Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Perang Batin


__ADS_3

"Kenapa kau ke sini Rey," tanya Andrea pada Reyhan yang masih berjongkok sambil memandangi wajah sang istri dengan tatapan khawatir.


"Aku sekalian menjemput mu, tadi aku lewat dan aku mampir."


"Jam segini kau baru pulang?" tanya Andrea.


"Tadi aku meeting bersama Nala dan juga Metthew." mendengar nama wanita itu di sebut, membuat hati Andrea kembali teriris.


"Kau kenapa sayang, kau sakit. Badan mu agak demam," tanya Reyhan pada Andrea sambil menempelkan lagi telapak tangannya ke arah leher Andrea, mendapatkan sentuhan dari Reyhan kini di rasa lain oleh Andrea. Ada perasaan jijik dan sakit hati. Kemudian, perlahan Andrea melepaskan tangan Reyhan yang menempel di lehernya.


"Aku tidak apa apa." jawab singkat Andrea.


"Kalau begitu kita pulang bersama ya,"


"Aku sedang menunggu beberapa dokumen yang masih dikerjakan mereka yang lembur malam ini." tukas Andrea berbohong.


"Ini sudah larut sayang. Sebaiknya kita pulang saja, kau bisa memeriksanya besok pagi."


Setelah berfikir sejenak, akhirnya Andrea mau di ajak pulang oleh Reyhan. Di dalam mobil Andrea hanya diam. Bahkan dia tak bicara sepatah kata pun. Sedangkan Reyhan sendiri dalam hati juga bertanya-tanya dengan sikap diam sang istri kala itu.


"Aku tidur, jika sudah sampai rumah bangunkan aku." tutur Andrea pada Reyhan, kemudian ia memiringkan tubuhnya ke samping, ke arah sisi jendela kaca mobil.


"Tidurkan posisi kursinya Dea, itu akan membuat mu lebih nyaman." ucap Reyhan perhatian. Kemudian ia melepaskan jas nya dan memberikannya pada Andrea untuk menyelimuti tubuh Andrea.

__ADS_1


Andrea sengaja pasrah, dan tak menolak perhatian yang Reyhan berikan padanya. Tanpa bicara lagi, Andrea sudah menutup matanya.


Sebenarnya Andrea tidak benar benar tidur. Ia hanya menghindari percakapan dengan sang suami. Kerena saat ini dia sedang merasakan marah yang tertahan pada sosok lelaki di sampingnya itu.


"Belum saat nya Rey. Kau masih bisa tidur nyenyak malam ini. Setelah aku bisa mempergoki kalian berdua, kalian tidak akan lolos dari apa yang sudah aku rencanakan untuk kalian." ucap Andrea dalam hati, yang memang sudah menyusun rencana untuk menghancurkan suaminya dan istri sirinya itu.


Setelah sampai di rumah, Reyhan pun membangunkan Andrea. Begitu keluar dari mobil, baik Andrea maupun Reyhan langsung naik ke lantai atas menuju kamar mereka.


"Kau atau aku dulu yang mandi?" tanya Reyhan setelan mereka kini berada di dalam satu ruangan, di kamar mereka.


"Aku mandi dulu," ucap Andrea kemudian berlalu ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam.


Setelah selesai dari kamar mandi, Andrea yang masih pake bathrope kemudian berjalan ke arah meja riasnya. Seperti biasa, Andrea melakukan ritualnya menjelang tidur. Seperti memakai cream malam dan lotion.


Reyhan yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri sang istri. Sambil mengusap usap kan handuk ke rambutnya yang masih basah, Reyhan kemudian bertanya pada Andrea.


"Tidak ada," jawab Andrea singkat, sambil masih fokus dengan ritualnya.


"Tadi siang kau bahkan masih ceria sayang. Tadi di mobil kau juga diam saja. Jika ada masalah bilanglah," kata kata Reyhan semakin membuat Andrea muak. Tak tahan untuk tidak berkata-kata. Andrea kemudian membalas ucapan Reyhan. Kini Andrea menatap tajam kearah sang suami, yang sedang duduk bersandar di meja riasnya dengan masih bertelanjang dada.


"Jadi asas kejujuran masih kau junjung tinggi dalam kehidupan rumah tangga kita Rey?" tanya Andrea sarkatis. Dan kini ada warna perubahan yang nampak pada wajah Reyhan.


Tatapan menghunus Andrea tak pelak membuat Reyhan termangu.

__ADS_1


"Aku jujur ko selama ini terhadap mu, aku tidak pernah membohongi mu ataupun sengaja berbohong. Jadi, tenang saja Rey, jika aku bilang tidak apa apa, ya pasti tidak ada apa apa." ucap Andrea tenang.


Andrea kemudian berdiri, berjalan beberapa langkah, dan kini ia berdiri tegak persi di hadapan Reyhan yang masih termangu menatap netra sang istri.


"Dan sekarang, aku tanya pada mu sayang. Apa ada yang sudah kau sembunyikan dari ku?" dan pertanyaan Andrea pun membuat Reyhan semakin membeku. Tak ingin bersikap bodoh di hadapan sang istri, kemudian Reyhan berucap.


"Apa kau sedang mencurigaiku?"


"Jangan bertanya balik Rey," ucap Andrea sambil tersenyum tipis.


"Aku hanya bertanya, apa kau menyembunyikan sesuatu dari ku, dan apakah ada hal yang tak aku ketahui dari mu?"


"Aku mencintaimu Andrea, aku sayang pada mu," tutur Reyhan sambil membelai pipi Andrea dengan satu tangannya. Sedangkan satu tangannya yang lain kini sudah melingkar di pinggang Andrea.


"I Love You Too Rey,"


Kemudian sepintas, Andrea melabuhkan ciuman singkat ke bibir Reyhan.


"Aku malam ini ingin tidur di kamar Isabella, jadi kau malam ini tidur sendiri ya sayang." kilah Andrea, yang kini sudah melepas diri dari rengkuhan Reyhan yang semakin posesif ingin menguasai dirinya.


"Padahal malam ini aku ingin bermanja-manja dengan mu." tutur Reyhan sambil tersenyum.


"Oya, hemm," Andrea hanya bisa tersenyum sinis. Tapi ia tak menghiraukan kode yang di berikan Reyhan. Setelah mengganti bathrope dengan baju gaun malam yang seksi, Andrea kini sudah berjalan menuju pintu kamar.

__ADS_1


"Semalam malam suamiku, Reyhan Aditya Dimitri," ucap Andrea memberikan ucapan selamat malam pada sang suami yang sudah rebahan di rajang.


"Selamat malam My Wife,"


__ADS_2