
"Mana Andrea dan juga Bella?" tanya Belinda menanyakan cucu dan menantunya, karena tidak ikut makan malam di meja makan yang sudah di siapkan pelayan.
"Aku tidak tega membangunkan Isabella, dia sepertinya kecapean. Dan Andrea juga sepertinya kelelahan, tadi di mobil dia merasa kram di bagian perut." jawab Reyhan sambil menyantap makan malamnya. Belinda pun mengangguk paham.
"Rey, jelaskan pada Bella dengan lembut tentang situasi yang sebenarnya antara kau dan Andrea. Walau tidak perlu menyebutkan kata berpisah."
"Aku paham ma, aku akan jelaskan dengan bahasa yang bisa Bella pahami. Anak itu pintar, dia bisa memahami sesuatu dengan cepat."
"Aku turut prihatin dengan hubungan mu dan juga Andrea. Tapi mama bisa apa, mama harap kalian bisa sama sama sepakat dalam mencapai yang terbaik untuk hubungan kalian. Dan soal anak, pikirkan metal mereka juga."
"Iya ma," Reyhan pun paham dengan apa yang sang mama nasehat kan padanya.
Malam itu, setelah selesai makan malam. Reyhan ke dapur untuk membawakan makan malam untuk Andrea. Bahkan ia sendiri yang memasakkan makanan itu. Memasak memang bagian dari hobi Reyhan jika berada di rumah.
Setelah makanannya telah siap untuk disajikan. Reyhan dengan semangat membawa makanan yang sudah ia tata rapi di nampan itu ke kamar Andrea.
"Aku membawakan makan malam mu. Ayo duduk lah." ucap Reyhan kemudian ia membantu Andrea untuk bisa duduk bersandar pada headbord tempat tidur. Kemudian ia meletakkan nampan berisi makanan sehat yang secara khusus ia buat untuk Andrea.
"Apa kau yang masak?" tanya Andrea yang sepertinya cukup di buat berliur saat melihat menu makanan yang Reyhan bawakan.
"Ia, aku yang masak. Ikan tuna grill dan sup jagung." Reyhan berucap sambil duduk di hadapan Andrea yang saat ini tengah mencicipi sup jagung yang Reyhan buat.
Tuna grill
sup cream jagung
__ADS_1
"Bagaimana enak sup cream nya?" tanya Reyhan penasaran.
"Apa sih yang tidak enak jika kau sudah masak. Hobi mu sekarang menurun pada Isabella. Dia selalu ingin bisa masak dan masak." ucap Andrea nampak antusias menikmati makan malamnya. Reyhan pun terlihat sangat bahagia saat Andrea menikmati makanan yang sudah ia buat.
"Hati hati sup nya masih panas," tutur Reyhan mengingatkan.
Untuk sesaat baik Andrea maupun Reyhan nampak saling hangat dalam berbincang. Seolah melupakan sejenak ketegangan yang biasanya selalu menyelimuti mereka berdua saat sedang dalam berkomunikasi.
"Terimakasih Rey, sudah buatkan aku makan malam yang enak."
"Sama sama Dea. Aku senang kau menikmatinya." kemudian Reyhan mengambil nampan yang ada di atas pangkuan Andrea. Memindahkan nampan itu ke atas nakas di sisi tempat tidur.
"Andrea ada hal yang ingin aku bahas dengan mu." ucap Reyhan, kembali duduk di sisi rajang di hadapan Andrea.
"Tentang apa?"
"Mari kita membuat kesepakatan." imbuh Reyhan lagi.
"Kesepakatan apa dan bagaimana menurutmu?" tanya balik Andrea.
"Aku sudah berusaha untuk jujur pada mu soal penyesalan, permintaan maaf, dan keinginan ku untuk mempertahankan pernikahan kita. Itu hal yang selama ini aku perjuangkan untuk kita. Dan aku kini sadar, sebesar apapun keinginan ku, jika kau tak ingin lagi bersama ku, sama saja aku memaksa mu dan menyakiti mu. Oleh sebab itu aku tidak akan lagi melakukan itu, memaksa mu untuk memaafkan aku. Tapi satu hal yang kau harus tau Andrea, bahwa aku akan tetap dan selalu ingin kita tetap bersama."
Andrea menatap Reyhan dengan tatapan penuh arti. Jauh di dasar hatinya yang paling dalam, sesungguhnya Andrea memang masih mencintai Reyhan.
Reyhan adalah cinta pertamanya. Reyhan bukan sekedar seseorang yang ia cintai, tapi dia juga seorang teman dan partner dalam hal apapun.
__ADS_1
Tapi sejak pengkhianatan itu terjadi, seolah telah merubah semua sikap Andrea terhadap sang suami. Walau ia tak bisa mempungkiri, bahwa masih ada cinta yang bersemayam di hati Andrea untuk Reyhan.
Apa lagi saat ini ia tengah mengandung lagi benih Reyhan. Bayi yang kehadirannya ada dalam situasi hubungan orang tua nya yang sedang tidak baik.Tapi bagaimanapun, Andrea sangat bersyukur dan bahagia dengan janin yang ada di kandungannya. Seolah itu adalah bagian dan juga ujian pengikat hubungan antara Reyhan dan dirinya.
Pengkhianatan dan juga perselingkuhan yang Reyhan pernah lakukan telah menorehkan luka yang sama dalamnya di hati Andrea.
Antara luka dan cinta itu seakan duduk berjejer. Ia tak bisa memutuskan untuk menerima reyhan karena ia juga belum bisa menerima dan juga untuk melupakan luka itu.
"Rey, walau kita tidak bersama dalam hubungan suami-istri kita bisa tetap berhubungan sebagai teman. Bukankah sebelumnya kita memang berteman. Apalagi sekarang kita ada anak anak. Antara kau dan aku selamanya akan punya ikatan. Bella dan dia," Andrea berucap sambil membelai perutnya. "Bella dan calon anak kita ini adalah penghubung hubungan kita. Jika nantinya kau dan aku berpisah. Kita tetap menjadi orang tua untuk anak anak kita."
"Sekali lagi aku minta maaf Andrea." Reyhan berucap tulus, syarat akan penuh penyesalan.
"Aku mungkin bisa memaafkan kamu. Dan mungkin aku juga sudah memaafkan mu. Tapi untuk luka itu, sorry Rey. Aku belum bisa melupakan nya.
"Ya, aku mengerti. Ini adalah konsekuensi yang harus aku tangung. Tapi bolehkah aku minta satu hal?" pinta Reyhan
"Katakan saja,"
"Kau akan memberikan aku kebebasan untuk bisa terus dekat dengan anak anak ku kan."
"Tentu saja Rey, kau ayah mereka. Kau Daddy dari anak anak ku. Aku tidak akan melarang mu. Kau bebas menemui mereka. Apa lagi Isabella, dia begitu dekat dengan mu."
"Terimakasih Andrea."
Reyhan
__ADS_1
Andrea