Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Kesepakatan Andrea dan Julian


__ADS_3

Setelah acara meeting itu selesai, akhirnya mereka berempat meninggalkan meja reservasi.


Reyhan berjalan di depan dengan masih sibuk menyahuti berbagai ocehan yang di lontarkan Theresia.


Sedangkan Andrea dan Julian berjalan di belakang mereka sambil saling bergenggaman tangan. Lebih tepatnya, Julian yang menggenggam tangan Andrea.


Sama sama ingin menuju tempat parkir, membuat mereka turun ke lantai parkir bersamaan.


"Boleh aku minta nomor ponsel mu Rey, sekarang kan kita adalah partner kerja. Biar mudah untuk ku menghubungi mu jika ada perubahan ide atau apa." kilah Theresia pada Reyhan.


"Sure, tentu." ucap Reyhan, kemudian mereka pun saling bertukar nomor ponsel.


Andrea sesekali memperhatikan wajah Reyhan dan juga Theresia bergantian. Entah kenapa Andrea merasa tidak suka pada sikap centil Theresia yang sok akrab terhadap mantan suaminya itu.


Saat pintu lift terbuka, mereka berempat pun masuk ke dalam lift. Julian tidak sama sekali melepaskan genggaman tangannya pada Andrea. Saat itu Reyhan berdiri tepat di samping Andrea dan juga Julian yang masih saling bertautan tangan. Keheningan menyelimuti suasana di dalam lift kala itu.


Theresia nampak asik mengecek ponselnya. Julian diam sambil memperhatikan angka demi angka yang ada di lift tersebut yang membawa mereka ke lantai dasar.


Andrea sendiri nampak sibuk dengan pikirannya. Dan Reyhan sendiri dadanya seakan bergemuruh dan merasa panas ketika memperhatikan tangan Julian begitu erat menggenggam tangan Andrea.


Api cemburu tidak bisa terelakkan dari dalam diri Reyhan Aditya. Pasalnya, ia masih sangat mencintai wanita di sampingnya itu. Wanita yang pernah memberikan ia kehangatan, kepuasan dan juga telah memberikan ia dua anak yang luar biasa.

__ADS_1


Sejenak, pikiran Reyhan bertraveling di masa masa ia dan Andrea dalam melakukan aktivitasnya sebagai pasangan suami istri. Berbagai ******* dan erangan itu kini memenuhi otaknya.


Sial........


Dan kini Reyhan harus merelakan, ibu dari anak anaknya itu sebentar lagi akan di miliki oleh orang lain yakni Julian Alexander.


Rasanya ia ingin sekali mengutuk dirinya sendiri. Begitu bodohnya ia sampai melepaskan wanita yang memiliki pahatan lekuk tubuh sempurna itu. Tidak hanya berhasil menjadi wanita sempurna, Andrea juga luar biasa dalam berbisnis. Tak heran jika banyak pria yang sangat menginginkan dia untuk di jadikan pendamping hidup.


Setelah pintu lift terbuka, mereka pun keluar. Dan kemudian terpisah masing-masing. Tapi Andrea dan Julian masih bersama.


"Aku antar kau kembali ke kantor ya," ucap Julian pada Andrea.


"Baiklah," kemudian mereka pun berjalan ke arah sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik milik Julian.


Di temani hujan yang rintik rintik kala itu. Julian mengendarai mobil nya menuju kantor Andrea dengan kecepatan sedang.


Julian sengaja tidak terlalu kencang dalam mengemudikan laju mobilnya. Karena ia ingin mengobrol dengan Andrea.


"Andrea, kau tau, setiap malam aku selalu berimajinasi dengan mu. Hal yang memalukan, tapi aku mengakui itu pada mu saat ini." tukas Julian pada Andrea tak malu malu. Andrea yang mendengar itu hanya tertawa kecil.


"Kenapa kau seperti itu." tanya Andrea.

__ADS_1


"Kau pikir apa, dengan uang ku yang melimpah bisa saja aku pergi ke Club malam dan menyewa seorang PSK VVIP atau apa saja, untuk memuaskan hasrat ku. Aku biasa saja lakukan itu tanpa kau tau. Tapi aku tidak melakukannya. Karena bagi ku kau spesial. Dan aku bukan pria yang suka mengotori diri ku dengan para pelacur murahan. Kenapa aku berterus terang pada diri mu Andrea. Karena aku sepertinya tidak bisa lagi untuk terus menunggu. Dan kau pasti paham." Andrea menatap tak berkedip ke arah Julian.


Andrea sadar, dirinya telah terlalu lama mengantung hubungannya dengan Julian. Dan wajar jika pria di sampingnya itu kini menanyakan kejelasan hubungan mereka.


Andrea nampak mendesah, kemudian ia menundukkan kepalanya, berfikir.


"Aku minta maaf sayang. Aku minta maaf jika sudah membuat mu kecewa."


"No, no, kau tidak membuat aku kecewa Andrea. Aku hanya ingin kau secepatnya menentukan tanggal pernikahan kita. Sebenarnya apa yang kau tunggu lagi. Kita sudah lima tahun menjalani pertunangan. Aku pria normal Andrea, kau pun juga pernah membina rumah tangga. Apa lagi yang kita tunggu. Anak anak mu juga sudah setuju kan." cecar Julian lembut.


"Yeah, aku akan segera memberitahu mu tentang itu." jawab Andrea dengan nada suara datar.


"Tujuan menikah itu untuk hidup bahagia dan bisa lebih bahagia Andrea. Dan bahagia itu sendiri di dalamnya harus ada cinta dan ketulusan. Bayangkan jika kita hidup berpasangan saling mencintai dan mengasihi, pasti semua akan indah. Walaupun hidup banyak sekali ujian dan rintangannya. Dengan cinta semua akan lebih mudah. Kau mencintaiku kan?" mendengar itu, Andrea kemudian menoleh ke arah Julian.


"Kau mencintaiku kan Andrea?"


"Jika aku tidak cinta buat apa menerima mu," jawab Andrea dengan nada suara pelan.


"Jika aku menikahi mu alasannya tidak hanya karena aku cinta dengan mu. Tapi aku juga ingin memiliki keturunan dari rahim mu, aku ingin mempunyai anak dari mu seperti Isabella dan Alden. Aku setiap malam membayangkan anak kita. Sorry, aku mungkin terlalu berlebih-lebihan dan terlalu antusias dalam urusan keturunan. Tapi memang aku sudah sangat ingin. Umur ku sudah tidak muda lagi Andrea. Aku bicarakan ini agar kau juga tau tujuan ku ingin menikah dengan mu."


"Aku paham Julian. Tapi soal keturunan itu bukan kuasa kita sebagai manusia. Aku tidak ingin kau kecewa jika apa yang kau nginkan dari ku tidak bisa kau dapatkan. Bukanya aku tidak menghendaki itu, anak itu juga urusan Tuhan. Jika misal aku tidak bisa memberikan mu keturunan, aku juga tidak ingin kau memperlakukan aku seperti Reyhan. Tujuan ku menikah lagi bukan untuk kembali tersakiti tapi aku merasa kau pria yang lebih baik dari suami ku sebelumnya. Aku menikah untuk mencari pendamping hidupku. Bagaimanapun aku masih butuh seseorang untuk ada di samping ku."

__ADS_1


"Deal Andrea. Terlepas aku bisa punya anak atau tidak dengan mu nanti. Aku akan tetap bersama mu. Toh aku akan anggap anak anak mu seperti anak ku juga."


__ADS_2