Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Cek kandungan


__ADS_3

"Semua dalam kondisi baik dan normal. Liat baby nya sangat mengemaskan." ucap dokter Karina yang kini tengah memeriksa kandungan Andrea di ruang praktek nya.


"Beratnya sudah 3.5 kilo gram. Dia nampak sehat siap untuk melihat dunia dalam beberapa minggu kedepan." ucap dokter Karina lagi sambil menunjuk ke arah layar monitor dimana ia kini masih memeriksa perut besar Andrea dengan sebuah alat transducer. Sebuah alat yang biasanya di gunakan untuk mendeteksi kondisi janin di dalam kandungan sang ibu.


Reyhan berdiri di samping Andrea pun sangat tajub melihat calon anak laki-lakinya yang terekam dalam layar monitor di alat USG itu.


Begitupun Andrea, dia nampak terharu. Terlepas dari bagaimana ia bisa hamil lagi anak ke dua nya ini. Tetap saja Andrea merasa bersyukur dan sangat mencintai bayi yang masih ia kandung tersebut. Apalagi bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Dirinya menaruh harapan besar pada sang putera.


Kelak dialah yang akan mengantikan posisinya dalam mengelola perusahaan.


Setelah pemeriksaan selesai, Andrea yang di bantu oleh Reyhan turun dari tempat pemeriksaan. Kemudian setelah itu, Andrea beralih duduk di sebuah kursi.


"Karena kau berniat melahirkan secara normal ada banyak tips tips yang bisa aku sarankan untuk mu Andrea. Agar kau bisa melahirkan secara normal yang aman dan lancar." tutur sang dokter.


"Apa saja tips nya?" Andrea bertanya dengan sangat antusias pada Karina.


Dulu saat melahirkan anam pertamanya Isabella, Andrea melahirkan dengan operasi cesar. Dan saat ini ia berkeinginan untuk melahirkan putra nya dengan cara normal. Karena ia ingin merasakan bagaimana rasanya melahirkan secara normal.


Reyhan yang ada duduk di samping Andrea pun ikut dengan seksama mendengarkan saran saran dan tips tips yang di berikan oleh dokter Karina.


"Kau harus bahagia jelang persalinan. Dan kau Rey, kamu harus siap siaga mendampingi Andrea di hari hari jelang persalinan. Pastikan ia mengusumsi makanan yang sehat dan jaga kebugaran tubuh mu Andrea. Dan yang terakhir, ini tips yang bisa membuat mu juga bisa lebih mudah mejalani persalinan nanti. Tips ini ku rasa kalian sudah paham."


"Maksud mu apa aku sudah paham. Aku bukan dokter, justru aku sedang ingin tau tips tips agar aku bisa melahirkan normal yang aman dan lancar?" tutur Andrea. Kemudian dokter Karina tersenyum


"Tips terakhir yang bisa aku sarankan untuk mu adalah dengan melakukan berhubungan badan di hari hari mendekati persalinan." dan perkataan dokter Karina pun sontak membuat Reyhan dan juga Andrea terbengong.


"Ha, tips apa itu." keluh Andrea tak percaya.

__ADS_1


"Apa ia dengan bercinta akan membuat persalinan jadi lancar? Yang benar saja."


"Ya, jangan salah Andrea. Melakukan hubungan **** jelang persalinan itu baik untuk mu. Karena itu bisa berpotensi juga untuk memperlancar persalinan. Sebab ****** yang mengandung prostaglandin berperan menyiapkan leher rahim untuk mempersiapkan persalinan. Selain itu orgasme juga di percaya untuk memicu kontraksi. Memicu payudara yang akan memproduksi ASI dan juga dapat memicu keluarnya hormon oksitosin." jelas dokter Karina panjang lebar.


Namun hal itu malah membuat Reyhan dan juga Andrea canggung.


