Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Benarkah cinta itu telah mati???


__ADS_3

"Aku permisi ke toilet dulu," izin Reyhan, kemudian ia berdiri dan bergegas mencari letak toilet yang ada di restauran.


Ketika Reyhan permisi untuk ke toilet, ponselnya yang ia tingalkan di meja berdering. Awalnya mereka bertiga cuek dengan ponsel milik Reyhan yang berdering. Tapi sesaat kemudian, Andrea mengambil ponsel milik Reyhan dan melihat siapa yang menghubungi Reyhan.


Yang menghubungi Reyhan ternyata adalah Isabella. Sekilas, Andrea memperlihatkan layar ponsel Reyhan ke arah Julian.


"Jika mau angkat, angkat saja. Itu pangilan dari anak kalian kan." tukas Julian bijaksana.


"Kalau begitu, aku permisi sebentar ya." ucap Andrea kemudian ia juga berlalu dari meja makan.


"Bell's," sapa Andrea pada sang putri.


"Mom, Daddy di mana? kok Mommy yang angkat telpon Daddy? tanya Isabella dari sebrang telepon.


"Daddy sedang bersama Mommy, tapi Daddy tadi ke toilet. Melihat kamu yang menelpon, ya Mommy angkat. Ada apa Bella?"


"Tidak ada apa apa. Aku hanya ingin kasih tau Daddy kalau aku terpilih untuk ikut kompetisi pacuan kuda mewakil Clup berkuda ku."


"Oya, selamat sayang. Mommy ikut senang, kau pasti sangat senang juga kan."


"Berkuda kesukaan ku Mom, dan bisa ikut kompetisi ini penting untuk ku."


"Ya, sebegitu penting buat mu, kamu langsung kasih tau Daddy. Sepenting itu kah Daddy untuk mu Bell's, sampai-sampai Daddy selalu menjadi orang pertama yang selalu kamu kasih tau jika itu mengenai hal penting untuk mu?" pernyataan Andrea seolah-olah ia merasa anak nya itu lebih sayang Reyhan dari pada dirinya. Dan jujur saja, sebenarnya Andrea sangat cemburu pada Reyhan soal itu. Karena mantan suaminya itu begitu dekat dengan anak anaknya. Saking dekatnya, mereka sangat ber chemistry sekali. Dan hal itu membuat Andrea iri.

__ADS_1


"Tidak seperti itu Mommy, Bella juga pasti akan kasih tau Mommy." jawab Isabella dengan lemah dari sebarang telepon. Sesaat mereka saling diam.


"I Love You So Much Isabella." ucap Andrea, memberikan penegasan bahwa dirinya juga sangat mencintai putri kesayangannya itu.


"Love you to Mom, ya sudah kalau begitu. Kita ngobrol di rumah saja nanti. Sehabis pulang sekolah aku langsung ke Club pacuan kuda. Jika Mommy dan Daddy ada waktu, jemput aku sepulang dari latihan."


"Oke, Mommy dan Daddy akan mejemput mu nanti."


"Oke Mom, See You."


Seusai menerima panggilan telepon dari Isabella. Ada rasa haru dan perasaan hangat menyelimuti hati Andrea.


Ia merasa bangga pada Isabella. Anak itu tidak hanya cerdas dalam hal akademik. Tapi putrinya itu juga punya banyak prestasi dalam bidang lain.


Tidak bisa Andrea pungkiri juga, bagaimana usaha Isabella, gadis 14 tahun itu yang selalu berusaha mendekatkan dirinya dan juga Reyhan untuk bisa kembali bersama.


Dan Andrea juga paham, Isabella lebih terlihat dekat dengan Daddy-nya Reyhan karena memang Reyhan tak sesibuk dirinya dalam urusan pekerjaan. Dan bisa juga karena dirinya selalu menolak dengan bahasa sehalus mungkin untuk kembali pada Reyhan. Sebab itulah mungkin, yang membuat Isabella kecewa pada dirinya.


Dan puncaknya adalah ketika Andrea memutuskan untuk bertunangan dengan Julian.


Sejak saat itu Isabella seakan-akan enggan untuk berbagi pada Mommy nya dan lebih terbuka dan dekat dengan Daddy-nya.


"Andrea, kenapa kau disini." tanya Reyhan saat ia sudah selesai dari toilet.

__ADS_1


"Isabella menelpon mu, dan maaf aku tadi mengangkat telepon mu." tutur Andrea sambil mengembalikan ponsel milik Reyhan.


"Tidak masalah. Ada apa Isabella menelpon?" tanya Reyhan sambil mengecek ponselnya.


"Dia memberi tau jika dia terpilih mewakili Club berkuda nya untuk ikut dalam kompetisi."


"Oya, wah pasti dia senang sekali." ujar Reyhan terlihat tersenyum bangga.


"Ia, dia senang bisa mewakili Club. Makanya dia langsung menelpon mu, bukan menelpon ku." ucap Andrea dengan nada lemah dan sedih.


"Isabella mencintai kita. Dia anak kita, buah hati dan cinta kita. Perlu waktu tiga tahun menunggu saat ia akhirnya ada di rahim mu dulu. Aku melihat sendiri bagaimana kau merawat nya seperti kau merawat Alden. Dia juga sayang terhadap mu Andrea. Jangan selalu merasa dia lebih sayang Daddy-nya dari pada Mommy nya. Itu hanya perasaan mu saja." tutur Reyhan menenangkan. Sejenak mata Andrea dan Reyhan bertemu pandang.


Kata orang, anak anak itu bagian dari penyatu, penghubung dan perekat keharmonisan rumah tangga seorang pasangan suami istri.


Tapi bagi Andrea dan juga Reyhan, anak anak memang punya andil besar dalam menjaga hubungan baik mereka. Tapi sayangnya, mahligai rumah tangga yang mereka bangun tetap saja hancur dan bubar ketika salah satu dari pasangan berkhianat.


Walaupun Reyhan sudah berusaha untuk minta maaf dan ingin tetap bersama dan berusaha menyelamatkan rumah tangganya. Tapi sayangnya, Andrea tidak bisa menerima pengkhianatan itu.


Dan sekarang, mereka akhirnya berpisah namun tetap menjaga hubungan baik hanya demi anak anak mereka, Isabella Elizabeth Dimitry dan juga Alden Sebastian Dimitri.


Isabella


__ADS_1



__ADS_2