Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Wanita ku yang sesungguhnya


__ADS_3

"Hai Bro, apa kabar?" sapa Metthew ketika Reyhan sudah datang.


"Baik, seperti yang kau lihat." jawab Reyhan yang kemudian duduk di kursi berhadapan dengan Metthew di sebuah kedai kopi.


"Ini bukti transfernya, jika aku sudah mengembalikan uang mu." tutur Reyhan yang baru saja datang itu dan langsung menyodorkan struk bukti pembayaran hutang nya pada Metthew. Tempo hari ia pinjam uang pada Metthew untuk menemui anak dan istrinya di New Zealand.


"Padahal kau tidak perlu mengembalikan nya Rey. Uang segitu tidak ada artinya buat ku. Seorang Reyhan Aditya Dimitri pinjam uang hanya untuk bertemu anak dan istri, kasian sekali kamu Rey?" ucap Metthew sambil tergelak.


"Pedebah kau, kenapa kau tidak bilang dari tadi. Tau begitu aku tidak menansfernya," protes Reyhan kesal. Dan Metthew tersenyum puas.


"Boleh aku bertanya tetang hal pribadi Rey?" tanya Metthew ragu ragu.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanya balik Reyhan penasaran pada Metthew.


"Kenapa kau tega mengkhianati Andrea."


Dan pertanyaan Metthew pun membuat dada Reyhan kembali terasa sesak. Dan Reyhan pun bigung harus menjawab apa.


"Rey," pangil Metthew, karena Reyhan hanya diam saja.


"Aku khilaf," Jawab Reyhan singkat.


"Aku tidak yakin kamu hanya khilaf. Buktinya kau sampai menikahi dia kan."


"Kau tau dari mana?"


"Andrea cerita pada ku, dan aku juga sudah curiga pada mu, saat kau beli Penthouse itu. Hebat sekali kau Rey, menginginkan dua istri sekaligus." ledek Metthew.


"Tapi aku tidak mampu, aku ternyata gagal." jawab Reyhan.


"Apa kau benar-benar mencintai dia, wanita itu?"


"Syanala," jelas Reyhan.


"Ya dia, aku bertemu dengannya tempo hari. Aku akui, dia cantik, body goal, sempurna. Tapi apa kurangnya seorang Andrea Sahara Rey?"


Dan perkataan Metthew pun seakan menampar Reyhan. Benar apa kata Metthew, apa kurangnya seorang Andrea Sahara. Jelas dia definisi wanita sempurna dan idaman. Sebelum kasus nikah siri nya terbongkar, Andrea adalah seorang istri yang hangat, tidak banyak tuntutan. Tidak banyak bicara juga, bahkan Reyhan selalu di layani dengan baik. Tidak ada kesalahan dari wanita elegan itu.


Tapi sejak ia dekat dengan sekertaris nya Syanala, seolah-olah kesalahan kecil Andrea terlalu di besarkan oleh Reyhan. Hingga akhirnya permasalahan makin besar. Padahal Andrea selalu konsisten dengan apa yang menjadi tugasnya.

__ADS_1


Dan buta nya Reyhan kala itu hanya karena jerat cinta sesaat nya dengan Syanala. Syanala yang kala itu tengah terpuruk akibat kehilangan kedua orang tua nya membuat Reyhan menaruh simpati dan perhatian berlebih. Hingga pada akhirnya membuat keduanya sama sama timbul percikan cinta.


"Rey," pangil lagi Metthew, ketika mendapati Reyhan malah melamun.


"Aku sudah menalaknya. Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengannya."


"Apakah kau masih mencintainya juga." tanya Metthew menyelidik.


"Aku hanya mencintai istri sah ku. Aku hanya mencintai Andrea."


"Berarti kau brengsek ya ternyata," hujat Metthew sambil tergelak penuh sindiran.


"Ya, aku memang brengsek. Dan liatlah, aku sekarang jadi gelandangan kan, mau menemui Andrea dan juga Isabella anak dan istri ku saja aku harus pinjam uang dengan mu. Aku menyesal. Dan liatlah aku sekarang."


"Kau bodoh Rey,"


"Aku memang bodoh."


"Jujur aku kasian Syanala dan juga Andrea. Kau hanya mempermainkan perasaan kedua wanita itu. Terlebih Andrea, ingat Rey, banyak pria dia luar sana mengincar istri mu."


"Aku masih menjadi suami sah nya. Aku tidak akan biarkan itu terjadi."


"Tidak akan."


"Jagan terlalu yakin. Aku tau Andrea wanita konsisten jika sudah berkeputusan."


"Sekarang dia hamil anak kedua ku." jawab Reyhan bangga.


