
"Kau sedang apa Rey," tanya Andrea begitu dia sudah selesai dari kamar mandi dan mendapati Reyhan melucuti baju dan celananya. Menyisakan celana boxernya. Sehingga Andrea bisa melihat badan suaminya yang kini terlihat sedikit kurus, namun masih tetap terlihat kekar.
"Karena akan pergi dengan mu maka aku akan ganti baju dulu. Tapi sebelumnya aku mandi dulu ya,"
"Jadi kau belum mandi dari tadi?" Andrea nampak menggerutu.
"Kan tadi aku habis meeting langsung masak sayang, dan setelah itu menunggu mu di teras. Jadi aku belum sempat mandi." jelas Reyhan.
"Jangan lama lama, aku tidak suka membuat orang menunggu. Aku sudah buat janji dengan Dokter Kirana jam 7 malam. Sekarang sudah jam 6 Rey."
"Aku tidak akan lama sayang. Tunggu ya." tutur Reyhan kemudian ia bergegas ke kamar mandi.
"Aku turun dulu kalau begitu,"
"Jangan, tangga nya curam Dea. Kita turun sama sama, aku tidak lama mandi nya. Pokoknya tunggu aku." perintah Reyhan.
Setelah beberapa saat, Reyhan keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang ia lilitkan di pinggang nya. Saat itu Andrea masih nampak berdiri saja, sambil bersedekap.
"Kenapa tidak duduk di ranjang. Malah berdiri saja." celoteh Reyhan sambil mengusap usap rambutnya yang masih basah, sambil berjalan ke arah lemari pakaian.
"Ambil baju mu dan ganti baju lah di kamar mandi." perintah Andrea, dan hal itu membuat Reyhan terkekeh.
"Kita ini masih suami istri Andrea sayang. Kita pasangan halal. Aku ganti baju di harapan mu kan sudah biasa, apa lagi kau ganti baju di harapan ku, aku sering melihat mu." goda Reyhan.
"Cukup Rey, jangan bahas itu." tukas Andrea nampak malu.
Namun ternyata Reyhan benar-benar sedang menggoda Andrea. Saat Andrea masih berdiri memperhatikannya tiba tiba ia melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya begitu saja. Reyhan melepaskan handuk nya dan membuang asal handuk ke atas tempat tidur. Dan hal itu langsung membuat Andrea melongo.
"Rey," pekik Andrea dan spontan ia pun kemudian membalikan badan. Sedangkan Reyhan sendiri merasa puas sudah mengerjai Andrea melihat diri nya yang polos.
"Bahkan kita sudah 9 tahun menikah Andrea, dan tahun ini adalah tahun ke 10 pernikahan kita. Kamu masih kaku saja dengan ku. Padahal kau sudah melihat semua bagian tubuh ku, begitupun diri ku, sudah hafal dengan tubuh mu." ucap Reyhan sambil mengenakan pakaian yang ia sudah ambil dari lemari.
"Masa masa itu beda dengan masa sekarang Rey. Setiap orang berubah, dan itulah yang terjadi pada ku dan juga diri mu." jawab Andrea yang masih membelakangi Reyhan.
"Ya kau benar, Aku yang sudah berubah, dan kau tidak. Aku sadar sekarang, jika cinta ku sesungguhnya hanya pada mu Andrea. Aku hanya mencintai mu, semakin ke sini aku semakin sayang pada mu. Aku khilaf, maafkan aku."
"Apa kau sudah selesai berpakaian?" tanya Andrea yang selalu saja mengalihkan pembicaraan
"Sudah sayang,"
Kemudian Andrea berbalik, dan kini Reyhan sudah berpakaian rapi.
"Kita jalan sekarang."
Dan sore itu dengan di temani Reyhan, Andrea mengecek kandungan ke dokter Kirana. Dokter kandungan langganan yang juga adalah teman akrab nya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Beberapa Minggu setelah nya.......
Reyhan sangat bersyukur dan senang, usaha yang ia lakukan untuk makin dekat kembali dengan sang istri sepertinya sedikit membuahkan hasil. Kini intensitas komunikasi antara dirinya dan juga Andrea terjalin cukup baik. Walau Andrea masih tetap irit bicara dan terkesan menjaga jarak.
Reyhan kini juga semakin semangat dalam membangun perusahaannya yang baru. Setiap hari siang dan malam ia bekerja keras. Hari hari nya selalu di sibukkan di depan laptopnya, membuat disain disain gambar serta semangat juga dalam mengerjakan projects pesanan.
