Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Berdamai


__ADS_3

Sejak percakapan saling mengutarakan isi hati di kamar beberapa waktu lalu. Reyhan dan Andrea kembali bersikap biasa saja atau lebih tepatnya, mereka bersikap normal.


Tidak ada sama sekali kontak fisik di antara kedua nya. Walau mereka dalam tiga minggu ini berada dalam satu kamar dan bahkan berada di satu tempat tidur.


Reyhan dan juga Andrea hanya kompak dalam pengurusan baby Alden dan juga mencurahkan perhatian pada sang putri Isabella. Selain itu keduanya hanya bicara yang perlu perlu saja.


Tidak ada lagi pembasahan tentang masalah pribadi. Karena kedua nya seperti sudah saling paham apa yang di inginkan masing-masing pihak.


Andrea sudah mulai dengan kegiatannya bekerja dari rumah. Begitu pula dengan Reyhan. Dia kini lebih terlihat begitu giat bekerja keras.


Keinginan untuk membeli rumah yang di jual di sebrang rumah besar menjadi motivasi Reyhan untuk bekerja lebih keras lagi. Jika nantinya rumah itu berhasil ia beli, itu sangat memudahkan dirinya untuk bisa menemui anak anaknya dan juga memantau Andrea.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Jadi bagaimana, kau jadi mau pinjam uang dari ku" tanya Metthew pada Reyhan saat kedua sahabat itu bertemu di sebuah restoran.


"Aku akan mengunakan uang ku sendiri. Rumah itu akan menjadi tempat spesial untuk ku. Yang pastinya aku akan lebih mudah jika ingin bertemu dengan anak anak ku."


"Lalu bagaimana hubungan mu dengan Andrea, apa ada kemajuan? Oya, istri mu tidak sama sekali memberikan aku ucapkan selamat atas pernikahan ku. Tapi itu tidak masalah, aku sangat memahami nya." jelas Metthew menyingung soal Andrea yang tidak hadir maupun tidak memberikan dia ucapan selamat atas pernikahannya dengan Syanala.


"Aku harap kau memahami Andrea. Selamat untuk pernikahan mu Mett. Semoga kau bahagia dengannya. Dan cepat lah punya momongan seperti ku." ucap Reyhan tulus.


"Aku punya alasan tersendiri kenapa aku menikahi Syanala. Dan hal itu tidak perlu aku jelaskan. Andrea mengirimkan surat pada sekertaris ku bahwa ia membatalkan semua kontrak kerjasama dengan Wilson Corp. Entah kenapa dia bisa langsung tiba tiba membatalkan semua kerja sama itu. Aku yakin alasannya di balik semua itu adalah karena Syanala."


"Dia punya sifat keras kepala Mett. Soal itu aku tidak bisa ikut campur. Karena Andrea yang berkuasa atas semua keputusan perusahaan."


"Jika dia membatalkan semua kontrak kerjasama dengan Wilson Corp, dia juga harus membayar ganti ruginya. Dan kau tau nilai ganti ruginya cukup besar. Karena aku pun sudah mengucurkan dana yang tidak sedikit untuk mengerjakan proyek yang sudah di sepakati." jelas Metthew pada Reyhan.

__ADS_1


"Lalu bagaimana solusinya?" tanya Reyhan penasaran.


"Aku minta kepemilikan 40 persen dari pembangunan apartemen yang kami kerjakan. Aku sudah mengirimkan pesan pada Andrea. Tapi pesan ku sama sekali tidak dia balas. Dan sepertinya dia sekarang memusuhi ku." jelas Metthew sambil menaikkan kedua pundaknya, merasa heran dengan sikap Andrea. Pada hal selama ini mereka adalah teman dan partner bisnis yang baik.


"Wanita itu sensitif Mett. Sekali kau buat mereka sensitif, kita kadang kualahan mengembalikan mood mereka." jelas Reyhan dengan raut wajah frustasi.


"Apa kau belum berhasil meyakinkan Andrea?" selidik Metthew.


