Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Tembok Pembatas


__ADS_3

Walau Andrea dan Reyhan dalam satu kamar, tetapi mereka tidak benar benar tidur dalam satu ranjang. Renyah dari hari pertama datang sudah tidur di sofa yang ada di ruangan kamar.


Pasangan suami-istri itu benar-benar membuat sebuah tembok pembatas. Bukan Reyhan yang menciptakan, tapi Andrea lah yang membuat tembok pembatas itu. Sampai sampai Reyhan kesulitan untuk menembus penghalang yang Andrea kini bangun atas sang suami.


Pengkhianatan, kekecewaan, kekesalan dan amarah menjadi satu. Walau sejujurnya Andrea masih sangat mencintai sang suami. Namun kini cinta itu seakan menjadi lemah. Lemah karena seseorang yang ia percayai menjadi pengkhianat.


Padahal selama ini sudah sangat banyak bersabar akan semua perilaku Reyhan.


Reyhan bagi Andrea bukanlah orang asing. Mereka sudah dekat dari mereka masih kecil. Sejak mereka berumur 7 tahunan mereka sudah sangat akrab. Menjadi tetangga baik akhirnya sampai pada mereka menjadi teman main masa kecil yang indah untuk di kenang.


Kedekatan itu berlanjut dan berlangsung sampai pada akhirnya mereka menikah.


Dan setiap kehidupan rumah tangga pasti akan datang masa masa ujiannya. Dan saat inilah tepatnya, yang Reyhan dan juga Andrea alami. Menjalani rumah tangga dengan keadaan yang tak lagi harmonis. Walau masih ada cinta yang merekah.


"Ini baju baju mu sudah tercuci dan rapi" ucap Andrea saat memberikan baju baju Reyhan yang telah bersih kembali. Karena beberapa hari ini Reyhan hanya menaruh baju baju kotor nya di tempat keranjang baju kotor di sudut kamar mandi. Dengan senang hati Reyhan meraih baju yang Andrea berikan padanya.

__ADS_1


"Terimakasih Andrea." Andrea tidak menjawab, kemudian ia berlalu dari hadapan Reyhan dan menaik ke rajang untuk beristirahat.


"Lusa aku akan kembali ke Indonesia. Dea aku minta maaf, aku tidak akan pernah bosan untuk mengatakan ini. Aku tidak ingin menekan mu. Tapi aku tidak pernah akan mau menyetujui gugatan cerai itu. Kau percaya atau tidak, aku menyesali semuanya. Dan aku masih sangat mencintai dan menyayangi mu. Aku tidak ingin kehilangan kalian semua." Ucap Reyhan yang kini masih duduk di sofa. Sedangkan Andrea tiduran di ranjangnya.


"Itu hak mu, tapi aku tidak berubah pikiran Rey. Aku tetap ingin kita berpisah, dan aku akan lakukan apapun demi bisa perpisah dengan mu."


"Bagaimana dengan anak anak nanti?"


"Semua akan baik-baik saja. Kita hanya berpisah dan putus dalam status hubungan suami-istri. Bukan terputus soal hubungan antara ayah dan anak. Kau Daddy-nya, kau punya hak, kau bisa memberikan kasih sayang dan juga perhatian mu pada anak anak. Walau nantinya kita sudah tidak dalam satu atap, tapi aku yakin. Kita bisa melakukan itu." ucap Andrea yakin.


"Jangan tanyakan soal cinta pada ku Rey. Masih ataupun sudah hilang cinta ku terhadap mu itu urusan ku. Seharusnya kau senang, dan seharusnya kau tak perlu menalak Nala kala itu. Agar setelah kita bercerai kau bisa menikahi nya secara hukum." cetus Andrea.


"Saat kau sudah berani dan banyak melakukan kebohongan, ketidak jujuran dan kecurangan dalam sebuah komitmen pernikahan. Berarti saat itu juga kau harus berani mengambil resiko untuk kehilangan aku dan anak anak. Tapi dulu kau pikir, kau bisa menjadi poligami bukan. Dan kau terlalu percaya diri jika aku akan mau di madu. Bahkan di hadapan ku, kau selalu membela Nala."


"Andrea, stop. Jangan bahas Nala. Aku sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengannya. Aku dan dia sudah putus komunikasi tepat di malam itu. Aku juga tidak tau dimana dia sekarang. Dan aku tidak mau mencari tau" tukas Reyhan.

__ADS_1


"Kau ini Rey, jahat sekali dengan Nala. Bukankah kau sebelumnya kasian padanya. Tapi sekarang kau malah tidak peduli dengannya. Jadi selama ini dia hanya pemuas hasrat mu saja di kantor." imbuh Andrea.


"Dea, jangan bahas itu."


"Kenapa?" tanya Andrea, yang kini ia bangkit dari rebahan dan kemudian bersandar pada headbord tempat tidur.


"Aku tidak ingin membahasnya."


"Kau tau Rey, kebanyakan kelemahan seorang pria itu adalah wanita. Dan kebanyakan wanita juga menjadi korban gombalan janji janji manis seorang pria. Walau aku tetap menganggap Syanala Arunika adalah seorang pelakor dan benalu dalam rumah tangga ku. Di lain sisi aku juga tau dia adalah korban janji janji manis mu." tutur Andrea. Dan Reyhan pun dalam hati tidak bisa berkilah, bahwa apa yang Andrea ucapkan adalah benar. Dia sudah banyak mengucapkan janji janji manis pada Syanala. Yang dulu ia merasakan ada perasaan sayang dan cinta untuk Nala, pada akhirnya ia menyadari bahwa itu hanya perasaan sementara. Dan kini perasaan cinta itu sudah tidak ada lagi untuk Nala. Justru cinta Reyhan kini bertambah besar pada Andrea.


Akan tetapi apa arti cintanya sekarang. Jika seseorang yang amat dia sayang dan cinta malah kini mengugat cerai dirinya.


Ibarat ingin mendapatkan dua, tapi justru Reyhan kehilangan keduanya.


"Sudah malam Rey. Tidurlah, aku dari sekarang belajar untuk bisa kembali menerima mu. Tapi bukan menerima mu sebagai suami, melainkan sebagai teman. Seperti dulu, saat kita belum sama sama menyatakan cinta. Kita memang berteman kan. Jadi, kita akan berteman dan tetap bersikap baik di hadapan anak anak kita. Aku yakin suatu saat anak anak kita akan paham. Dan mereka tetap tidak akan kehilangan cinta kasih kedua orang tuanya. Walau kita tidak berstatus sebagai suami istri,"

__ADS_1


maaf ya dikit 😁😁😁, next bab esok hari


__ADS_2