Bagaimana mereka bisa melakukan itu. Sedangkan sejak terakhir mereka melakukan itu adalah di Penthouse, yang akhirnya membuat Andrea positif hamil setelah 5 tahun lamanya sejak kelahiran anak pertama mereka Elizabeth Isabella Dimitri.


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah selesai cek kandungan, kini Andrea dan juga Reyhan berada dalam satu mobil kembali untuk sama sama kembali ke rumah.


Di dalam mobil Andrea lebih banyak diam. Sedangkan Reyhan nampak sedikit lebih sibuk dengan berbagai pangilan telepon yang masuk ke ponselnya.


Sesekali Andrea nampak melirik kearah Reyhan. Dalam hatinya, ia merasakan sebal pada pria yang duduk di sampingnya itu. Tapi di lain sisi ia juga masih menaruh hati pada pria itu. Pria yang sudah memberikan ia seorang putri dan sebentar lagi ia kan memiliki putra.


"Kau yakin akan melahirkan dengan normal?" tanya Reyhan, sesuai dia menutup pangilan telepon yang masuk.


"Tapi kau akan merasakan sakit Andrea."


"Bukankah itu hal wajar. Aku siap dengan rasa sakit itu." ucap Andrea sambil mengusap perutnya, kemudian ia tersenyum saat bayi yang masih di dalam kandungan nya itu bergerak bahkan menendang perut besarnya.


"Sabar sayang. Sebentar lagi mommy bisa liat kamu. Kita akan bersua."


Renyah yang menyaksikan itu menjadi ikut hangat hati nya. Kemudian dengan spontan tangan Reyhan terulur dan meletakkan tangannya ke perut Andrea. Tepat di mana bayi mereka tadi bergerak.


"Daddy juga sudah tak sabar mengedong mu sayang." tidak hanya memegang perut Andrea Reyhan juga kini mencium perut Andrea.

__ADS_1


"Siapa yang izin kan kau mencium perut ku." tuduh Andrea.


"Aku mencium putra ku. Bukan perut mu." Reyhan berkilah.


"Kau pintar beralasan."


"Jadi, ngomong ngomong. Apakah kita akan melakukan saran yang di berikan dokter Karina."


"Saran yang mana?" tanya Andrea.


"Masa kau lupa. Saran yang tadi dia bilang, jika persalinan mu akan lebih lancar bila kita,"


"Jangan harap Rey. Aku tidak perlu melakukannya itu dengan mu." ucap Andrea, yang kini paham, kemana arah pembicaraan suaminya itu.


"Jangan terlalu kaku dengan ku Andrea. Kita bukan orang lain. Kita sudah kenal sejak kecil, aku tau kebiasaan mu dari hal yang terkecil sekalipun. Tapi sekarang seolah-olah kau asing bagi ku. Hampir saja aku tidak mengenali mu."


"Setiap orang berubah Reyhan Aditya. Dan berubah seseorang menjadi apa, itu tergantung bagaimana seseorang di sekelilingnya memperlakukannya. Bagi ku kau juga orang asing saat ini. Aku sudah kehilangan Reyhan ku yang dulu." mendengar itu Reyhan pun menghela nafas panjang.


"Aku tidak berubah Andrea. Aku masih sama seperti dulu. Aku mencintai mu, bahkan cinta ku sekarang untuk mu makin tumbuh."


"Tapi sebaliknya Rey. Aku semakin ingin melupakan mu." jawab Andrea tegas.


"Tidak bisakah kita memulai ini dari awal. Apa yang harus aku lakukan demi bisa mengembalikan kepercayaan mu sayang." Reyhan berucap sambil menggenggam tangan Andrea erat erat.


"Akan lebih baik jika kita sendiri sendiri."


"Tapi aku tidak ingin. Aku ingin kita tetap mempertahankan pernikahan kita."

__ADS_1


"Pernikahan kita sudah cacat Rey. Aku orang yang keras kepala. Setelah ia lahir, aku akan kembali mengugat mu."


Mendengar itu Reyhan pun tak bisa berkutik lagi.


__ADS_2