
Reyhan seketika langsung menarik dirinya dari gelungan tangan Nala yang tadi bergelayut di lehernya. Dan tak lupa ia juga meresletingkan kembali resleting celana nya.
"Wow, terimakasih sudah memberikan aku pertujukan panas kalian. Jika aku mengunggahnya di media sosial, ini pasti akan menjadi viral. Seorang sekertaris sedang berbuat mesum bersama CEO di Penthouse mewah" ledek Andrea yang nampak bersikap tenang, ketikan mempergoki sang suami sedang asik berciuman dengan Nala.
"Dan ini akan menjadi bukti kuat di persidangan perceraian kita nanti Rey. Dan kau tak punya pilihan lain."
"Andrea, dengarkan aku. Karena sekarang kalian semua ada di sini mari kita bicara baik baik." Tutur Reyhan. Syanala nampak menundukkan kepalanya, tak berani menatap ke arah Andrea. Sedangkan Andrea sendiri berdiri agak jauh dengan kedua tangannya bersedekap.
"Andrea, aku minta maaf jika selama ini aku tidak jujur padamu. Dan juga sudah diam diam menikahi Syanala. Aku menikahi Syanala ketika waktu itu hubungan kita sedang tidak baik. Dan juga karena Syanala tengah berduka karena kehilagan orang tua nya." Tutur Reyhan mulai memberikan penjelasan.
"Jika kau ingin melampiaskan kekesalan dan mencari orang yang paling salah dan bersalah, maka aku lah orang nya Andrea." Tutur Reyhan.
"Aku juga bersalah Mbak Andrea. Aku salah, aku wanita murahan dan tak tau diri, maafkan aku Mbak Andrea." Nala berucap sambil menunduk tak punya keberanian menatap Andrea.
"Aku tidak butuh pengakuan rasa bersalah kalian berdua. Tanpa kalian mengakuinya pun, kalian memang sudah salah. Dan di sini aku tegaskan, aku tidak terpengaruh dengan apa yang sudah kalian perbuat sekarang. Lanjutkan kisah kalian, karena sebentar lagi pernikahan ku dan Reyhan akan segera berakhir. Dan untuk urusan kalian berdua aku tidak ikut campur. Yang paling aku inginkan saat ini adalah bercerai dari Reyhan secepatnya. Pasti kalian bahagia."
"Dea, aku tidak akan pernah menyetujui perceraian itu. Dan aku akan tak akan mengabulkan permohonan mu."
"Dengan apa kau bisa mencegah, aku sudah merekam adegan mesum kalian tadi si ponsel ku. Dan itu akan menjadi bukti kuat di persidangan, untuk memuluskan gugatan cerai ku terhadap mu Rey."
"Tidak akan ku biarkan itu terjadi Andrea." Ucap Reyhan yang kemudian berjalan ke arah Andrea.
"Stop, begitu kau maju selangkah lagi, liatlah video ini akan aku unggah ke media sosial ku, dan kau tau artinya itu apa. Video ini akan tersebar."
"Andrea, jangan lakukan itu." Ancam Reyhan dengan raut wajah serius.
"Dan sekarang aku minta kalian berdua untuk mengemasi barang-barang kalian dan segera pergi dari Penthouse ini. Karena Penthouse ini sekarang sudah menjadi milikku."
"Mbak Andrea, aku minta maaf. Aku sungguh minta maaf. Untuk kalian aku mohon jangan bercerai, kasian Isabella. Aku di sini yang akan pergi Mbak." Tutur Syanala dengan raut wajah menyesal.
"Aku tidak butuh belas kasihmu Nala. Aku sudah pernah baik pada mu, dan kau ternyata, tak ubahnya seorang musuh dalam selimut." tukas Andrea dengan tatapan wajah memusuhi.
"Ia aku memang jahat, aku memang ******, aku perempuan murahan, sebutlah aku dengan istilah paling kotor. Mbak Andrea harus tau, jika aku saat ini menyadari kesalahan ku Mbak. Dari awal harus nya aku menolak untuk di nikahi Mas Reyhan. Dari awal aku harus nya tak bersimpati apalagi menaruh hari pada suami Mbak Andrea. Aku menyesal dan aku minta maaf Mbak. Malam ini aku mengembalikan semua barang-barang yang Mas Reyhan pernah berikan untuk ku. Dan aku juga memang ingin meningalkan Penthouse ini."
