
Begitu Andrea memasuk kedalam kamar hotel, tiba tiba asmosfir dan kelembaban udara di kamar itu mendadak panas walau mensin pendingin dalam mode on.
Reyhan kemudian menutup pintu kamar hotel. Ia kini di liputi rasa canggung dan juga perasaan hati yang berdebar-debar. Jantung nya pun seolah ikut berpacu dengan cepat.
Reyhan tak menyangka jika Andrea bener benar mau datang. Keringat yang keluar dari permukaan kulit nya membuat ia kemudian menanggalkan jas nya.
"Hemmmm," Reyhan berdehem untuk mengusir kegugupan.
"Aku datang Rey. Dari berbagai kesalahan fatal yang kau lakukan terhadap ku. Aku juga tidak buta dengan semua hal terbaik yang pernah kamu lakukan terhadap ku. Apalagi selama hamil kamu benar-benar memperhatikan aku walau kita berjauhan. Terimakasih untuk semua dan terimakasih untuk menjadikan aku wanita sempurna menjadi ibu dari Isabella dan Alden."
Mendengar ucapan Andrea membuat Reyhan makin tersentuh. Ia kemudian melangkah mendekati Andrea dan berdiri tepat di hadapan wanita yang semakin ia cintai itu.
"Andrea, kau bicara apa. Kau yang membuat diri ku sempurna. Hidup ku sempurna dengan bisa memilih mu dan memiliki anak anak luar biasa seperti Isabella dan Alden. Kalian segalanya bagi ku." Reyhan berucap sambil menangkup wajah Andrea dengan kedua tangannya. Dengan tatapan mata yang berkaca-kaca Reyhan menembus, menatap ke arah bola mata Andrea yang sepertinya sama sendu nya seperti dirinya. Air mata Andrea kini mulai menetes. Entah kenapa air mata itu tiba tiba menjadi berlinang. Ada rasa haru, bahagia, kecewa dan asa yang saat itu menyeruak di hati keduanya. Dan untuk memadamkan semua rasa itu, Reyhan kemudian melabuhkan ciuman ke bibir Andrea.
"Maaf kan aku sayang. Aku akan bersikap baik pada kalian setelah ini. Aku berjanji seumur hidup aku tidak akan pernah menikah lagi selain dengan mu. Jika kita memang bercerai, aku akan sabar menunggu mu. Aku akan sabar menunggu saat itu tiba kau bisa menerima ku kembali dengan ikhlas."
Tautan bibir itu kembali mereka saling lalukan dengan dalam dan penuh perasaan.
🌹🌹🌹🌹🌹
Entah bagaimana ceritanya kini Andrea sudah berada di atas tempat tidur dengan kondisi sudah tidak ada lagi baju yang melekat di tubuhnya. Dan kini ia pun berada di bawah kungkungan sang suami.
"Kau mengizinkan nya?" tanya Reyhan memastikan pada Andrea sambil menatap wajah Andrea dengan sangat intens. Andrea tidak menjawab, ia hanya hanya memberi anggukkan.
__ADS_1
Mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Reyhan kembali melanjutkan aktivitasnya. Melabuhkan lagi ciuman bibir ke arah bibir ranum Andrea. Seperti ciuman bibir yang mereka melakukan tadi sambil berdiri, tapi kali ini mereka melakukannya dengan lebih panas.
Dua insan itu kembali saling memberikan sensasi sensasi yang membuat seluruh tubuh mereka bereaksi. Makin lama ciuman mereka pun makin panas, lewat tautan bibir di antara ke duanya membuat tubuh mereka di banjiri dengan peluh keringat. Tidak ada lagi keringat mu atau keringat ku yang ada adalah keringat mereka melebur menjadi satu.
Sepertinya mereka sama sama merindukan kehangatan yang pernah mereka lakukan bersama. Rasa cinta di antara keduanya yang masih tersisa seolah-olah membuat mereka ingin saling memuaskan malam itu. Andrea bahkan sudah tidak lagi merasa canggung. Dia pun ikut merespon dan juga berinisiatif melakukan sentuhan.
Andrea nampak memberikan kesempatan pada Reyhan dengan membuka mulutnya. Dan Reyhan pun melakukan hal yang sama. Keduanya sama sama ingin memberikan yang terbaik malam itu sebagai tanda perpisahan.
