
Siang itu Andrea mendatangi kantor Julian. Ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada pria bertubuh tinggi besar tersebut.
Setelah Andrea berfikir dan berfikir ulang. Ia harus mengambil sebuah keputusan yang menurutnya itu sangat penting.
Sebuah keputusan yang selalu di nantikan oleh pria yang sudah menunggu nya selama lima tahun ini.
Sebuah keputusan yang penting menyangkut tentang hidup nya kedepan. Tentang dirinya dan juga anak anak nya.
Semalaman, Andrea hampir tidak bisa tidur memikirkan hal itu. Berbagai pertimbangan dan juga tentang perasaan nya membuat ia berfikir keras.
Akan tetapi, ia tidak bisa mengulur waktu lagi. Ada seseorang yang menantikan kejelasan hubungan mereka.
Sebuah komitmen yang akan di bangun di atas sebuah status pernikahan. Sedangkan Andrea sendiri menginginkan sebuah pernikahan yang bisa membawanya meraih kebahagiaan yang sesungguhnya yang lebih baik dari pernikahan pertamanya.
Sebuah kebahagiaan yang di bangun oleh kepercayaan dan kesetiaan, ia sudah trauma dengan pengkhianatan.
Tapi, apakah hanya dengan kepercayaan dan juga kesetiaan, sebuah pernikahan bisa ia jalani.
Bagaimana dengan perasaan yang harus ada saling mencintai dalam sebuah hubungan.
Apakah cinta itu hal yang tidak penting?
Apakah yang penting hanya kepercayaan dan kesetiaan?
Hal itulah yang membuat Andrea berfikir dan berfikir. Pada akhirnya, ia harus mengutarakan semua tentang kebenaran isi hati dan perasaan yang ia rasakan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
"Hai sayang, wah, tumben sekali kau mendatangi kantor ku. Pasti ada hal penting."
Julian berucap sambil langsung berinsut dari kursi kerjanya. Lalu berjalan menghampiri Andrea yang terlihat begitu sangat cantik dengan balutan blazer warna hitam yang melekat pas di tubuh wanita cantik itu.
"Ada beberapa hal urusan pekerjaan yang ingin aku bahas dengan mu. Dan beberapa hal lagi soal kita." ujar Andrea dengan nada santai.
"Well, soal kita ini yang membuat ku tertarik." tutur Julian sambil tersenyum manis.
Kemudian Julian menuntun Andrea untuk ikut duduk bersamanya di sofa pajang yang ada di ruangan itu.
Kemudian, mereka saling duduk bersampingan. Julian seperti biasa selalu berlaku manis pada Andrea setiap kali mereka bertemu.
Sambil menggenggam tangan Andrea, Julian menatap lekat wajah Andrea. Sedangkan Andrea sendiri nampak mengumpul keberaniannya untuk berbicara jujur pada Julian.
"Julian, jawablah dengan jujur. Kapan kau terakhir kali di kecewakan seseorang?" tanya Andrea sedikit gugup.
"Aku tidak begitu ingat dengan jelas. Yang pasti, kekecewaan terparah ku adalah di saat istri ku berselingkuh dengan relasi bisnisnya. Itu kekecewaan terbesar ku. Aku juga sering kecewa dengan beberapa orang yang berhubungan dengan pekerjaan. Tapi hal itu wajar, dan biasa kan dalam dunia pekerjaan. Kenapa kau tanyakan itu sayang?" tukas Julian lembut sambil menyisipkan beberapa helai rambut panjang Andrea ke sisi telinga nya.
Kini Andrea memandang serius kearah Julian dengan tatapan penuh arti. Sedangkan Julian sendiri nampak penasaran dengan apa yang akan di ungkapkan oleh Andrea terhadapnya.
Jauh di lubuk hatinya, Julian sudah bisa menebak apa yang akan di katakan oleh tunggangannya itu.