__ADS_1
Dan di siang hari, biasanya dia keluar untuk meeting bersama klien jika proposal nya di setujui.
Semakin hari Reyhan semakin sibuk.
Dan hari itu, di sebuah restoran setelah ia selesai meeting, Reyhan yang hendak pergi ke toilet tiba tiba menabrak seseorang. Bahkan, tabrakan itu membuat seseorang itu terhuyung. Dan dengan gerakan cepat, Reyhan menangkap tubuh seseorang itu. Betapa terkejutnya Reyhan saat mengetahui siapa yang bertabrakan dengannya.
🌹🌹🌹🌹🌹
Rooftop gedung......
"Apa kabar mas," tanya Nala dengan suara tercekat.
"Baik Nala, kamu sendiri. Bagaimana kabar mu?" tanya Reyhan ramah. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah terakhir bertemu di Penthouse. Dimana saat itu Reyhan menalak Syanala Arunika.
"Kabar ku juga baik." jawab Nala singkat. Nala bicara hampir tidak mau menatap wajah Reyhan. Karena jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih mencintai mantan suaminya itu. Walau mereka hanya menikah secara siri dan dengan tempo waktu yang singkat, Nala nyatanya begitu mencintai Reyhan. Dan rela menjadi istri kedua yang di rahasiakan.
Dan sepertinya pertemuannya dengan Reyhan saat ini sudah mengusik kembali kedamaian hati Nala yang selama ini berjuang melupakan pria itu.
Nala sadar cintanya itu salah. Jika dulu dia tidak bisa menggunakan akal sehat nya mencintai pria beristri. Kini Nala sadar, mencintai pria yang sudah beristri hanya membuat diri nya kembali hina.
Apakah Nala akan melakukan itu yang kedua kalinya ?
Dan sejujurnya saat ini, Nala benar benar telah berdebar kembali hatinya saat bertemu dengan Reyhan.
"Tingal di mana sekarang kamu? tanya Reyhan merasa penasaran di mana sekarang Syanala tingal. Karena pasca kejadian di Penthouse Reyhan sempat mencari Nala di kediaman orang tua nya. Namun dia tidak ada di sana. Justru rumah itu telah di sewa kan.
"Mas tidak perlu tau aku tingal dimana. Mas sendiri, bagaimana?
"Aku di usir oleh Andrea. Sekarang aku tingal di ruko yang aku fungsi kan sebagai rumah dan kantor. Aku merintis dari awal lagi sekarang." tutur Reyhan.
"Kamu juga Nala." jawab Reyhan. Saat namanya di sebut Reyhan, entah kenapa hati Syanala merasa hangat. Dan kini memori Syanala berkelana ke masa masa dirinya dan Reyhan masih menjadi suami dan istri.
Dia mengingat bagaimana cara Reyhan memperlakukannya dengan sangat baik. Dan tanpa Nala sadari, ia telah bertraveling pada masa masa keintiman yang pernah ia lakukan bersama Reyhan, baik di Penthouse maupun di kantor. Tidak hanya itu, Nala juga mengingat bagaimana Reyhan selalu memuji masaknya yang selalu di bilang enak oleh Reyhan.
"Nala," pangil Reyhan, kemudian Nala pun tersadar kembali.
"Ia mas,"
"Aku minta maaf pada mu ya. Aku sudah banyak janji dan semua janji itu tidak ada yang ku tepati. Aku banyak salah terhadap mu Nala. Aku harap kau mendapatkan seseorang yang lebih baik dari ku."
"Aku sudah melupakan semua janji janji mas Reyhan. Aku sudah memaafkan mu. Aku juga minta maaf terhadap mu mas, aku sudah menjadi orang ketiga yang merusak rumah tangga mu."
🌹🌹🌹🌹🌹
Sepulangnya dari tempat kerja, Nala langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Pikiran kembali berputar-putar. Pertemuannya kembali dengan seseorang yang masih ia cintai membuat hati Nala gundah gulana saat ini.
Padahal ia sudah berusaha untuk melupakan Reyhan. Tapi moment tidak sengaja dirinya kembali bertemu dengan Reyhan membuat hati nya kembali lara.
Jauh di lubuk hati yang paling dalam, ia memang masih menaruh hati pada pria yang sudah berkeluarga itu. Walau ia masih mencintai Reyhan, Nala tak ada maksud untuk mencoba menjalin komunikasi dengan Reyhan lebih lanjut. Karena itu sama saja ia mengulang skandal itu.