Setelah mereka sama sama kehabisan napas, Reyhan kemudian meraih tubuh Andrea untuk duduk di atas pangkuannya.
"I love you Andrea." ucap Reyhan di sela sela ia mencumbui wanita cantik yang saat ini masih sah menjadi istri nya itu. Andrea tak menjawab, namun ia mengulas sedikit senyum pada Reyhan.
Andrea kini mengalungkan kedua tangannya ke arah leher Reyhan dengan kuncian posesif. Dan Reyhan pun juga merengkuh tubuh Andrea untuk bisa menempel pada diri, mengunakan ke dua tangannya, Reyhan mengunci tubuh Andrea.
"Aku tidak akan berubah pikiran Rey. Dan kamu tidak akan mampu untuk merubah pikiran ku. Nikmati saja pelayanan ku malam ini." jawaban Andrea membuat Reyhan makin pasrah karena sudah tidak ada lagi harapan.
Kembali sama sama berada di atas rajang. Reyhan memulai untuk melakukan penyatuan mereka. Penyatuan yang sudah lama tidak mereka lakukan. Dan terakhir kali mereka melakukan itu adalah di Penthouse. Yang pada akhirnya membuat Andrea hamil. Dan lahirlah baby Alden.
Apakah malam ini akan terjadi lagi kejadian waktu itu ???
Tentu saja tidak. Andrea sudah terlebih dahulu membentengi dirinya dengan meminum pil kontrasepsi.
Entah berapa kali mereka saling mendapatkan kelepasan dan mencapai puncak kenikmatan. Hanya mereka yang tau (Jangan kepo kita 🤪😂😅🤫ðŸ¤)
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Andrea POV
Apakah aku sudah mirip seperti seorang ****** ?????
Atau bahkan sudah mirip seperti seorang pelacur ?????
Aku tidak peduli. Aku rendah kan harga diri ku malam ini untuk mu Rey. Mendatangi kamar hotel seperti seorang wanita pangilan. Mendatangi mu untuk memuaskan mu. Dunia ku seakan sudah kacau saat ini. Aku seperti orang yang sudah tidak bisa berfikir jernih.
Kenapa aku mau mendatangi mu. Padahal menemui mu tidaklah wajib untuk ku. Padahal kau juga tidak memaksa ku. Lalu kenapa aku sekarang berada di ranjang ini. Dengan kondisi yang mengenaskan.
Apakah aku juga menikmatinya ??? ****.
Tubuh ku sekarang terasa pegal-pegal dan lemas. Rasanya aku malas untuk bangun. Padahal saat ini, aku perlu buah air kecil ke kamar mandi. Dengan kondisi ku yang saat ini yang tidak mengenakan pakaian selembar pun. Rasa ya aku malu untuk berjalan ke kamar mandi dengan tubuh polos. Apalagi saat ini Reyhan memeluk dari belakang. Tangan kokohnya melingkar posesif di tubuh ku di bawah hangatnya selimut putih ini.
Tapi keinginan untuk buang air kecil ini makin membuat ku gelisah. Ku angkat tangan Reyhan yang membelit ku pelan pelan agar dia tidak terbangun. Aku tidak ingin dia sampai melihat ku melenggang ke kamar mandi dengan keadaan tanpa pakaian. Ingin rasanya ku kenakan gaun ku yang tergelatak lantai itu. Tapi rasanya percuma. Sama aj aku harus memungut nya dulu.
Akhirnya setelah berhasil ku pindahkan tangan Reyhan yang memeluk ku tadi. Aku berinsut pelan turun dari ranjang dan langsung melesat cepat ke kamar mandi. Sangat memilukan dan memalukan bukan.
Sesampainya di kamar mandi, aku langsung mengunci pintu kamar mandi. Kemudian aku segera buang air kecil. Setelah itu baru aku lega.
Ku liat pantulan diri ku dari kaca yang ada di kamar mandi.
__ADS_1
Astaga, kissmark itu bertebaran di sekujur tubuhku. Reyhan benar-benar tidak mau melewatkan kesempatan. Rasanya percuma jika aku kesal padanya. Karena aku sendiri yang telah menyodorkan umpan pada singa lapar.