"Kalau begitu tunggu apa lagi. Pergi dari sini. Kau juga Rey, enyah kau dari hadapan ku." ucap Andrea mulai kesal dengan berbagai drama yah ia hadapi saat itu.
"Aku tidak kan meningalkan mu Dea." balas Reyhan.
__ADS_1
"Mas, tepat di hadapan Mbak Andrea, saat ini juga aku mohon talak aku, ceraikan aku Mas," pinta Nala. Dan hal itu semerta-merta membuat Reyhan kaget.
"Nala, mana mungkin aku lakukan itu. Aku sudah janji pada mu dan mendiang orang tua mu untuk selalu menjaga mu,"
"Kini hal itu sudah tidak penting Mas. Pernikahan siri kita ada, karena banyaknya kebohongan. Dan kita tidak bisa lagi melanjutkan itu. Dan semua janji mu sudah aku anggap hangus. Kembalilah pada Mbak Andrea, selamatkan pernikahan kalian. Dan biarkan aku pergi. Dan jangan ganggu aku lagi. Cepat Mas, talak aku." pinta Nala, dan hal itu membuat Reyhan bigung.
"Aku sudah muak dengan sandiwara kalian berdua. Cepat kalian pergi dari hadapan ku dan bersenang-senang lah. Dan kau Nala, tidak usah repot-repot membujuk Reyhan untuk kembali pada ku, karena aku akan kembali padanya." ungkap Andrea, yang sudah semakin emosi dan muak menyaksikan drama Nala dan juga Reyhan.
"Mas, talak aku." teriak lagi Syanala pada Reyhan.
"Maafkan aku Nala. Maafkan aku, Syanala mulai hari ini, detik ini, kamu aku talak. Kau sudah tidak lagi menjadi istri ku." Ucap talak itu akhirnya Reyhan ucapan pada Nala.
"Terimakasih Mas. Dan mulai detik ini jangan lagi mencari ku dan mengurusi ku." tutur Nala, kemudian ia berbalik ke arah Andrea. Sambil menyeret koper miliknya, Nala kemudian berlutut di depan Andrea sambil berderai air mata.
"Mbak Andrea, aku sungguh-sungguh minta maaf. Maafkan aku Mbak. Aku janji tidak akan menampakkan diri ku lagi di hadapan Mbak Andrea maupun Mas Reyhan."
Setelah itu Nala akhirnya pergi meningalkan Penthouse. Reyhan pun tak punya keberanian untuk mencegah. Sesaat yang ada hanya keheningan setelah kepergian Nala.
"Kau, apa lagi yang kau lakukan di sini. Kenapa tidak menyusul istri siri mu itu."
"Dia bukan lagi istri siri ku Andrea!" seru Reyhan yang kala itu memang tidak punya pilihan lain.
"Aku menalak nya demi kamu Dea. Karena kaulah yang lebih aku pilih."
"Dan sebenarnya kau tidak perlu memilih aku lagi Rey. Buat apa kau mengorbankan Nala tapi kau juga sebentar lagi akan kehilangan aku."
"Kau tidak akan kemana mana. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi." ucap Reyhan yang secepat kilat merebut ponsel Andrea.
"Jangan macam-macam Reyhan," bentak Andrea pada Reyhan karena ponsel di rebut.
"Coba saja kau ajukan gugatan cerai, karena aku tak akan menyetujui itu." tutur Reyhan kemudian mencari file video yang tadi di rekam oleh Andrea dan kemudian menghapusnya.
Andrea yang merasa sangat marah kemudian memukul mukul dada Reyhan.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Reyhan mendekap dan mengangkat tubuh Andrea dengan paksa memasuki salah satu sebuah kamar di Penthouse.
__ADS_1
Reyhan tak memperdulikan Andrea yang nampak memukuli dirinya. Andrea sekuat tenaga memberontak. Akan tetapi tenaga Reyhan jauh lebih kuat.
Setelah berhasil membawa Andrea masuk ke dalam kamar, Reyhan kemudian mengunci pintu kamar tersebut.
"Kau mau apa Rey," cicit Andrea yang kini sudah berada di tempat tidur.