"Julian, aku minta maaf. Mungkin aku adalah orang yang akan membuat mu kecewa saat ini. Mengingat hubungan kita yang sudah lama terjalin. Dan kau juga butuh kepastian dari ku. Dengan ini, aku sungguh menyesal dan minta maaf. Dengan segala kerendahan ku dan dari hati ku, ku katakan dengan jujur padamu. Bahwa aku belum siap menikah dengan mu. Dan oleh sebab itu, setelah ini kau bebas jika ingin mencari pasangan hidup yang baru, mengingat kau sudah sangat ingin membina rumah tangga kembali."
Seolah-olah tak percaya dengan apa yang Andrea ucapkan pada dirinya. Julian malah tertawa kecil.
"Kau ini bicara apa Andrea. Aku tidak mengerti."
__ADS_1
"Aku tidak bisa meneruskan hubungan kita Julian. Aku minta maaf," ucap Andrea lagi penuh rasa bersalah dan menyesal, sambil masih menggenggam erat tangan Julian.
"Apa hal itu membuat lega, jika kau sudah tak lagi punya hubungan dengan ku?" tanya Julian serius.
"Kau pria special yang pernah hadir dalam hidup ku Julian. Butuh waktu yang lama untuk ku saat itu untuk menerima mu. Awalnya aku yakin dan percaya aku akan bahagia bersama mu. Walau aku menerima mu bukan lantaran aku sudah mencintai mu. Tapi karena aku yakin, aku bisa belajar mencintai mu. Hari demi hari aku belajar untuk bisa mencintai mu, saat kita sudah dekat dalam jalinan pertunangan, aku rasa cinta itu akan makin tumbuh. Tapi, semakin ke sini, maaf kan aku Julian, bukanya aku tidak lagi menyukai mu. Tapi aku belum bisa mencintaimu. Aku pikir, aku bisa menikah lagi tanpa cinta dan hanya bermodalkan keyakinan dan kepercayaan. Nyatanya, aku tidak bisa membohongi diri ku sendiri Julian. Aku tidak ingin mengecewakan mu juga."
"Kau serius dengan kata kata mu Andrea? Maaf jika aku terlalu menuntut untuk segera di sah kan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Aku pikir kamu sudah siap," ujar Julian sambil menyentuh pipi mulus Andrea. Andrea kemudian meraih tangan Julian yang berada di pipinya.
"Maafkan aku Julian, ini yang terbaik untuk mu dan aku. Aku tidak mau terus memberikan mu harapan palsu. Aku tidak ingin lagi membuat alasan alasan yang tidak bisa kau terima. Kau sudah sangat sabar dengan ku. Aku tidak ingin lagi menyakiti hati mu lebih lama lagi."
"Andrea, jangan minta maaf kepada ku." tutur Julian yang kini menangkup wajah Andrea dengan kedua tangannya.
"Aku paham dengan apa yang kau rasakan. Tidak apa apa, aku justru senang saat kau berkata jujur. Berikan aku waktu untuk memutuskan ini," tutur Julian sambil mengamati wajah Andrea yang begitu membuat nya terpukau.
"Menjadi bagian dari hidup mu itu saja sudah menjadi hal paling indah yang pernah aku rasakan. Apa lagi bisa sampai berkomitmen dengan mu dalam pernikahan. Aku tidak bisa membayangkan betapa bahagianya aku. Tapi apa gunanya kebahagiaan ku, jika kau masih belum sepenuhnya bisa menerima ku. Dan kini aku bertanya, kau harus jawab dengan jujur?" ujar Julian serius.
"Berjanji lah bahwa kau berkata jujur," ucap ulang Julian pada Andrea.
"Aku berjanji akan jujur. Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Apa kau masih mencintainya Reyhan?"
jeng jeng jeng.....
hai guys, aku ada cerita baru ni, bisa di favorit ya guys...like dan komentar nya sangat aku tunggu... jangan lupa mampir 🥰♥️🔥🙏💐
__ADS_1