Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
New Zealand ( Selandia Baru )


__ADS_3

Setelah meminjam uang dari Metthew untuk membeli tiket ke New Zealand. Reyhan kini sudah berada di bandara internasional Soekarno-Hatta dengan di antar taksi. Taksi adalah kendaraan andalannya saat ini. Karena ia tidak punya mobil lagi. Satu satu nya mobil mewah yang ia miliki ikut tersita untuk menutupi hutang piutang perusahaan saat perusahaannya bangkrut.


Dan Reyhan sama sekali tidak meratapi nasib buruk yang menimpanya. Ia sudah benar-benar iklas perusahaannya jatuh ke tangan Andrea. Dan saat ini ia tengah berjuang kembali membangun perusahaannya yang baru.


Demi mendapatkan kembali hati sang istri Reyhan akan melakukan apapun. Seperti saat ini, ia tengah bersiap pergi ke New Zealand, tempat di mana kini Andrea dan juga sang putri kesayangannya Isabella berada.


New Zealand adalah negara tempat di mana ke dua orang tua Andrea tinggal. Semenjak mertua nya itu sakit sakitan, urusan perusahaan semua di serahkan pada Andrea. Karena Andrea adalah anak tunggal.


Dan di New Zealand, orang tua Andrea juga punya usaha keluarga yaitu peternakan domba dan sapi, yang di kelola oleh pamannya.


Setelah menempuh kita kira 10 jam perjalanan pesawat kelas ekonomi dari bandara internasional Soekarno-Hatta ke bandara Auckland, akhirnya Reyhan tiba di New Zealand. Auckland adalah bandara internasional terbesar dan tersibuk di negara yang terkenal dengan penghasilan susu terbaik dunia itu.


Dari bandara Auckland Reyhan memilih melanjutkan perjalanan melalui jalan darat menuju ke Kota Wellington. Kota di mana mertua nya tingal dan di mana Andrea sengaja menjauhi nya saat ini.


Dan akhirnya jelang sore hari Reyhan sampai juga di kediaman mertuanya Wellington.



Sebuah rumah bergaya klasik minimalis, dengan taman yang luas dan berbagai tanaman hias yang cantik di sekitar pekarangannya.


Begitu memasuki halaman rumah, Reyhan langsung di sapa oleh ke dua mertua nya, Anna Sahara dan juga Jacob Dowson. Papa mertua Reyhan adalah warga asli new Zealand sedangkan Mama nya Andrea adalah orang Indonesia.


"Hai Rey, apa kabar!" seru sang Mama mertua. Yang kemudian langsung memeluk Reyhan, menantu kesayangan.


"Baik Ma." jawab Reyhan dengan senyum manis.


"Hai Rey, kenapa baru menyusul sekarang. Kata Andrea kau ada urusan pekerjaan penting di Yunani," tanya sang Papa mertuanya. Dan tak pelak, pertanyaan sang mertua membuat Reyhan bigung dan kemudian berfikir keras.


"Hemmm. Ya Pa, Reyhan baru menyelesaikan urusan pekerjaan yang di sana." jawab Reyhan berbohong.

__ADS_1


"Masuklah dulu," ajak Anna yang nampak senang karena menantunya datang.


"Iya Ma." jawab Reyhan sambil menyeret koper yang ia bawa.


Sejenak Reyhan mengobrol bersama dengan dua mertuanya di ruang tengah sambil menikmati secangkir teh hangat dengan pendamping menu kudapan sore yang di buat sendiri oleh Anna.


"Bella dan Andrea masih di peternakan. Tadi pagi Andrea berjanji pada Bella kalau akan mengajak Bella naik kuda. Anak itu semakin pintar saja. Jika sudah punya kemauan harus segera di turuti." cerita Anna, menceritakan cucu kesayangannya.


"Tapi Andrea tidak cerita sama Mama kalau kamu mau datang Rey?" tanya Anna dengan raut wajah menyelidik.


"Reyhan sengaja membuat kejutan untuk Andrea dan juga Bella." tutur Reyhan.


"O, pantas saja Andrea tidak memberitahu Mama. Akhir-akhir ini Andrea merasa kurang sehat badannya. Mungkin itu efek dari kehamilannya di semester pertama. Jadi dia banyak berbaring saja di tempat tidur."


"Apa! Hamil?" seru Reyhan, dan hal itu membuat sang Mama mertuanya terbengong kaget.


"Jangan bilang jika kau tak tau jika istri mu itu kini tengah berbadan dua lagi Rey?"


