Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Hasrat, Cinta dan Kekecewaan


__ADS_3

Sepulangnya Andrea dari kantor, ia langsung naik ke lantai dua rumahnya. Sebelum ia masuk ke kamarnya, Andrea menyempatkan diri untuk menyapa sang putri Isabella yang berada di kamarnya, tepat di sebelah kamar tidur Andrea.


"Hai Bell, sedang apa?" sapa Andrea lembut pada Isabella yang tengah serius menggambar di atas tempat tidur.


"Hai mommy, aku sedang menggambar keluarga kita. Liat ini daddy, ini aku, ini dedek Alden dan ini mommy." jawab Isabella sambil menunjukkan satu persatu gambar hasil kreasinya pada Andrea.


"Wow, ini bagus sayang. Siapa yang suka mengajari mu menggambar?"


"Daddy. Oya mommy, bisa kah mommy berikan gambar ini pada daddy. Daddy bilang, malam ini daddy tidak bisa kemari. Daddy juga bilang, katanya daddy mau makan malam romantis sama mommy.....xixixixi," celoteh Isabella yang yang kemudian tertawa, seolah olah sedang mengoda mommy nya.


"Dari mana Bella tau jika malam ini mommy akan bertemu sama daddy di luar?" tanya Andrea menyelidik.


"Daddy yang bilang. Tadi daddy menelpon ku mommy. Kata daddy, malam ini daddy mau pinjam mommy."


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah dari kamar Isabella, Andrea kemudian juga menyapa baby Alden di kamarnya, yang saat ini tengah di jaga oleh seorang pengasuh.


Begitu selesai menyapa kedua anaknya dan berpesan pada pengasuh baby Alden agar menjaga baby Alden dengan baik, Andrea kemudian masuk ke kamarnya dengan perasaan hati yang berdebar-debar serta gundah gulana.


Entah apa dan kenapa hatinya begitu berdebar ketika ia akan bersiap menemui Reyhan malam ini. Apakah lantaran pertemuannya kali ini adalah pertemuan spesial untuk perpisahan mereka.


Andrea sendiri bahkan tidak bisa memperkirakan kenapa hati nya menjadi amat risau. Dan dia juga bigung, kenapa dia menyetujui ajakan Reyhan tadi. Harusnya dia menolak. Tapi malah justru ia menyanggupinya.


Apakah kau yakin dengan keputusan mu untuk menemui Reyhan?


Dan apakah kau yakin mau memenuhi permintaan nya ?


Bagaimana jika ia meminta juga hak nya ?


Setelah di buat gundah dengan keputusan nya sendiri. Andrea memilih untuk lekas masuk ke kamar mandi untuk menghilangkan rasa cemasnya. Mandi air hangat mungkin bisa membuatnya tenang.


Sebenarnya bisa saja dia membatalkan rencananya malam ini. Rapi rupanya ia juga tidak bisa melakukan itu.

__ADS_1


Reyhan Aditya Dimitri adalah sosok yang ia kenal sejak kecil. Awalnya mereka menjalin kedekatanya dengan berteman. Kemudian berpacaran dengan waktu yang tak lama dan akhirnya memutuskan menikah.


Menjalani pernikahan yang sudah berlangsung hampir 10 tahun membuat hubungan mereka semakin dekat bahkan lekat. Hanya saja sebuah badai ujian telah menghancurkan semua mimpi Andrea untuk menjalani pernikahan sehidup semati dengan orang yang ia cintai itu.


Mengenal Reyhan dari kecil, menjadi teman baik, pacaran lalu menikah membuat Andrea yakin bahwa Reyhan tidak akan berkhianat padanya suatu saat nanti. Andrea yakin bahwa Reyhan tidak akan pernah selingkuh atau menduakan nya. Tapi kenyataannya tidak seperti apa yang ia duga.


Reyhan mendua, berselingkuh, bahkan juga sudah menikah siri dengan perempuan lain. Itu suatu kenyataan yang luar biasa pahit yang harus Andrea telan. Dan oleh sebab itu ia tidak bisa lagi menerima Reyhan kembali, walau ia sejujurnya masih mencintai pria yang sudah memberikannya dua anak itu.


🌹🌹🌹🌹🌹


Restauran rooftop hotel


Reyhan langsung berdiri ketika melihat Andrea berjalan ke arahnya dengan mengenakan gaun yang sangat indah melekat pas di tubuhnya.


Reyhan nampak mengulas senyum bahagia saat ia memandangi sang istri yang berjalan dengan langkah gemulai itu menuju meja yang telah ia pesan.


Soal penampilan jangan di tanya. Andrea adalah wanita yang sangat perfeksionis. Dia selalu sempurna dalam berpenampilan.