"Kenapa harus kamu mas, lelaki yang membuat aku gugup. Kenapa sampai saat ini kamu masih membuat tubuhku bereaksi. Kenapa kita harus bertemu lagi. Tapi sepertinya sekarang kau sudah banyak berubah mas, kau sangat menjaga jarak pada ku. Semoga kau dan Mbak Andrea kembali menjadi pasangan suami-istri yang harmonis."
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Di Ruko.....
Reyhan nampak termenung di ruang kerjanya. Pertemuan tidak sengaja antara dirinya dan juga Nala membuat Reyhan tidak konsentrasi untuk mengerjakan projects nya.
"Nala, aku sungguh merasa bersalah pada mu. Aku seakan-akan telah menjadi lelaki yang tidak bertanggung jawab. Aku hanya bisa mengucapkan kata maaf untuk mu Nala." ucap Reyhan dalam hati, yang saat ini tengah memuji Syanala Arunika, mantan istri siri nya.
Flashback On
"Mas, boleh aku bertanya?" tanya Syanala pada Reyhan. Nala saat itu berbaring dengan meletakkan kepalanya ke bahu Reyhan. Mereka sama sama sedang berbaring di atas tempat tidur di Penthouse.
"Tanya apa sayang." ucap Reyhan sambil mengelus punggung Nala yang terexpose itu dengan tangannya dari belakang.
"Ini soal mas dan Mbak Andrea?" mendengar itu, Reyhan kemudian menatap wajah Nala yang berjarak sangat dekat dengan wajahnya itu.
"Apa yang ingin kau tau?"
"Kenapa mas Reyhan berani menduakan Mbak Andrea. Padahal mbak Andrea tipe wanita yang sempurna. Dia cantik, pintar, seorang ibu, wanita karier, seorang CEO dan banyak lagi kelebihan yang pantas di sematkan pada diri mbak Andrea. Jika di bandingkan aku, aku tidak apa apa nya mas. Tapi kenapa mas masih menduakan Mbak Andrea."
"Sekarang aku balik bertanya pada mu Nala, apa alasan mu mau aku nikahi siri?"
"Jangan balik bertanya dan mencoba mengalihkan perhatian mas." tanya Nala seketika berwajah muram, karena pertanyaan tidak di jawab oleh Reyhan malah Reyhan bertanya pada nya. Sambil memainkan kancing baju kemeja Reyhan, Nala nampak kesal. Reyhan hanya terkekeh dan ia merasa gemas dengan istri sirinya itu.
"Kamu jawab dulu pertanyaan ku Nala, baru aku akan menjawab pertanyaan mu. Kenapa kau mau aku nikahi secara siri?"
"Ya karena aku mencintaimu mu mas," jawab Syanala tegas.
"Itulah jawabannya. Aku pun demikian, karena aku juga cinta sama kamu."
"Tapi pertanyaan ku, kenapa mas tega mendua? jawaban Mas tidak membuat ku puas." Reyhan makin gemas pada Nala, kemudian ia mengecup kening Nala dalam dalam.
"Bukankah lelaki boleh menikah dengan lebih dari satu. Aku mencintai Andrea, walau hubungan kami saat ini sedang tidak baik, dan aku juga mencintaimu." mendengar itu, kemudian Nala berfikir.
"Jika suatu saat mbak Andrea tau tentang status hubungan kita dan dia tidak bisa menerimanya, bagaimana mas?"
"Andrea pasti akan menerima mu."
"Jangan terlalu percaya diri mas, justru aku rasa mbak Andrea tidak akan menerima status kita. Jika itu terjadi apa yang akan mas Reyhan lakukan."
"Percayalah pada ku Nala, aku bisa mempertahankan kalian berdua."
"Jawab pertanyaan ku satu ini dengan jujur mas, andai mas Reyhan di suruh memilih, kau pilih aku atau mbak Andrea."
"Nala, pertanyaan apa itu. Tidak ada di antara kalian yang akan menjadi barang pilihan. Aku yang memilih kalian. Jika aku di suruh memilih, maka jawaban ku adalah, aku tidak akan memilik, karena aku akan mempertahankan kalian berdua."
flashback off
Reyhan kemudian bangkit dari kursi nya dan kemudian mengusap wajahnya.
"Ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan pada Andrea dan juga Syanala. Aku benar-benar lelaki brengsek."
Syanala Arunika
__ADS_1
Reyhan Aditya Dimitri