinya tidak untuk saat ini.
Andrea lah saat ini yang malah merangsek ke tubuh Reyhan. Ia merasa sedikit nyaman dan tenang saat bisa memeluk suaminya itu. Rasa sakit dan mulas yang ia rasakan seolah-olah sedikit mereda ketika ia berada dalam lingkupan dekapan Reyhan.
Reyhan sendiri pun tak henti hentinya mengelus elus pinggang Andrea yang kata nya di rasa pegal itu. Bahkan Andrea sampai sampai tertidur, merasa saking nyamannya.
"Tidurlah sayang. Simpan tenaga mu untuk nanti kau melahirkan anak kita." ucap Reyhan, kemudian ia mengecup kening Andrea dengan sayang.
"Masih jauh Pak," tanya Reyhan pada sang sopir.
"Sebentar lagi Tuan,"
Well, dah mau lahiran ni Andrea.,.. saran dong nama baby Boy, yang cocok aku pake 🥰🥰🥰🥰..... jangan lupa komentarnya..biar aku Doble up...🥰🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
__ADS_1