
"Andrea, kamu ada di sini." cicit Reyhan, begitu ia membalikkan tubuhnya dan mendapati sang mantan istri sudah duduk di sampingnya.
"Aku hanya menengok mu. Bukankah tadi siang kamu tidak terlihat baik." ujar Andrea yang kemudian ia berdiri kembali. Berdiri tepat di sisi Reyhan yang saat ini terduduk di ranjangnya.
"Kok malah berdiri, ayo duduk saja. Sini duduk." ajak Reyhan.
"Tidak usah, aku tidak lama. Aku hanya menengok mu." kilah Andrea.
"Sudah di sini dan aku baru saja terbangun, masa kamu mau langsung pergi. Sini lah, duduk sini" ujar Reyhan sambil menepuk-nepuk sisi rajang nya yang kosong, mempersilahkan Andrea untuk duduk di sana.
Andrea nampak sedikit berfikir, kemudian ia berjalan ke arah nampan yang berisikan sup dan obat yang ia bawa tadi. Andrea mengambil nampan itu dan membawanya ke arah tempat tidur. Lalu meletakkan nampan tersebut di hadapan Reyhan.
"Makanlah, di minum obatnya." ujar Andrea dengan nada suara lembut.
Mendapati dirinya di perhatikan oleh Andrea, membuat hati Reyhan menghangat. Luapan rasa bahagia melanda ruang ruang hati Reyhan yang selama ini tidak terisi dengan perasaan itu.
"Terimakasih Andrea, masih mau perhatian dan peduli dengan ku. Sudah sekian lama aku tak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini dari mu. Ini saja sudah membuat ku bahagia. Harusnya aku sering sering saja sakit. Aku tidak keberatan, jika kau perhatian seperti ini." ucap Reyhan tersenyum, Andrea pun terkekeh.
Kemudian, akhirnya dia duduk di sisi rajang. Tepat di hadapan Reyhan yang kini mulai menyedoki sup nya untuk ia nikmati.
"Memangnya apa yang kau harapkan dari ku Rey?" tanya Andrea dengan tatapan serius ke arah Reyhan. Reyhan yang sudah sangat kenal dengan cara pandang sang mantan istri menjadi berdebar-debar.
__ADS_1
Ingin rasanya ia mengutarakan isi hatinya pada Andrea. Tapi apakah itu hal yang tepat untuk ia lakukan. Padahal Reyhan pikir, Andrea akan segera menikah dengan Julian.
"Rey, kok malah melamun." tegur Andrea.
Reyhan kemudian tertawa kecil, seolah-olah menertawai nasibnya sendiri.
"Tadi kau tanya apa?" ucap Reyhan pada Andrea untuk mempertegas pertanyaan yang Andrea lontarkan tadi.
"Pernyataan yang mana," ujar Andrea pura pura lupa.
"Pertanyaan yang tadi," jawab Reyhan gemas.
"Bolehkah aku menjawab dengan jujur dan sejujurnya!" tutur Reyhan memastikan.
"Ya memang harus kau jawab dengan jujur Rey." cicit Andrea tegas.
"Aku masih sangat mengharapkan, kamu bisa aku miliki kembali Dea. Hati ini tidak bisa mencari dan memilih yang lain. Aku tau, sebentar lagi kau akan di miliki oleh orang lain. Bolehkah aku berharap keajaiban itu. Keajaiban, kau bisa berubah pikiran. Dan kau tak jadi menikah dengan Julian. Apakah aku jahat? Bila aku berharap seperti itu." jawab Reyhan dengan tatapan mata sendu serta serius pada Andrea.
Sedangkan Andrea sendiri nampak sedikit terharu dengan perjuangan Reyhan yang selama ini, yang ia tau sudah sangat berusaha keras meyakinkan dirinya.
Selain itu, Andrea juga melihat ke iklasan hati Reyhan untuk melepaskan diri nya. Jika benar ia jadi menikah dengan Julian. Andrea menilai, Reyhan sudah banyak sekali berubah.
__ADS_1
"Andrea, benar kau akan menikah dengan Julian?"
"Jika ia, apa doa mu untuk ku Rey." pancing Andrea, yang masih saja mengulur waktu untuk tidak memberi tau perihal gagalnya rencana pernikahannya dengan Julian.
"Pasti aku akan ikut berbahagia untuk mu. Walau aku akan sangat patah hati. Aku tau Julian Alexander orang yang baik. Jika memang itu sudah jadi pilihan mu, aku bisa apa. Walau sebenarnya, aku masih sangat berharap kau kembali pada ku." Reyhan berucap sambil menahan rasa sakit hati dan emosional yang tertahan. Saat ia berusaha untuk memberikan dukungannya untuk sang mantan istri menikah lagi.
Andrea kemudian tersenyum tipis. Dalam hati, sebenarnya ia sangat tersanjung dengan uangkapan isi hati yang Reyhan uangkapkan. Hal itu justru membuat Andrea, detik itu juga makin tumbuh cinta nya untuk Reyhan.
Debaran itu kini makin merajalela. Merajahi hati, jiwa dan pikirannya.
Jantungnya pun kini berdetak kencang. Kegugupan mulai melanda, dan keringat dingin mulai membanjiri seluruh tubuh Andrea. Sehingga membuat seluruh tubuhnya kini kian terasa lembab.
Inikah saatnya dia berterus-terang pada Reyhan. Kalau ia sebenarnya sudah putus hubungan dengan Julian.
Dan, akankah Andrea jujur dengan perasaan nya, yang kini kembali mencintai sang mantan suami.
"Rey, sebenarnya aku dan Julian?"
To be continued....... comen dong nanti aku up lagi......😬😬😬😬
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1