Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
I Love You More Than My Life


__ADS_3

Reyhan POV


"Pergilah Rey, ku rasa sudah cukup aku memberikan mu waktu dan ruang untuk menyapa putra mu." tutur Andrea yang kini sudah beranjak dari sofa. Dan kini berdiri membelakangi ku. Namun ada hal yang membuat ku tersentak kaget, dan seketika membuat hati ku menghangat. Andrea menyebutkan dia putra, apakah itu artinya janin yang Andrea kandung saat ini berjenis kelamin laki-laki. Hati ku seketika membuncah senang.


"Andrea, apakah dia berjenis kelamin laki-laki?" tanya ku penuh dengan rasa penasaran dan juga hati yang sudah terlanjur bahagia saat ia menyebut calon anak kami dengan kata putra.


"Iya, dia berjenis kelamin laki-laki." jawab Andrea beberapa menit kemudian setelah ia hanya diam saja.


Tak bisa lagi membendung rasa senang dan bahagia mendengar berita itu, aku langsung memeluk Andrea dari belakang. Aku tidak peduli ia menolak pelukan ku.


"Aku sangat senang sekali Andrea, akhirnya aku akan memiliki seorang anak laki-laki. Aku sungguh senang sekali." kata ku dengan masih memeluknya dengan erat. Kemudian aku bergerak berdiri menghadap ke arah nya. Sambil berlutut kini aku cium perut Andrea yang sudah terlihat membulat itu.


"I Love You My Baby Boy." kemudian aku mencium perut Andrea.


"Rey, sudah ya. Aku ada meeting sebentar lagi. Tolong jangan seperti ini."


Kemudian aku bangkit, dan aku masih memandangi wajah cantik Andrea dengan sangat tajub. Dia semakin terlihat cantik, bahkan lebih cantik dan tentu saja juga sangat seksi. Apa lagi kini perutnya sudah terlihat membulat. Membuat dia semakin mempesona.


"Aku mencintaimu Andrea. Aku sangat mencintai mu." ucapku, lalu aku gerakkan tangan ku untuk menyentuh pipi mulusnya. Belum sampai tangannya ini menyentuh pipinya yang sangat ku rindukan, tangan Andrea sudah menangkap tangan ku, kemudian menurunkan nya.


"Maaf Rey, aku harus ke ruang rapat sekarang. Silahkan pergi dari ruangan ku." titahnya, tanpa memperdulikan aku lagi yang masih berdiri, ia meninggalkan ruang kerjanya tanpa berkata lagi.


"Aku akan sabar menghadapi mu Andrea. Dan aku akan berjuang mendapatkan hati mu kembali. Kita harus tetap bersama."


🌹🌹🌹🌹🌹


Aku senang hubungan ku dan Andrea saat ini jauh lebih baik dari pada sebelumnya. Walau Andrea masih bersikap dingin dan menjaga jarak. Namun saat ini ia sudah mau membuka jalan komunikasi, dengan tidak lagi memblokir nomor ponsel ku. Dan sore ini kami janjian bertemu untuk mengecek kandungannya.


Dengan segera aku bereskan pekerjaan ku hari ini. Aku ingin cepat cepet menyelesaikan beberapa tugas pekerjaan yang sudah masuk.


Aku benar-benar belajar dari pengalaman hidup. Ternyata seperti ini rasanya di hukum oleh kesalahan. Bahkan keluarga ku pun tak ada yang peduli. Papa dan Mama yang yang saat ini menetap di Amerika tidak mau membantu ku dalam membangun perusahaan baru. Bahkan mereka mengancam tidak akan pergi ke Indonesia sebelum aku berhasil meluluhkan hati Andrea.


Keluarga ku semua ada di pihak Andrea, saat aku kehilagan perusahaan pun tak ada yang bersimpati pada ku.


Dan kini aku baru menyadarinya apa artinya nilai sebuah uang dan juga nilai dari sebuah kesetiaan dan juga cinta.

__ADS_1


Setelah apa yang semua sudah terjadi padaku. Aku baru memahami begitu pentingnya peran ku sebagai seorang suami dan juga seorang ayah. Saat aku melakukan kesalahan yang fatal seperti ini, Andrea dan juga anak anak ku sangat terkena dampaknya. Bahkan kini aku terancam kehilangan mereka. Dan aku tak akan membiarkan itu terjadi.


Kini Andrea membuat ku bersemangat untuk bangkit. Dia membuat ku berjuang lagi. Karena dia juga aku lebih bisa menghargai kerja keras.


Dan saat ini aku jutsru semakin mencintai dan mengilainya.


Andrea aku akan berjuang merebut hati mu kembali


🌹🌹🌹🌹🌹


Senyum ku mengembang sempurna saat melihat siapa yang datang. Aku buru buru mematikan rokok yang tengah ku hisap saat ini.


Kemudian aku berdiri menyambut nya.


Andrea datang ke ruko dengan di antara sopir keluarga yang aku juga sudah kenal.


Begitu Andrea keluar dari mobil mewah seharga hampir 1 setengah milyar itu membuat ku semakin bangga padanya. Dengan masih berbalut baju kantor, ia berjalan ke arah ku dengan wajahnya yang semakin cantik walau dengan expresi datar. Sejak tadi aku memang sudah menunggu kedatangan di teras.