"Apa, bagaimna bisa. Apa kau berhasil merayunya untuk mau berhubungan badan dengan mu di saat kalian sedang marahan?" tuduh Metthew. Kemudian Reyhan tersenyum getir.


"Kan kau bilangan aku tadi brengsek kan. Ya aku memang brengsek, pecundang, apapun itu aku tidak peduli. Yang penting aku sudah berhasil membuat Andrea tidak akan bisa menceraikan aku. Aku berhasil membuat benih baru di rahimnya. Sekarang Andrea hamil 4 bulan."


Dan perkataan Reyhan membuat Metthew melongo.


"****, bagaimana bisa itu terjadi. Kau memaksanya atau menaruh semacam obat di minuman Andrea?"


"Kau penasaran sekali seperti wanita Mett," tuduh Reyhan sambil terkekeh.


"Kau benar-benar brengsek Rey."

__ADS_1


"Andrea istri ku, dan akan selamanya menjadi istri ku. Aku tak akan melepaskannya. Soal bagaimna aku membuka dia hamil di saat hubungan kami sedang tidak baik itu rahasia pasangan suami istri." jawab Reyhan puas, sambil tersenyum jumawa. Dan Metthew pun hanya bisa menggeleng.


"Habis dari sini aku akan menemuinya. Aku sudah rindu melihat wajah cantik istri ku itu."


"Dia muak dengan mu." ledek lagi Metthew, yang tak habis habis nya meledek temen nya itu.


"Aku tidak peduli." jawab Reyhan enteng.


"Aku sekarang tidak peduli dengan keadaan ku yang seperti ini. Aku memang pantas di perlakukan seperti ini oleh Andrea, biar dia puas. Aku tidak masalah dia menyita semua milik ku, di usir dari rumah, tidak bisa leluasa bertemu dengan putri ku, bahkan kini Andrea sepertinya sengaja menjauhkan aku dan Bella. Aku tidak peduli aku miskin saat ini. Tapi aku punya cara untuk bangkit lagi, dan aku melakukan itu sekarang. Akan ku buktikan jika aku bisa berubah dan tidak main main bisa bangkit lagi Mett. Semua ini aku lakukan demi bisa kembali menggenggam anak dan istri ku."


🌹🌹🌹🌹🌹


Gedung Perkantoran Sahara Corp


Seorang wanita terlihat duduk di kursi kerjanya sambil nampak sibuk di depan laptopnya. Wanita yang selalu berpenampilan perfeksionis itu makin terlihat cantik dan segar. Di tengah-tengah kesibukannya ia bekerja, tiba tiba ia di buat meringis karena mendadak perutnya terasa sakit. Sambil memegangi perutnya, Andrea menelpon sekertaris nya.


"Jen, keruangan ku sekarang. Bawakan aku air putih." pinta Andrea sambil meringis kesakitan memegangi perut nya.


Dan tak lama kemudian, seseorang memberikan Andrea air putih yang ia pesan. Saat itu Andrea sedang berbaring di sofa pajang di ruang kerja nya.


"Terimakasih Jen," ucap Andrea yang tak begitu memperhatikan siapa yang sebenarnya telah membawakan ia air putih.


"Sama sama sayang." jawab Reyhan yang kini sudah duduk di sisi sofa di hadapan Andrea.


Andrea pun terlonjak kaget, sambil masih memegangi perutnya yang tiba tiba sakit, Andrea menengadah ke arah Reyhan, yang tiba tiba saja berada di kantor nya.


"Sedang apa kau di sini." tanya Andrea sinis.


"Tentu aja menjenguk mu. Kenapa tak memberitahu aku jika kau ada di Indonesia?" tanya Reyhan lembut.


"Tidak penting mengabari mu Rey."


"Bagaimana perut mu apa masih sakit." tanya Reyhan sambil ingin menyentuh perut Andrea yang tutup blazer hitam itu. Namun Andrea menahan tangan Reyhan.


"Aku Daddy-nya. Aku hanya ingin menyapa nya. Dia tau Daddy-nya datang, makanya tadi dia nakal." tukas Reyhan menjelaskan persepsi konyolnya. Karena tidak bisa di halangi Andrea pun hanya bisa pasrah saat pelapak tangan Reyhan menyentuh permukaan perut Andrea yang sudah mulai membuncit.


"Hai anak Daddy, apa kabar. Daddy ada di sini, Daddy kangen sama kamu sayang, dan juga kangen sama Mommy." ucap Reyhan dengan nada manja. Dan hal itu membuat kepala Andrea pusing.


Daddy Rey yang nakal

__ADS_1



__ADS_2