"Kau boleh lebih kuat dari ku soal dunia bisnis. Tapi dalam kehidupan rumahtangga kita, aku lah yang tetap lebih kuat dari mu sayang." tutur Reyhan sambil melepaskan sabuknya dari celananya. Kemudian Reyhan juga melepaskan kancing yang masih terpasang dari kemejanya satu persatu.
Melihat apa yang tengah kini Reyhan lakukan, Andrea seakan paham. "Jangan macam-macam Rey," ancam Andrea dengan sorot mata tajam ke arah sang suami.
"Aku tidak macam macam Dea. Aku hanya ingin kau menjalankan tugas mu sebagai istri ku."
"Aku sudah tidak sudi lagi melakukan kewajiban ku untuk lelaki seperti mu." Dan ucapan Andrea kini sudah menyulut emosi Reyhan.
"Sudah aku duga. Pasti kau akan menolak ku." Ucap Reyhan yang kini berjalan semakin mendekat ke arah Andrea. Sedangkan Andrea sendiri kini makin berinsut dari tepi ranjang.
"Layani aku dengan rela atau terpaksa Andrea. Aku sudah janji pada Isabella untuk memberikan dia adik. Dan untuk itu aku harus bisa membuatmu hamil. Mari kita berikan Bella adik."
Dan Reyhan pun kini menarik dengan paksa rok span selutut yang Andrea kenakan. Reyhan tidak memperdulikan sang istri yang kian berontak. Saat ia sudah berhasil menarik rok yang Andrea kenakan, Reyhan yang kini semakin di kuasai oleh amarah dan emosi membuka juga dengan paksa pakaian Andrea.
"Aku membenci mu Rey," ucapan sang istri justru malah di balas dengan di ciumnya dengan paksa dan rakus bibir ranum Andrea. Reyhan melancarkan ciuman panas ke arah bibir ranum sang Andrea. Dengan menautkan jari jari tangannya ke jari jemari Andrea, sambil terus mengunci pergerakan sang istri, Reyhan semakin menggila untuk menguasai tubuh Andrea.
Entah setan apa yang merasuki Reyhan kala itu, Reyhan benar benar menyetubuhi Andrea dengan paksa. Sedangkan Andrea sendiri yang sejak tadi sudah berusaha untuk melawan kini hanya bisa pasrah saat sang suami menggauli nya dengan paksaan.
Dengan masih bersemangat Reyhan memimpin permainan. Andrea benar benar sudah tidak berdaya, antara sudah kehilangan banyak tenaga karena tadi melawan dan juga karena ulah Reyhan yang terus saja menghujamnya.
Dengan di banjiri penuh peluh, Reyhan kini mengendurkan gerakannya. Ia yang masih berada di atas Andrea menatap wajah sang istri yang melegos tak Sudi menatapnya. Dengan wajah sebab, Andrea membuang muka ke samping.
"Terimakasih sayang. Maafkan aku melakukan ini dengan memaksa mu. Aku sungguh-sungguh masih sangat mencintai mu. Hanya kau yang sangat aku cintai Dea. Sekarang hanya kau satu-satunya istri ku. Aku sudah menceraikan Nala di hadapanmu kan. Tolong maafkan aku dan mari kita perbaiki lagi hubungan kita." Tutur Reyhan memohon. Andrea hanya diam tak menjawab, dan masih tak sudi untuk menatap wajah Reyhan.
"Aku sudah berjanji pada Bella untuk memberikan dia adik. Dan aku harap setelah ini, ada janin yang tumbuh di rahim mu sayang." dan ucapan Reyhan pun semakin membuat hati Andrea sakit. Bahkan ia nampak menautkan ke dua alisnya dan memejamkan mata nya, rasanya ingin sekali ia membunuh pria yang masih menguasai dirinya itu.
Dan kini dengan perlahan-lahan Reyhan melepaskan penyatuannya. "Terimakasih Andrea ku sayang," Satu kecupan manis Reyhan daratkan ke kening Andrea. Andrea masih sama, tetap diam tak bergeming.
Setelah itu, Reyhan menggulingkan tubuhnya ke samping. Dalam hati, Reyhan merasa sangat puas dan terpuaskan. Kemudian Reyhan kembali bergerak memiringkan tubuhnya dan memeluk tubuh polos Andrea bersamaan dengan dirinya yang juga masih polos di bawah selimut.
__ADS_1