"Sejak kapan kau menjadi pencandu rokok?" tanyanya begitu sudah sampe di teras. Dan sepertinya ia memperhatikan asbak yang di penuhi dengan kuntum rokok bekas pakai yang menumpuk di sana. Dan aku lupa membuangnya.


"Rokok tidak baik untuk kesehatan Rey." ucapnya lembut.


"Ia sayang. Maaf, aku akan menguraikannya." jawabku, Andrea nampak tidak suka melihat aku merokok. Apakah itu tandanya dia masih perduli dengan ku. Jika ia, berarti dia masih mencintai ku


"Kenapa kau malah tersenyum," tanya nya pada ku, dengan tatapan yang masih datar.


"Aku patah hati saat terusir dari rumah ku sendiri. Aku sama sekali tidak menangisi harta benda yang ku yang hilang. Tapi aku menderita saat jauh dari mu Andrea. Ternyata aku baru bisa merasakan sakit hati saat orang yang kita cintai tidak bisa kita gapai. Aku sakit hati karena ulah ku sendiri terhadap mu. Aku sakit hati dan benci pada diri ku sendiri. Aku menyesal melukai mu."


"Kau bau rokok sekali, sejak kapan kau menjadi pecandu rokok begitu."


"Saat aku berpisah dari mu. Saat kau sering menghilang tanpa kabar. Teman setia ku hanya rokok saat ini."


"Aku menunggu mu di mobil saja. Aku tidak suka berada di ruangan yang bau asap rokok." tutur Andrea yang kini berbalik badan hendak menuju mobil kembali. Tapi aku buru buru menahan tangannya.


"Aku tidak merokok di dalam ruangan sayang. Aku jamin, di dalam tidak ada bau rokoknya. Ayo masuk." ajak ku pada Andrea untuk masuk ke dalam ruko.

__ADS_1


"Aku tunggu di mobil saja."


"Aku sudah siapkan makanan kesukaan mu. Sebelum kau datang tadi aku sempat masak. Jika kau tak mau makan walau sedikit, aku pasti akan sangat kecewa." ucap ku memohon padanya.


"Aku buat steak daging sapi yang dagingnya super premium Lo. Kau tau kan, dengan kondisi keuangan ku yang masih pas pas san seperti ini untuk membeli daging seperti itu menjadi lumayan mahal. Jadi jika mau tak memakannya aku akan sangat sedih."


"Sejak kapan kau pandai merangkai kata gombalan Rey?"


"Aku tidak mengombal Dea, aku serius. Tawaran pekerjaan yang masuk ke kantor ku belum banyak. Untuk mendapatkan satu proyek saja, aku harus pandai-pandai melobi. Jika tidak bagaimna aku bisa bertahan hidup. Sedangkan papa mama ku dan keluarga ku memilih ada di pihak mu, mereka sama sekali tidak peduli dengan ku."


"Ya sudah, jangan banyak ber drama Rey. Aku akan makan steak nya, dan setelah itu kita cek kandungan."


Dan aku pun senang akhirnya aku berhasil lagi untuk membujuknya masuk ke ruko. Tempat di mana bangunan yang ku sewa ini aku jadikan kantor sekaligus tempat tinggal untuk ku.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Rey, aku mau ke toilet."


"Ke toilet di kamar ku saja ya. Toilet yang di bawah masih kotor. Aku belum sempat membersihkan nya. Ayo mu antar ke atas." tawar ku pada Andrea yang sudah selesai menyantap daging steak yang ku buat khusus untuk nya.


"Tidak usah aku bisa sendiri. Tunjukan saja letaknya."


"Nanti kamu bigung. Sudah ayo aku antar, lagian tangganya agak curam, aku kawatir pada kamu kepeleset."


"Ya sudah, aku sudah tidak tahan untuk buang air kecil," akhirnya Andrea setuju. Kemudian aku membiarkan dia berjalan terlebih dahulu. Sedangkan aku berjalan di belakangnya, menjaganya.


"Hari hati sayang." kata ku, sambil siap siaga di belakangnya. Setelah kami sampai di lantai dua ruko, aku membimbing Andrea menuju kamar ku. Setelah kamar itu terbuka, aku perhatikan sejenak Andrea nampak memindai seisi ruangan kamar.


"Maaf jika kamarnya berantakan. Biasalah karena aku sudah seperti seorang duda atau mungkin seorang jomblo sekarang. Apa apa sendiri, padahal kan aku sebenarnya masih punya istri." kata ku terkekeh sendiri, mencoba menyindir Andrea. Dan sepertinya ia sama sekali tidak terpengaruh.


"Kamu harus belajar mandiri mulai sekarang." jawab Andrea sambil melangkah masuk kedalam kamar.


"Aku akan sabar menunggu sampai kapanpun, sampai kau mau memaafkannya aku." dan kini kami berdua saling menatap.


"Aku ke kamar mandi dulu." ucap Andrea mengalihkan perhatian. Kemudian ia bergegas ke kamar mandi.

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan semuanya 🥰🥰


__ADS_2