Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Andrea Sahara vs Syanala Arunika


__ADS_3

Di sebuah ballroom hotel ternama di Jakarta. Sebuah acara bergengsi tahunan penghargaan untuk perusahaan bidang properti sedang di selenggarakan. Banyak sekali tamu undangan yang datang. Dan semua tamu undangan adalah orang orang pembisnis.


Acara penghargaan itu di berikan kepada para pelaku bisnis bidang properti yang sedang berkembang maupun yang sudah mapan dalam bidangnya. Mengapresiasi kinerja dan usaha para pelaku bisnis properti.


Dan dalam acara tersebut Metthew datang bersama dengan istrinya Syanala. Bagi Syanala sendiri, hal itu sudah tidak asing lagi baginya. Karena sejak bekerja di Dimitri Corp dia sudah biasa ikut dalam berbagai acara seperti itu. Perjalan bisnis dan ikut serta dalam berbagai kegiatan perusahaan membuat Syanala paham akan dunia yang saat ini ia ada di dalamnya.


Hanya saja sekarang ia sudah tidak lagi bekerja. Karena Metthew tidak mengizinkan istrinya itu bekerja. Di acara itu ia menemani sang suami Metthew yang menjadi tamu undangan VVIP.


Di sisi lain, Andrea hadir bersama Julian di acara itu. Julian adalah partner bisnis nya saat ini, setelah Metthew hengkang dari perusahaan Andrea. Mereka juga merupakan tamu undangan VVIP di malam itu.


Dan malam itu Andrea, Julian, Metthew dan juga Syanala hadir dan duduk dalam satu meja.


Malam jamuan yang menegangkan bukan.


"Andrea," sapa Metthew yang nampak kaget.


"Selamat malam, Metthew," sapa Andrea dengan sikap tenang. Tapi wanita yang ada di samping Metthew terlihat gelisah.


"Julian, apa kabar," sapa Metthew mengalihkan pandangan untuk menyapa Julian.


"Baik Metthew, Oya selamat untuk pernikahan mu. Waktu kau menikah aku sedang ada pekerjaan di Athena yang tidak bisa aku tinggal."


"No problem Julian."


Metthew pun nampak akrab mengobrol dengan Julian. Tapi tidak dengan dua wanita yang duduk bersebrangan itu.


Acara demi acara pun berlangsung. Andrea mendapatkan penghargaan sebagai seorang pembisnis wanita terpopuler dan apartemen yang ia bangun bersama Julian pun juga mendapatkan penghargaan. Demikian pula dengan Metthew dia juga mendapatkan penghargaan.


Setelah acara itu selesai, kini para tamu undangan di jamu dengan jamuan makan malam mewah di acara tersebut.

__ADS_1


Andrea tidak banyak bicara saat ia berada satu meja dengan Syanala.


"Permisi, aku mau ke toilet sebentar." izin Andrea.


Kemudian Andrea pun bergegas meninggalkan meja itu menuju toilet.


🌹🌹🌹🌹


"Mbak Andrea, bisa kita bicara sebentar."


"Bicara apa?" tanya Andrea datar.


"Kita ke rooftop gedung ini saja ya mbak." pinta Syanala. Dengan sedikit ragu, Andrea akhirnya mengikuti Nala yang berjalan ke arah lift. Kemudian mereka sama sama masuk ke dalam lift untuk menuju rooftop gedung.


"Selamat atas kelahiran anak ke dua mu Mbak." ucap Syanala sebagai kata pembuka percakapan di antara keduanya. Setelah Andrea hanya diam saja.


"Terimakasih," jawab Andrea singkat. Keheningan kembali terjadi di antara Nala dan juga Andrea.


"Urusan kita sudah selesai Nala. Aku bukan tipe wanita yang suka mengotori tangan ku seperti wanita wanita lain yang mungkin akan menampar atau menjambak rambut seorang wanita yang menjadi selingkuhan suaminya. Tidak, aku bukan wanita seperti itu, jika mau menghancurkan mereka, aku punya cara yang lebih elegan dari pada bermain kasar. Dan sekarang apakah kau mau membahas itu lagi. Aku sudah bercerai dengan Reyhan."


"Mbak aku minta maaf. Aku sungguh-sungguh minta maaf. Kesalahan yang ku lakukan terhadap mbak Andrea membuat hidup ku tidak tenang. Meski aku sudah menikah dengan Metthew. Aku sudah tidak ada perasaan dengan Mas Reyhan. Tapi rasa bersalah itu masih menghantui ku mbak." ucap Nala penuh kejujuran. Andrea nampak menghela napas berat.


