
Di sebuah sudut ruangan restauran, sebuah keluarga nampak terlihat begitu bahagia. Menikmati sajian hidangan yang telah di pesan sambil mengobrol penuh kehangatan dan keakrapan.
Reyhan seperti bisa selalu membantu putera nya makan. Isabella duduk di sebelah Andrea. Gadis itu terlihat bahagia, lebih banyak bicara dan bercerita. Isabella selalu antusias ketika kedua orangtuanya meluangkan waktu untuk melakukan kebersamaan seperti malam ini.
"Daddy dan Mommy terlihat berbeda, kalian terlihat sangat akrab dan ceria. Hal yang jarang Bella perhatikan dari Mommy dan Daddy." ujar Bella, setelah ia tadi mengamati gerak-gerik kedua orangtuanya yang terlihat akrab.
"Memangnya apa yang kau perhatian dari Mommy dan Daddy Bell's?" tanya Andrea menyelidik.
"Kalian terlihat beda." ucap Isabella sambil menatap Reyhan dan Andrea bergantian. Sedangkan Andrea dan Reyhan saling tatap penuh cinta.
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin Daddy tunjukkan pada mu Bell's. Sesuatu yang Daddy harap, bisa membuat mu lega dan tentu nya juga bisa membuat mu bahagia dan bangga pada Mommy dan Daddy."
"Apa kalian merencanakan sesuatu?" sergah Isabella.
"Alden, duduk lah lebih dekat dengan kakak mu, dan liat ini baik baik ya anak anak Daddy."ucap Reyhan kemudian ia mengeluarkan ponsel milik nya dari dalam saku jasnya. Kemudian Reyhan nampak mencari sesuatu di galeri ponselnya.
"Simak baik baik ya Bell's dan kau juga Alden, ini adalah kebenaran. Bukan sekedar rekaman." tutur Reyhan yang kemudian memutar sebuah video.
__ADS_1
"Oke, let's see." ucap Isabella.
Kemudian, memperlihatkan video acara kejutan yang ia berikan pada Andrea, tentang lamaran itu pada anak anak nya. Isabella nampak serius menyaksikan video tersebut. Sedangkan Alden hanya berexpresi biasa saja.
Mungkin karena dia anak laki laki yang cenderung kurang expresif dan juga baru berusia 7 tahun makanya Alden melihat video itu dengan expresi datar. Dari kecil Alden juga sudah terbiasa dengan kehidupan kedua orang tua nya yang terpisah. Makanya Alden tidak terlalu antusias. Cuma sekedar menonton, tapi ia malah tertawa dan mengomentari kedua orang tuanya saat Reyhan dan Andrea di semprot pake air.
Namun expresi berbeda di tunjukan oleh Isabella, kedua matanya kini sudah berkaca-kaca. Hidung nya sudah kembang kempis. Menahan rasa haru bercampur rasa bahagia yang membuncah di dalam hati nya.
Karena selama ini, hal itulah yang di cita cita kan Isabel. Ia menginginkan kedua orangtuanya bersatu. Dan malam ini, di acara makan malam ini, Ia menyaksikan itu.
"Mom, Dad, apakah ini benar." ucap Isabella dengan sudah berlinang air mata.
"Ia Bell's, itu bener. Daddy melamar Mommy, dan kami akan segera menikah kembali." ujar Reyhan sambil memegang tangan Andrea yang ada di atas meja kala itu.
"Aku sayang kalian berdua," ucap Isabella yang kemudian berinsut dari kursi nya dan berjalan ke arah Andrea.
Andrea adalah orang pertama yang Isabella peluk. Mendapat dekapan erat dari Isabella, hati Andrea pun kian terharu.
__ADS_1
"Aku mencintai mu Mom, akhirnya Mommy dan Daddy akan bersatu kembali. Itu hal yang paling membuat Isabel bahagia." tutur Isabella sambil masih memeluk Andrea.
"Maafkan Mommy Bells, Mommy yang banyak salah sama kamu. Dan maaf kan Mommy dulu sangat egois bercerai dari Daddy. Sekarang, Mommy dan Daddy akan menikah. Dan kita akan kembali bersama, kembali beranda dalam satu rumah."
Andrea kemudian meraih wajah Isabella, menangkupnya dengan kedua tangannya. Dan mencium kedua pipi anak perempuan itu. Dan Isabella dengan tatapan mata yang masih berkaca-kaca pun tersenyum pada Andrea.
"Mommy adalah ibu terbaik, dan wanita paling cantik yang pernah aku temui. Thanks Mom sudah mau menerima Daddy Rey kembali."
"Sama sama sayang, Alden, mau peluk Mommy juga tidak." ucap Andrea yang kemudian mengalihkan perhatiannya pada anak laki-lakinya.
"I love you Mommy." empat kata itu terlontar dari bibir nya. Tapi empat kata itu sudah mewakili banyak perasaan. Alden kemudian turun dari kursi dan berjalan kearah Andrea. Andrea pun menyambut hangat kedatangan Alden.
"My son, terimakasih sudah hadir dalam hidup Mommy Al." ucap Andrea yang kemudian juga menciumi kedua pipi gembul Alden.
"Hemmmmm, ngk ada yang mau peluk Daddy ni," seloroh Reyhan yang merasa terabaikan.
Isabella dan Alden yang tadinya berada dalam pelukan Andrea kemudian beralih menghamburkan diri ke pelukan Reyhan. Yang memang sudah siap untuk menerima kedatangan anak anak nya.
__ADS_1
Saat Isabella dan Alden sudah merangsek ke pelukan Reyhan. Dengan satu kali dekapan, Reyhan memeluk kedua anaknya dengan perasaan yang juga penuh haru serta bahagia. Karena kini, ia kembali bisa menjadi nahkoda untuk keluarga kecil nya.