"Malam Rey."


"Kau cantik sekali Andrea." puji Reyhan.


"Aku selalu cantik Rey. Kamu saja yang tidak menyadarinya." ledek Andrea.


"Aku sudah pesan makanan favorit mu. Steak daging domba premium."


"Terimakasih. Oya, ada titipan dari Isabella. Dia bilang ini untuk mu." Andrea kemudian memberikan selembar kertas gambar pada Reyhan. Di mana dalam kertas gambar itu terdapat gambar mereka berempat. Reyhan yang mendapatkan gambar itu terlihat sangat bahagia dan terharu.


"Menakjubkan anak itu. Aku pasti akan memanjang ini di kantor ku." lalu Reyhan menyimpan gambar tersebut ke dalam jas nya.


Dan malam itu, Andrea dan Reyhan menikmati moment candle light dinner romastis mereka di sebuah restoran di rooftop gedung hotel tersebut sambil berbincang-bincang hangat.


candle light dinner

__ADS_1



Reyhan



Andrea



"Aku jadi ingat moment di mana saat aku mengutarakan cinta terhadap mu di acara wisuda kita di Amerika. Aku menyatakan itu karena aku takut kehilanganmu. Dan aku tak ingin kamu di miliki oleh orang lain. Karena kau dulu banyak di taksir oleh sesama teman ku di kampus. Dan sekarang, hal itu terulang lagi Andrea. Aku takut kelihatan dan aku takut kau di miliki oleh orang lain." ucap Reyhan sambil menggenggam tangan Andrea yang ada di atas meja.


"Seharusnya kau menjaga perasaan ku Rey. Padahal aku orang paling setia terhadap mu. Ku akui, dulu aku memang sangat teropsesi terhadap mu. Aku yang menaksir mu duluan. Dan aku pun menunggu sampai kau mengutarakan isi hati mu. Dan moment itu akhirnya terjadi. Kita menikah, punya anak, bahagia. Tapi siapa sangka sekarang kita malah justru akan bercerai."


"Bisakah kau kembali memikirkan putusan besok. Belum terlambat untuk mencegahnya. Masih ada waktu jika kau berubah pikiran Andrea. Mari kita rajut kembali rumah tangga kita. Bersama anak anak kita, kita mulai dari awal. Saat seperti dulu kita pacaran. Dan sekarang aku lah yang terobsesi dengan mu. Aku rela melakukan apa saja demi mempertahankan pernikahan kita sayang. Semua keputusan ada pada mu."


Untuk beberapa saat mata keduanya beradu pandang. Reyhan dengan tatapan memohon dan Andrea dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Maaf Rey. Aku tidak akan merubah keputusan ku." jawab Andrea sambil menarik tangannya dari genggaman tangan Reyhan. Mendengar itu ada guratan kekecewaan yang Reyhan rasakan. Padahal niatnya melakukan dinner romastis itu adalah salah satu untuk membuat Andrea berubah pikiran. Tapi masih ada satu lagi upayanya untuk membuat Andrea mungkin bisa berubah pikiran.


"Andrea, karena kau sudah menyanggupi permintaan terakhir ku malam ini dan esok hari. Kau bersedia kan untuk menginap di hotel malam ini bersama ku?"


Andrea terdiam, menatap kosong ke arah Reyhan, setelah ia mendengar permintaan Reyhan untuk mau di ajak menginap di hotel bersamanya.


"Kenapa aku harus menginap?" tanya balik Andrea. Kemudian Reyhan berdiri dari tempat duduknya. Berjalan mendekat ke arah Andrea, kemudian meraih tangan Andrea dan mencium nya.


"Untuk yang terakhir kali nya Andrea. Aku meminta hak ku sebagai seorang suami. Aku tidak akan minta apapun lagi. Aku sudah memuluskan gugatan mu. Aku juga tidak akan memperebutkan hak asuk anak anak kita. Aku hanya ingin meminta hak ku saja untuk malam ini, untuk yang terakhir kalinya. One night stand with me Andrea." ucap Reyhan yang kemudian mencium kembali tangan Andrea sambil menyelipkan sebuah gumpalan kertas kecil ke tangan Andrea.


"Aku tidak memaksa mu. Tapi aku berharap kau mau. Jika kau menolak aku juga paham. Aku tunggu 30 menit dari sekarang Andrea." ucap Reyhan yang kemudian berjalan meninggalkan mejanya.


Sepeninggal Reyhan, Andrea kemudian membuka kertas yang Reyhan selipkan ke tangannya.


Room Number 269

__ADS_1


Datang ngk ni Andrea nya kira kira 😅🤭😬🤪😜🤫


__ADS_2