Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Pesona mantan istri


__ADS_3

Gedung Perkantoran Sahara Corp


"Rey, kau di sini. Sejak kapan?" tanya Andrea, ketika ia berbalik dan kaget, saat mendapati sang mantan suami sudah berdiri di sebrang meja kerjanya.


Hampir 15 menit menerima pangilan telpon sambil memandang ke arah luar, ke arah jendela kaca di ruangannya, membuat Andrea tidak menyadari kedatangan Reyhan.


"Mungkin sudah 10 menit yang lalu. Kau nampak sedang sibuk menerima telpon penting." sergah Reyhan yang kemudian menarik kursi di depan meja kerja Andrea, dan kemudian duduk manis di sana.


"Ada apa kau ke sini," tanya Andrea sambil meletakkan ponselnya di atas meja kerjanya.


"Kau ini, fokus pacaran apa kerja. Sampai sampai kau lupa ada janji menjemput Bella di Club pacuan kudanya."


"Ya Tuhan, aku lupa. Tunggu sebentar ya, ada hal yang harus aku bereskan terlebih dahulu sebelum kita pergi." ucap Andrea kemudian ia membuka laptopnya dan nampak sedang mengecek sesuatu di sana.


Reyhan yang saat ini sedang duduk manis di kursi, sesekali mencuri curi pandang pada Andrea. Yang terlihat fokus memperhatikan layar laptopnya sambil sesekali nampak mengetik dengan lincah di atas papan keyboard laptop.


Dan tanpa Reyhan sadari, ia pun kembali dan terus lagi di buat tak berdaya akan cinta yang masih bersemi bahkan terus tumbuh di hati nya untuk wanita yang saat ini tengah ia pandangi.


Saat Reyhan dengan sangat lekat memperhatikan wajah cantik Andrea, detik itu pula Andrea juga berniat untuk mencuri pandang pada Reyhan.

__ADS_1


Dan alhasil mereka berdua menjadi beradu pandang untuk sesaat. Dan kemudian keduanya sama sama tertawa kecil.


Terlihat aneh memang, tapi itulah yang terjadi. Kerlingan konyol di antara Reyhan dan juga Andrea seperti seseorang yang sedang menaruh perhatian untuk pertama kalinya.


Padahal mereka sudah pernah menikah dan melalui berbagai rasa.


Hal yang membuat mereka sama sama tidak bisa melawan rasa canggung akan kembalinya debaran aneh yang kembali melanda kedua pasangan yang sudah bercerai itu.


*Mungkin ini hukuman untuk ku, karena tidak mau memaafkan kesalahan Rey dulu. Aku dengan egois dan keras kepala memilih bercerai dari Rey. Padahal di balik itu, di dalam hati, jiwa dan pikiran ku, aku masih mencintai nya.


Dan sekarang, saat aku di hadapan untuk tegas dalam hubungan ku bersama Julian. Kenapa aku malah semakin berdebar dan gemetar saat Reyhan mencuri pandang terhadap ku*. (isi hati Andrea).


"Jadi, kapan kau menikah?" tanya Reyhan, saat Andrea kembali fokus pada laptopnya.


"Kau yakin dengannya?" tanya lagi Reyhan.


"Aku bilang jangan mencoba untuk mengorek informasi tentang aku dan Julian."


"Ya sudah, aku hanya bertanya. Bukankah setelah kita sudah tidak lagi menjadi suami istri, kita masih bisa menjadi teman. Kau dan aku selamanya akan selalu berkoneksi."

__ADS_1


Andrea kemudian tersenyum getir, lalu dengan fokus memperhatikan Reyhan yang sejak tadi sepertinya memang ingin mengajaknya mengobrol.


"Kau belum bisa move on dari ku ya?" tanya Andrea begitu percaya diri.


"Ya, ku akui. Benar, aku memang belum bisa move on dari mu bahkan aku tidak bisa move on. Lalu bagaimana, kau sendiri sepertinya sama, kau juga masih ada rasa dengan ku kan. Buktinya kau, belum juga menikah dengan Julian." jawab Reyhan puas.


"Jangan percaya diri Rey begitu Rey," kilah Andrea. Tapi jauh di dasar hatinya, apa yang Reyhan katakan adalah kebenaran.


Seolah-olah terperangkap dengan pertanyaannya sendiri. Andrea jadi bigung untuk membalas lebih jauh perkataan Reyhan.


"Hidup ini tentang pilihan Andrea, aku pernah memilih sebuah keputusan yang salah. Dan aku telah menangung segala konsekuensi dan resikonya. Dan sekarang, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama untuk hidup ku. Aku memutuskan tetap sendiri dan fokus untuk anak-anak. Bila aku harus punya pasangan, aku hanya punya satu pilihan. Yaitu, hanya ingin dengan mu atau tanpa dengan siapapun."


Andrea sejenak di buat tercenang dengan kata-kata Reyhan. Dan dia mengabarkan itu pada dirinya sendiri. Keputusan apa yang telah ia buat sebenarnya. Untuk apa dan siapa, saat sebuah keputusan yang bertolak belakang dengan hati nuraninya.


"Dan aku harap Andrea, kau mengambil keputusan yang terbaik untuk hidup mu. Aku pernah membuat ku terluka. Aku pernah membuat hati mu hancur. Aku hanya ingin kau bahagia dengan pernikahan ke dua mu. Jika kau bahagia dengannya, menikah lah. Tapi jika kau ragu, jangan paksakan diri mu untuk bersama seseorang, sedang kan hati mu tidak membersamai. Kau pantas bahagia dan orang yang bisa memiliki mu pasti juga akan sangat bahagia lebih dari apa yang kau rasakan. Hidup akan lebih berarti jika kita bersama dengan seseorang yang kita cintai, apa lagi saling mencintai. Maaf jika aku ambil contoh, kita pernah merasakan dan melalui masa itu Andrea. Aku sangat berharap kau bisa merasakan kebahagiaan lebih dari apa yang pernah kau rasakan sebelumnya." dan Andrea saat itu seperti terbius dengan kata kata Reyhan yang bijak.


Dengan menghela nafas panjang, Andrea kemudian memilih untuk membereskan beberapa barangnya.


"Sebaiknya kita jemput putri kesayangan kita, dari pada aku harus mendengarkan ceramah mu yang sok bijak Rey."

__ADS_1


Dan Reyhan pun hanya terkekeh mendengar penuturan sang mantan istri.


Doble up malam ini 🥰🥰🥰


__ADS_2