
Mobil Range Rover warna hitam berhenti tepat di Lobby gedung perkantoran tempat Andrea bekerja. Reyhan yang masih duduk di kursi kemudi menunggu kedatangan Andrea dengan perasaan yang sudah sangat tidak sabar. Dia berharap kejutan makan malam yang ia rencanakan bisa membuat Andrea semakin percaya pada dirinya.
Pendekatan itu Reyhan kembali perlihatkan pada Andrea demi menunjukkan rasa cintanya pada wanita yang telah memberikan dia putri itu.
"Rey, sorry sudah membuat mu menunggu." ucap Andrea, begitu ia masuk kedalam mobil dan kemudian melabuhkan ciuman sayang di pipi Reyhan.
"Tidak masalah sayang." Reyhan berucap sambil merekah kan senyumnya. Kemudian Reyhan memasangkan sabuk pengaman untuk Andrea."
"Terimakasih," Andrea tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari suami nya.
Beberapa saat setelah mereka menempuh perjalanan sekitar 15 menit, sampailah mereka di tempat yang di tuju.
Reyhan membawa Andrea ke sebuah Hotel berbintang di pusat kota. Di sana Reyhan telah melakukan reservasi dinner romastis di rooftop, yang terdapat di gedung tersebut.
"Mau apa kita ke sini Rey?" tanya Andrea penasaran.
"Surprise," jawab Reyhan yang kini sudah berjalan di samping Andrea sambil menggenggam erat tangan sang istri. Kemudian Reyhan mengandeng tangan Andrea berjalan menuju lift. Setelah mereka berdua masuk kedalam lift, Reyhan menekan tombol lantai paling atas di gedung tersebut.
"Bahkan aku masih mengenakan baju kantor Rey," keluh Andrea.
"Kau tak perlu pakai pakaian yang seksi sayang. Aku tidak akan terima orang lain melihat kemolekan tubuh mu. Aku hanya perlu kebersamaan dengan mu malam ini. Sudah lama kita tidak night out."
Tak lama kemudian, sampailah mereka ke ruangan yang telah Reyhan pesan.
Kini Reyhan dan juga Andrea sudah duduk saling berhadapan. Suasana yang sepi, pencahayaan lampu yang temaram, buket bunga dan dekorasi spesial menghiasi meja mereka kala itu. Meja yang sudah di reservasi sebelumnya oleh Reyhan, makan malam romantis kali ini memang ide nya.
"Aku suka tempat ini, sangat privasi dan romantis." Andrea berucap, terlihat sangat senang dan menikmati kejutan yang di buat suami nya.
"Syukurlah jika kau suka. Sudah lama kita tidak melakukan hal hal yang membuat hubungan kita makin erat. Aku berjanji pada mu Andrea, aku akan berusaha menjadi suami dan Daddy yang baik untuk mu dan juga Bella." Reyhan meraih tangan Andrea dan kemudian mengecupnya. Andrea memandangi Reyhan dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
"Terimakasih Rey, aku hargai usaha mu. Ini sangat manis."
Kemudian acara makan malam pun di mulai. Seorang pelayan kini tengah menyiapkan sajian hidangan makanan yang sudah di pesan juga sebelum nya oleh Reyhan. Dan semua makan yang di pesan malam itu semua makanan kesukaan Andrea.
Baik Andrea dan juga Reyhan begitu menikmati acara makan kala itu.
"Rey, bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu. Tapi kau harus jawab jujur." perkataan serius Andrea membuat Reyhan terpaku.
"Mau tanya apa sayang?" tanya Reyhan penasaran. Andrea nampak menghela napas dalam, kemudian ia menatap wajah Reyhan serius.
"Rey, aku menemukan sesuatu di laci meja kerja mu tempo hari. Maaf jika aku sudah lancang. Sejujurnya aku ingin tanyakan itu pada mu kemarin,"
"Kau menemukan apa sayang." tanya Reyhan penasaran.
"Aku menemukan ada beberapa kemasan alat kontrasepsi di laci mu."
Deg
Wajah Reyhan pun kini berubah pias, saat Andrea menanyakan hal itu. Bagaimana bisa sampai Andrea tau jika dia menyimpan beberapa ****** di laci nya. Dalam hati, Reyhan mengumpat kesal pada dirinya sendiri. Karena dia telah lalai menyimpan benda itu di laci nya.
"Untuk apa alat kontrasepsi itu ada di laci mu Rey? Padahal selama kita menikah dan berhubungan badan, kau tak pernah menggunakan pengamankan. Sekali pun aku tak ingat jika kau memakai alat itu." selidik Andrea.
Karena tak ingin terlihat kalut di hadapan sang istri, Reyhan berusaha untuk tetap tenang dan bisa mengendalikan diri.
