Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Hidup mu adalah rumah ku


__ADS_3

Reyhan POV


Saat aku membuka mata pagi itu. Aku mengembangkan senyum kebahagiaan yang luar biasa. Penantian serta kesabaran ku kini membuah manis.


Andrea, wanita yang sangat aku cintai sepenuh hati ku, kini telah kembali ke pelukan ku. Kembali menjadi istri ku, kembali menjadi teman hidup.


Aku berjanji Andrea, tidak akan pernah aku mengulangi kesalahan yang sama.


Lihat lah dia, punggungnya begitu mulus terexpose saat ia tiduran dengan posisi tengkurap. Aku menyukai keharuman tubuhnya. Dia terlihat begitu mempesona meski ia masih lelap.


Aku jadi merasa sedikit kasian dengan nya. Karena aku mengajaknya bercinta lebih dari satu kali semalam.


Ketika pelepasan demi pelepasan sama sama kami keluarkan malam tadi. Tubuh ini terasa berbeda. Kebekuan hasrat itu kini telah mencair. Jika dulu aku hanya bisa menahan hasrat ku, sekarang aku bisa kembali menyalurkannya dan bermain dengan wanita pujaan hatiku kapan saja aku mau.


Sama sama berada di bawah selimut yang sama. Tubuh ku dan tubuh Andrea masih sama sama polos. Percintaan kami semalam benar benar membuat tubuh ini terasa lebih bugar.

__ADS_1


Dan aku merasa menjadi laki laki yang beruntung. Memiliki istri yang cantik dan cerdas seperti Andrea. Mempunyai putri yang punya banyak bakat, anak lelaki yang tampan, dan pekerjaan yang sudah mapan. Aku kini merasakan kebahagiaan dan kesempurnaan hidup dalam satu kali helaan nafas.


Aku berinsut sedikit untuk lebih bisa dekat dengan tubuh Andrea yang molek. Ia masih terlelap. Ku belai lembut rambut panjang hitamnya. Ku kecup bibir, hadi, serta pipinya dengan pelan. Aku merasa gemas untuk tidak mengusili istri ku yang luar biasa ini.


Dan kini gawat, hasrat ku mulai timbul kembali. Bahkan milik ku sudah menegang. Kembali aku merangsek tubuh ku ke tubuh nya. Kembali aku bermain dengan bibir nya walau ia masih tertidur.


Saat tubuh ku kini telah menempel pada tubuh Andrea yang masih polos, ia mulai mengerjab, dan bergerak.


"Rey jam berapa ini?" tanyanya sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke arah ku.


"Pagi sayang," sapa ku.


"Pagi husband," jawabannya sambil menyunggingkan senyum manis.


"Kapan kita kembali ke rumah ku?" tanyanya, dan aku tidak suka pertanyaan itu. Ternyata Andrea kepikiran anak anak.

__ADS_1


"Tenang aj Andrea, ada mama dan papa kan di rumah. Kita nikmati saja kebersamaan kita di sini. Aku belum puas bermain-main dengan mu," ujar ku yang kini kembali aku menyerang leher jenjangnya. Ku ciumi lehernya dan semakin ku rapatkan tubuh ku ke tubuh nya.


"Rey, hari kita untuk melakukan itu masih pajang. Kau tidak akan kehabisan waktu bersama ku. Hidup ku sudah kembali bersama mu sekarang. Jadi jangan bernafsu seolah kau hanya punya waktu terbatas. Kita bisa melakukan kegiatan ini kapan saja sepanjang waktu kita bersama hari demi hari.. Tapi please Rey, jangan minta lagi. Tubuhku rasanya sudah tidak ada tenaga. Aku benar-benar sudah lemas." penuturan Andrea tak pelak membuat ku tak lagi menyerang nya meski aku berhasrat untuk melakukan penyatuan lagi seperti semalam.


"Oke, maaf ya sayang. Terimakasih sudah melayaniku dengan luar biasa. Sampai sampai kau kualahan meladeni ku" cicit ku sambil ku dekatkan wajah ini ke wajahnya.


Andrea ikut tertawa kecil. Kemudian ia menangkup wajah ku dan memberikan ciuman kecil ke bibir ku.


"Mari kita buat sarapan bersama sama di dapur." ajak Andrea.


"Oke, kita bersih bersih dulu tapi, masa ke dapur seperti ini." goda ku.


Dan akhirnya kita berdua pun sama sama ke kamar mandi. Aku dan Andrea sama sekali tidak lagi merasa canggung. Kami sama sama menggosok gigi dan mencuci muka.


"Bagaimana kalau kita mandi sekalian?" kata ku memberikan ide.

__ADS_1


"Aku sudah lapar, sejak pagi kemarin aku tidak banyak makan. Jika kita mandi sekarang, aku yakin, kamu tidak hanya ingin sekedar mandi. Tapi juga pasti kamu ingin mandi plus plus, iya kan." jelasnya yang belum selesai menggosok gigi itu. Rasanya aku benar bener ingin menerkamnya saat ini juga saking gemasnya.


__ADS_2