Setelah mendengar semua penuturan dari ke dua mertuanya, jika kini Andrea sedang hamil, membuat hati Reyhan berbunga-bunga. Entah bagaimna kini ia ingin mengekspresikan ke bahagianya. Reyhan merasa sangat senang dan bahagia sekali mendengar bahwa Andrea tengah hamil lagi. Itu adalah harapan terbesar yang sangat ia inginkan.


Rasanya hati Reyhan seolah-olah ingin meledak saking senangnya ia mendengar berita itu.


"Mungkin Andrea juga ingin memberikan kejutan untuk mu Rey. Makanya dia tak memberitahukan kehamilan nya saat ini. Usia kehamilan baru menginjak 9 Minggu. Itu saja Andrea baru menyadari beberapa Minggu ini. Walaupun di sini, ia masih sibuk bekerja. Kadang ia tidak keluar-keluar dari ruang kerjanya." keluh Anna.


"Iya Ma, mungkin Dea ingin berikan Reyhan kejutan." tutur Reyhan ikut membenarkan sergahan sang Mama mertua.


Dan di dalam hati Reyhan bertanya-tanya, apakah Andrea tidak cerita tentang prahara rumah tangganya. Padahal saat ia bertekad menemui Andrea ia juga sudah siap di todong banyak pertanyaan tentang masalah rumah tangganya. Dan siap untuk menerima hujatan dan juga pukulan dari Papa mertuanya jika memang itu akan dia terima.


Tapi nyatanya tidak demikian. Mertuanya malah menyambut kedatangannya dengan hangat dan juga ramah. Berarti Andrea memang tidak cerita tentang masalah nya pada ke dua orang tua nya. Dan hal itu membuat Reyhan makin bangga dengan Andrea. Istrinya ternyata adalah seorang wanita yang kuat.

__ADS_1


"Kau pasti lelah Rey. Bawa koper mu ke kamar. Segarkan badan mu dulu, dan beristirahatlah. Mama akan siapkan makan malam spesial untuk mu. Nanti akan aku suruh Andrea memangil mu." perintah sang Mama mertua yang memang juga sangat sayang pada Reyhan.


"Iya Ma," Jawab Reyhan, kemudian ia berjalan ke arah kamarnya. Kamar yang di sediakan khusus untuk dirinya dan Andrea jika berkunjung ke Wellington.


Dan begitu ia membuka kamar, bau parfum khas sang istri langsung tercium di Indra penciumannya. Parfum yang sudah menjadi candu buat Reyhan. Yang makin membuat ia tidak sabar untuk bertemu dengan wanita yang ia telah lukai perasaannya itu.



Kamar itu di dominasi warna putih, warna kesukaan Andrea. Kamar yang itu terlihat sangat rapi. Andrea memang tipe wanita perfeksionis. Dia menyukai kerapian dan kesempurnaan dalam segala hal. Dia tidak menyukai hal hal yang tidak tertata dengan rapi. Dan dalam berpenampilan pun ia selalu mencoba untuk tampil sempurna.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Ma, bau masakan apa ini." tanya Andrea sambil mengernyitkan cuping hidungnya. Sesaat setelah ia sudah kembali dari peternakan dan kini ia masuk ke dapur.


"Hai sayang. Kau sudah kembali rupanya. Mama masak daging domba." jawab Anna yang nampak sibuk mengaduk aduk isi di sebuah panci di atas tungku kompor.


"Mama sedang memasak daging domba, kita akan makan malam special malam ini." ucap Anna sambil tersenyum misterius ke arah sang putri.


"Tidak biasanya Mama masak daging domba. Papa kan tidak mengusumsi daging lagi." tanya Andrea heran, saat Mama nya tiba tiba masak sup daging domba untuk hidangan makan malam nanti.


Tapi belum selesai berargumen, Andrea kini sudah memegang perutnya. Ia tiba tiba merasakan mual dan kini perut nya tengah bergejolak akibat bau masakan yang Mama nya buat.


"Ma, aku ke kamar dulu. Rasanya aku ingin muntah." pekik Andrea yang kini setengah berlari menuju kamarnya.


Begitu sampai di dalam kamar, Andrea langsung bergegas ke kamar mandi. Tapi ada pemandangan yang membuat mata nya kini terbelalak ketika ia baru saja membuka pintu kamar mandi. Seseorang sedang berdiri di bawah guyuran air shower. Seseorang yang kini tidak memakai pakaian itu sama terbelalak nya ke arah pintu kamar mandi yang di buka tiba-tiba.


Bahkan Reyhan yang tengah membersihkan sisa sisa busa di badannya kini diam bagai patung memandangi Andrea yang masih berdiri membeku di ambang pintu.


"Rey," pekik Andrea sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


"Hai, sayang." jawab Reyhan di bawah guyuran air shower.


Next bab InsyaAllah besok ya 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2