"Aku ingin mencoba sensasi baru sayang dengan mu. Kau tau kan, aku tertantang untuk melakukan hal baru dengan alat itu." kilah Reyhan berbohong.
"Benarkah?" ucap Andrea mendelik kearah Reyhan. Seperti sedang menyelidik perkataan suami nya. Kemudian Andrea meneguk wine yang sudah terisi di gelas nya.
"Apa kau kan mempraktekkannya?" tanya Andrea.
"Aku sudah cek in di hotel ini untuk kita." tantang Reyhan. Kemudian Andrea tersenyum.
"Satu lagi pertanyaan yang sangat ingin aku tanyakan pada mu Rey."
"Tanyakanlah."
__ADS_1
"Kenapa kau tiba-tiba berubah jadi sangat romantis. Padahal kau mendiamkan aku selama beberapa bulan waktu itu. Di balik perubahan sikap mu, jujur saja aku bigung,"
"Bukankah sebuah hubungan memang mengalami pasang surut cemesty Dea. Dan bukankah aku sudah mengakui kesalahan ku. Kenapa kau masih ingin membahasnya?"
"Wanita itu peka Rey, wanita yang sangat mencintai pasangannya kadang bisa merasakan perubahan-perubahan yang di alami pasangannya."
"Dan jujur aku merasakan itu terhadap mu. Ku akui, aku memang sibuk. Tapi selama ini, aku selalu berusaha untuk tetap ada untuk mu dan juga untuk Bella."
"Saat kau mengabaikan ku beberapa bulan lalu, aku berfikir Rey, apa ada yang salah dengan ku. Dan dari sana aku berusaha untuk bisa selalu pulang kantor tepat waktu, mengantar Bella ke sekolah dan makan malam di rumah. Tapi apa kau tidak menyadari, jika kau yang sebenarnya sangat sibuk dengan aktivitas mu. Kau juga sering pulang malam. Di saat kau mengeluh lelah aku pun juga lelah. Tapi saat kau menuduh ku tidak perhatian dengan keluarga itu membuat aku sakit hati. Tapi sekarang aku sudah melupakanya. Karena kau sudah minta maaf. Tapi bolehkah aku bertanya dan tolong jawab dengan jujur. Kau tidak sedang menduakan aku kan?"
Mendengar itu Reyhan diam membeku, tak mengalihkan pandangannya ke arah mata Andrea. Dan setelah beberapa saat, Reyhan berucap.
"Apa kau sudah tak percaya pada ku Dea?"
"Aku percaya pada mu Rey. Aku percaya kau tak menduakan aku kan?"
Andrea lagi lagi balik bertanya. Reyhan menghela nafas panjang, dan kembali menatap ke arah Andrea, dan begitu pula sebaliknya.
"Aku tidak menduakan mu Dea. Aku tidak berbohong. Aku hanya mencintai mu." jawab Reyhan lembut.
"Oke, aku pegang itu Rey. Tapi jika kau terbukti mendua, kau pun juga harus siap menerima konsekuensinya. Aku bukan tipe wanita yang bisa berbagi suami. Aku tidak se bijaksana itu."
"You the only one" ucap Reyhan lagi. Kemudian ia meraih tangan Andrea yang ada di meja, kemudian mengecup nya lembut.
"Mau berdansa, musik nya sudah di mulai." ucap Reyhan mencoba mengalihkan topik pembahasan. Tapi Andrea menyetujui itu.
Dan kini, Reyhan menuntun Andrea menuju lantai dansa. Dan dengan di iringi musik, mereka berdansa selaras dengan irama musik yang kini sudah mengalun indah.
Dengan melakukan gerangan santai, pasangan suami-istri itu saling berpelukan. Menikmati keintiman dan juga romantis san kala itu.
"Aku mencintaimu Reyhan, cinta ku dari dulu untuk mu tak pernah berubah. Aku sungguh mencintai mu" ucap Andrea menatap wajah sang suami.
"Aku juga mencintaimu." Kemudian Reyhan mendekatkan wajahnya ke wajah Andrea. Dan melabuhkan satu ciuman ke bibir Andrea. Andrea pun kini sudah menagkup wajah Reyhan dengan kedua tangannya. Akhirnya dengan saling bertukar saliva, Reyhan dan Andrea menikmati ciuman demi ciuman.
"Mau ke kamar hotel sekarang." tanya Reyhan menarik wajah nya, saat mereka masih asik berciuman.
__ADS_1
"Oke, tapi kita harus kembali ke rumah tengah malam nanti, takut besok pagi Bella mencari ku." pinta Andrea.
"Apapun yang kau inginkan sayang." jawab Reyhan. Dan kini mereka berdua meninggalkan rooftop dan berjalan menuju kamar hotel yang juga sudah di pesan oleh Reyhan.