Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Bersandiwara


__ADS_3

Siang itu Andrea mendatangi kantor suami nya bersama putri mereka Bella.


Setibanya mereka di kantor, saat Andrea dan juga Bella masuk di ruangan sang suami. Andrea tidak mendapati sang suami, tetapi dia malah mendapati Syanala, sekertaris suami nya itu kini tengah berbaring di sofa pajang yang ada di ruang kerja suami nya Reyhan.


Andrea yang baru saja masuk di buat kaget dengan keberadaan Nala yang tiduran di sofa itu.


Begitupun Nala, dia pun juga kaget saat Andrea memangil nama nya. Nala pun kemudian berdiri sambil merapikan baju nya.


Andrea hanya bisa diam tetapi fikirannya sudah kemana mana.


"Nala, sedang apa kau di sini." tanya Andrea dengan raut wajah datar.


"Mbak, Andrea. Maaf, saya tidak tau ada mbak Andrea. Tadi pak Reyhan juga tidak memberi tau jika mbak Andrea akan datang." ucap Nala gugup, karena ia masih panic. Terpergok tiduran di sofa di ruang direktur utama. Andrea kala itu yang langsung berfikiran negatif mencoba untuk terus berfikir positif.


"Pak Reyhan masih meeting mbak." jawab Nala.


"Ia, kenapa kau juga tak ikut meeting. Bukankah kau sekertaris nya." tanya Andrea sambil mengerutkan dahi.


"Saya tadi tiba tiba sebelum meeting mendadak pusing. Dan pak Reyhan menyuruh saya untuk istirahat di sini."


Dan jawaban Syanala pun membuat Andrea kaget. Dan makin berfikir keras.


"Bukankah ada tempat istirahat untuk karyawan. Kenapa harus istirahat di ruangan direktur." ucap Andrea dalam hati.


"Baiklah kalau begitu. Saya izin keluar ya mbak." ucap Syanala yang kemudian berjalan berlalu meninggalkan Andrea dan juga Bella di ruangan Reyhan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Syanala merasa sangat gugup mana kala ia terpergok tengah bersantai di ruangan Reyhan.


Dalam benak Nala, ia takut jika Andrea kini telah berasumsi buruk tentang keberadaan nya di ruangan Reyhan kala itu.


Walaupun memang kenyataannya Nala, memang ada afair dengan sang suami nya. Bahkan Nala adalah istri sirih nya Reyhan.


Di sebuah toilet, Nala yang masih dalam keadaan gugup menghubungi Reyhan. Dia tak perduli lagi jika kala itu Reyhan masih meeting.

__ADS_1


"Mas, mbak Andrea dan putri mu sudah menunggu di ruangan mu. Tadi mbak Andrea melihat ku, saat aku berbaring di sofa di ruang kerja mu. Aku takut mbak Andrea berfikir yang tidak tidak tentang aku." ucap Nala lewat sambungan telepon pada Reyhan.


"Kau tenang saja Nala, aku akan urus itu. Sekarang kamu di mana." tanya Reyhan di seberang telepon.


"Aku sekarang di toilet. Dan ini aku akan kembali ke ruang kerja ku."


"Baiklah, aku akan ke ruangan ku sekarang. Kau jangan panic."


Dengan berjalan santai, Reyhan yang baru saja selesai meeting langsung bergegas ke ruangannya.


Dan begitu ia sampai, Bella sudah berteriak kegirangan melihat Daddy nya.


"Daddy." sapa Bella yang kini sudah menghambur ke arah Daddy nya.


"Anak Daddy. Sudah siap temenin Daddy makan siang." tanya Reyhan pada Bella yang kini sudah berada dalam gendongan Reyhan.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi, ayo kita berangkat." ucap Reyhan.


"Hai wife, cantik sekali." puji Reyhan memuji Andrea. Andrea hanya membalas dengan tersenyum.


Dan tanpa di sengaja, ketika Reyhan, Andrea dan juga Bella melewati koridor kantor, mereka berpapasan dengan Syanala.


"Nala, apa kau sudah baikan." tanya Reyhan pada Nala. Nala yang bigung mendapatkan sapaan manis dari Reyhan pun bingung. Dalam situasi seperti itu kenapa malah Reyhan bertanya keadaannya. Nala pun memandang Reyhan, mencari tau arti sapaan yang sang bos nya lancarkan.


Dari tatapan Reyhan yang kini sedang menyipitkan mata nya pada diri nya, sudah bisa Nala pahami jika saat ini Reyhan sedang mengajaknya bersandiwara.


"Saya sudah lebih baik pak." jawab Nala mengikuti sandiwara yang sedang mereka mainkan.


"Sayang, tadi aku menyuruh Nala untuk tiduran di sofa di ruang kerja ku. Karena pada saat ia sedang mengantarkan berkas berkas meeting, Nala terhuyung hampir jatuh. Maka aku tadi menyuruh dia tiduran di sofa." ucap Reyhan pada sang istri Andrea, berpura pura menjelaskan.


"Ia, Nala sudah bicara tadi. Bagaimana keadaan mu sekarang Nala." tanya Andrea. Nala yang kini menjadi objek pembicaraan menjadi gugup kembali.


"Saya sudah baik, mbak." Jawab Nala singkat.


Setelah melakukan serangkaian basa basi, akhirnya Reyhan merangkul pundak Andrea dan menggandeng Bella mengajak mereka keluar dari ruangan yang membuat nya seperti terbakar itu.

__ADS_1


Bagaimana tidak, jika ke dua istri nya saat ini sedang saling berkonfrontasi.


Bahkan Reyhan sendiri nyata nya masih terlalu pengecut untuk berterus terang pada Andrea tentang status Nala.


Apalagi kini Reyhan baru sadar, jika ternyata waktu ia menikah Nala hanya karena emosi yang tak ia kontrol dan juga napsu yang membutakan.


Tapi apa yang bisa dia lakukan. Nyata nya Reyhan juga menyayangi Syanala dari lubuk hatinya yang dalam. Ia tidak tega untuk menceraikan Nala, walau ia bisa saja mengucap kan talak pada Nala dan seketika pernikahan mereka berakhir.


Tapi Reyhan nyatanya tidak bisa melakukan itu. Reyhan masih mempertahankan ke dua nya.


"Rey, kenapa kau diam saja. Ada masalah." tanya Andrea yang kini sudah duduk di kursi penumpang di depan, di samping Reyhan yang kini sedang mengemudikan mobilnya.


"Tidak sayang, tidak ada apa apa. Aku hanya sedang berfikir hasil meeting tadi. Sepertinya aku harus keluar negeri satu Minggu kedepan. Proposal yang aku ajukan untuk mengikuti tender proyek pembangunan gedung apartemen di Yunani di setujui." jawab Reyhan berkilah.


"Greece, itu negara indah." jawab Andrea.


"Kita sudah pernah ke sana kan." jawab Reyhan.


"Ya dulu sekali sudah lama. Oya soal rencana mu liburan waktu itu apa masih berlaku." tanya Andrea.


"Tentu sayang, masih. Buat kalian apa yang tidak akan aku lakukan." tukas Reyhan. Kemudian ia meraih tangan Andrea yang ada di pangkuan, meraihnya dan kemudian mencium nya lembut.


"Hemmmm Dad, Mom, so sweet seperti di kisah kisah pangeran dan putri yang Bella sering tonton." celoteh Bella ketika melihat Daddy nya mencium tangan Mommy nya dari kursi belakang.


Dan hal itu membuat Andrea dan juga Reyhan tertawa.


Reyhan



Andrea



Bella

__ADS_1



__ADS_2