
"Mari kita bicara, apa yang ingin kau bicarakan tadi Andrea." ucap Reyhan yang saat itu sudah selesai dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapi.
"Duduk lah Rey," Andrea menepuk sisi tempat tidur nya untuk mempersilakan Reyhan duduk. Saat itu Andrea baru saja selesai memberikan baby Alden ASI. Reyhan pun menurut, ia duduk di sisi ranjang di dekat Andrea.
"Sebelumnya aku minta maaf Rey. Aku hanya ingin jujur. Aku tidak ingin sikap ku terhadap mu yang beberapa ini baik pada mu, kau salah artikan."
"Maksud mu?" tanya Reyhan bingung.
"Aku akan melanjutkan gugat cerai terhadap mu di pengadilan. Aku tetap ingin berpisah dengan mu." dan ucapan Andrea membuat Reyhan termangu. Padahal dalam hati, Reyhan berharap setelah kedekatan diri nya yang akrab beberapa hari ini dengan Andrea. Bisa membuat sang istri berubah pikiran. Tapi ternyata tidak.
"Kenapa Andrea, tidak kah kau memberikan aku kesempatan. Kalian sangat berarti untuk ku. Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu. Ya, aku memang pernah salah, aku pernah khilaf, aku minta maaf. Tak bisa kan kita kembali menjadi keluarga yang utuh sayang. Aku sangat berharap kita bisa berkumpul lagi seperti saat ini." Reyhan kemudian meraih satu tangan Andrea dan mengengamnya dengan ke dua tangannya.
"Aku berjanji tidak akan mengecewakan diri mu lagi."
"Maaf Rey, aku tidak bisa kembali pada mu."ucap Andrea sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Reyhan.
__ADS_1
"Kenapa tidak bisa sayang." keluh Reyhan dengan raut wajahnya sedih.
"Apakah kesalahan yang pernah ku lakukan membuat mu trauma. Kalau begitu izin kan menghapus trauma mu. Aku janji akan memperbaiki semua nya."
"Rey, aku sudah memaafkan mu. Aku sudah menerima semua ini. Aku sudah iklas, tapi aku tidak bisa kembali pada mu. Meski begitu, kita berdua tidak bisa putus hubungan begitu saja. Kita berdua akan selalu terhubung. Anak anak kita membutuhkan kita berdua. Dan aku yakin, kita bisa memberikan itu walau kita tidak harus menjadi pasangan suami-istri."
"Jangan tega pada anak anak kita Andrea."
"Aku tidak sekejam itu Rey. Buktinya aku masih menjaga hubungan baik dengan mu kan. Aku izin kan kau menemui anak anak kita dengan bebas, sebebas-bebasnya. Dan saat ini pun demi Alden, kau aku izin kan berada di kamar ini, bahkan kita tidur satu ranjang. Aku tidak sekejam itu pada anak anak ku. Aku masih punya rasa empati untuk mu dan juga untuk putra ku. Yang sudah rusak itu, ikatan cinta kita, ikatan batin kita, bukan hubungan kita. Jangan memaksa ku Rey, aku berkah berkeputusan setelah apa yang sudah terjadi. Kau saja waktu itu juga sudah egois berkeputusan dan mengambil resiko mendua bukan. Kau saja pernah ber ego mendua dan aku pun berhak ber ego untuk memutuskan apa yang terbaik untuk ku." Reyhan hanya tertegun mendengar semua penuturan Andrea.
"Aku juga masih sayang terhadap mu Rey. Sayang sebagai teman, kita memang berteman kan dari kecil. Aku masih sayang terhadap mu karena kau adalah ayah dari anak anak yang ku lahir kan. Dan aku juga tau, karena kau juga mencintai mereka dan kau punya hak yang sama atas anak anak kita. Maka aku memberikan keleluasaan bagi mu untuk tatap bisa menyalurkan kasih sayang mu pada mereka. Tapi maaf aku tidak bisa memberikan mu kesempatan lagi untuk urusan pribadi kita."
🌹🌹🌹🌹
Setelah berbicara dari hati ke hati bersama Reyhan. Entah kenapa tiba tiba hati Andrea merasa sangat pedih dan perih. Dia merasakan sesuatu menghimpit jantung nya. Dia bisa saja berbicara seolah tegar di hadapan Reyhan. Tapi sebenarnya hati nya hancur berkeping-keping. Impiannya menjalani hidup berumah tangga dengan sempurna telah berantakan. Seperti hancurnya sebuah gelas yang terlepas dari tangan dan hancur berkeping-keping di lantai.
__ADS_1
Serpihan serpihan itu tajam menusuk. Sama seperti serpihan-serpihan memori perselingkuhan yang di lakukan dengan wanita yang membuat nya harus jadi janda pada suatu saat nanti.
Dia yang membuat jarak untuk sang suami. Dia yang merusak jarak antara anak anak nya dan ayah nya menjadi tidak bisa selalu bercengkrama dalam satu atap. Dia yang membuat Andrea harus memutuskan untuk sendiri. Dia yang membuat Andrea mau tidak mau mengambil keputusan yang bener bener tidak di sukai nya.
Tapi apa boleh buat, tidak mungkin Andrea membiarkan duri itu terus menancap di kulit nya dan membuatnya merasakan luka di dalam tubuhnya sendiri. Tidak mungkin Andrea menerima Reyhan kembali setelah apa yang sudah Reyhan lakukan bersama wanita itu yang terang terangan percaya diri jika dirinya menerima pernikahan siri mereka.
Reyhan tidak hanya mengukir lupa dalam kasus perselingkuhan. Tapi Reyhan juga sudah mencemooh kesetiaan Andrea selama ini.
Merasa air mata nya sudah tak bisa di bendung dan sebentar lagi mungkin akan membanjiri pipinya. Andrea kemudian memberikan baby Alden ke pada Reyhan.
"Tolong bawa Alden ke tempat tidur nya. Aku mau ke kamar mandi." ucap Andrea berbohong. Padahal ia ingin cepat cepat lari ke kamar mandi untuk menumpahkan semua air mata nya yang sudah mengembang itu.
Reyhan pun meraih baby Alden dan memindahkan nya ke tempat tidur box nya. Sedangkan Andrea sendiri sudah beranjak dari tempat tidur dan berlalu ke kamar mandi.
Sambil menyalakan kran air, Andrea menangis tersedu-sedu di sana. Dia menumpahkan tangisannya di kamar mandi. Rasa sesak, perik, sakit hati dan kekecewaan masih saja menghantuinya.
__ADS_1
Like dan komen nya Bestie 🥰🤗🙏