"Aku maafkan kamu, apa lagi yang bisa aku lakukan. Lagi pula aku juga sudah bercerai dengan Reyhan. Seharusnya kau menunggu aku sampe kami bercerai, pasti kalian akan bahagia." cetus Andrea.


"Mbak, hubungan kami waktu itu adalah sebuah kesalahan. Kesalahan ku, kesalahan mas Reyhan. Dan,"


"Dan kamu bahkan mau di nikahi olehnya. Jika hanya saling perhatian lewat kontak chat atau beberapa kali bertemu itu aku bisa paham jika kalian khilaf. Apa bisa di benarkan, jika pada akhirnya kalian sampai menikah siri. Bahkan kau hidup mewah di Penthouse yang Reyhan belikan khusus untuk mu Nala. Tindakan kalian itu di sengaja dan terencana. Bahkan dengan mata kelapa ku sendiri aku melihat adegan panas kalian. Ya, kau tak akan pernah tau bagaimana perasaan seorang wanita jika suami nya berjumbu dengan wanita lain. Dan kau tak akan pernah tau betapa sedih nya jika melihat anak anak ku kini sudah tidak lagi tingal bersama Daddy-nya di rumah. Kau tidak tau bahwa aku sebenarnya menderita Nala. Dan itu semua karena ulah mu, ini lah akhir dari akibat kau mencintai dengan buta pria yang sudah beristri dan punya anak. Pernikahan ku hancur tidak bisa di selamatkan."


Syanala kini mulai kembali terisak-isak. Syanala kemudian berlutut di hadapan Andrea sebagai bentuk ungkapan bahwa ia sangat menyesal.

__ADS_1


"Berdiri lah, tidak usah mengiba, tidak ada gunanya kau seperti itu. Seharusnya kau tak mengajak ku bicara tadi. Karena aku tau, kau lah yang akan merasakan kesakitan akan penyesalan mu yang sudah menghancurkan rumah tangga orang. Kau sudah berhasil. Dan jika kini kau menyesali perbuatan mu, itu sudah terlambat. Aku dan Reyhan sudah resmi bercerai. Kami hidup masing-masing sekarang. Jadi aku bilang sekali lagi Nala, jangan pernah bahas ini lagi dengan ku. Karena aku sudah move on dari semua rasa sakit hati ku. Aku sudah melupakan semuanya. Aku sudah terlepas dari belenggu pengkhianatan. Aku sudah bahagia dengan pilihan hidup ku. Aku bahagia bersama Putri dan putera ku."


"Nala," pangil Metthew yang tiba-tiba muncul dan kemudian langsung memeluk istrinya yang masih terisak-isak.


"Andrea, ada apa lagi?" tanya Metthew dengan nada khawatir terhadap istrinya dan menatap tajam pada Andrea.


"Aku tidak melakukan apapun Metthew. Istri mu sendiri yang menyayat luka untuk dirinya sendiri." jawab Andrea ketus.


"Andrea tolong, jaga perasaan Nala. Dia sedang hamil sekarang."


"Oya, selamat untuk kalian. Semoga anak itu membawa berkah dan kebahagiaan untuk kalian berdua. Sudah malam, aku pamit dulu, anak anak ku sudah menunggu." kemudian Andrea pun bergegas melangkah pergi meninggalkan Metthew dan juga Nala yang masih berdiri di sana.


"Sudah ku bilang Nala, jangan lagi temui Andrea. Dia sudah menyelesaikan semua masalahnya dan sudah move on dengan masa itu. Jika kau mencoba mengulang ulang minta maaf kepadanya. Itu percuma, kau sama saja melukai hati mu sendiri dengan kesalahan mu yang telah lalu." ucap Metthew menjelaskan. "Aku tidak mau lagi kau membahas sesuatu yang membuat mu malah terluka. Aku sudah menerima mu Syanala. Apa itu belum cukup. Lupakan masa lalu itu. Bersikap bodoh lah, Oke. Memang apa yang bisa kau lakukan untuk bisa menembus kesalahan masa lalu itu, tidak ada Nala. Kau sudah minta maaf dan menyesal, itu sudah cukup."


"Maaf kan aku Metthew." Syanala kemudian memeluk Metthew dengan sangat erat. Dan Metthew pun dengan sentuhan lembut mengelus rambut panjang Nala yang tergerai.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kau dari mana saja Andrea? Aku mencari mu kemana mana tadi." tanya Julian yang nampak lega begitu Andrea sudah kembali.


"Maaf Julian, tadi aku berbincang dengan beberapa relasi di rooftop."


"Oh,"


"Kita pulang ya. Sudah malam, aku takut anak anak ku mencari ku."


"Baiklah, aku akan mengantar mu pulang."


Julian Alexander

__ADS_1




__ADS_2