"Aku hanya bisa pasrah. Dia yang saat ini mengambil keputusan. Dan aku hanya bisa menerima keputusan nya."


Keberadaan Syanala Arunika di lingkup kehidupan Andrea membuat dia merasa tidak lagi merasakan kenyamanan. Se trauma itu Andrea dengan wanita itu, sehingga apapun yang berhubungan dengan Nala membuat Andrea engan untuk menempatkan dirinya di sana lagi.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Selamat Andrea atas kelahiran anak kedua mu." ucap Metthew pada Andrea, begitu mereka kini saling bertatap muka. Metthew hari itu nekat menemui Andrea di kediamannya.


"Maaf aku tidak bisa hadir di acara pernikahan mu. Dan sejujurnya aku masih bigung terhadap mu Mett. Kenapa kau bisa menikahi wanita macam itu."


"Sebaiknya kita bahas tentang bisnis saja ya Andrea. Soal dia, mungkin kita punya cara pandang yang berbeda. Dan hal ini adalah urusan pribadi." tutur Metthew bijaksana.


"Kedatangan ku kemari untuk membahas bisnis. Dan ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan. Kenapa kau tiba-tiba membatalkan kesepakatan tentang kerja sama antara perusahaan kita. Apa ini juga ada kaitannya dengan istri ku." Metthew tidak menyebutkan nama Syanala melainkan ia menyebut Syanala dengan kata istri.


"Aku berhak memutuskan apapun Mett. Dan aku sudah mempelajari tentang proposal kerugian serta permintaan ganti rugi yang kau maksud. Dan keseluruhan total biaya nya aku setuju, 30 pesen untuk mu jika pembangunan apartemen itu sudah selesai, deal" Andrea mengulurkan tangannya pada Metthew untuk menandakan bahwa mereka sepakat. Metthew pun kemudian menjabat tangan Andrea.


"Kita masih berteman kan?" ujar Metthew ragu.


"Hanya dengan mu." jawab Andrea tegas. Dan Metthew mengangguk paham sambil mengulas senyum tipis.

__ADS_1


"Kau wanita hebat Andrea. Aku salut dengan mu."


"Aku hanya ingin mengamankan teretorial ku. Aku akan selalu memastikan bahwa aku berada di tempat yang nyaman. Aku tidak suka dengan hal hal yang berbau toxic. Kami para wanita punya pola pikir berbeda dengan kaum laki-laki. Jika kau malah justru mengambil nya dan memperistri dia it's okey, tak apa, aku memaklumi itu." Metthew kembali mengangguk kan kepalanya tanda dia paham.


"Boleh aku menengok putra mu?"


"Dia ada di kamar."


"Aku ingin melihat nya, boleh kan?"


"Tentu saja uncle."


Kemudian Andrea mengajak Metthew untuk menemui sang putra yang berada di kamarnya.


Setelah beberapa saat Metthew melihat baby Alden. Kemudian ia pun izin untuk berpamitan.


"Terima kasih waktunya Andrea, sudah mau menerima kedatangan ku. Dan sekali lagi aku minta maaf, jika beberapa keputusan ku malah membuat mu tidak nyaman. Oya, lusa aku akan pergi ke Amerika. Aku akan tingal di Amerika bersama istri ku. Aku akan masih sering ke Indonesia untuk urusan pekerjaan. Sekali lagi aku minta maaf dan terimakasih untuk kepercayaan mu selama ini terhadap ku sebagai partner bisnis."


" No Problem Mett. Aku juga mengucapkan terimakasih untuk mu."


"Aku harap hubungan mu dengan Raihan kembali membaik. Dia sudah menyesali semua yang telah terjadi. Maafkan lah dia, kembali lah bersatu seperti dulu. Kalian adalah pasangan serasi."


"Terimakasih dukungannya." jawab Andrea ramah.


"Sukses untuk mu Metthew,"


"Sukses juga untuk mu Andrea."

__ADS_1


Kemudian kedua sahabat itu saling berpelukan sebagai tanda perpisahan.


__ADS_2