Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Putus Komunikasi


__ADS_3

Saat mata Reyhan mulai mengerjap, satu tangannya meraba raba sisi tempat tidur, mencari seseorang yang ia harap masih ada bersamanya. Akan tetapi seseorang yang ia cari sudah tidak ada lagi di sisi nya.


Buru buru Reyhan kemudian bangkit dari berbaring nya. Menyapukan pandangannya ke seisi ruangan sambil memanggil nama Andrea. Karena tidak ada sautan, kemudian Reyhan berinsut dari ranjang. Memakai kembali celananya yang ia buang asal beberapa waktu lalu.


Reyhan kemudian mengecek kamar mandi dan ruangan lain. Namun ia tidak bisa menemukan sosok yang ia cari.


Setelah memastikan bahwa Andrea memang sudah tidak ada bersamanya lagi di Penthouse, kemudian Reyhan meraih ponselnya dan menghubungi nomor sang istri. Tetapi nomor yang ia hubungi tak dapat tersambung.


Kemudian Reyhan beralih ke aplikasi pesan chat. Dan lagi lagi ia pun tak bisa menghubungi Andrea. Dan malah, nomor ponselnya telah terblokir oleh Andrea.


"Aku sudah menduganya. Kau pasti akan sangat marah pada ku setelah kejadian ini Andrea. Tapi aku tidak perduli, aku yakin, aku bisa kembali meyakinkan mu." ucap Reyhan bermonolog.


Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi. Reyhan kemudian mengambil ponselnya kembali dan menghubungi seseorang. Tetapi seseorang yang ia hubungi tidak juga mau menjawab sambungan teleponnya.


"Syanala kau juga melakukan hal yang sama pada ku. Dasar wanita, kalau sedang marah selalu memantikan ponselnya." keluh Reyhan, yang merasa kesal, karena baik Andrea dan juga Syanala mengacuhkannya bahkan telah memblokir nomor ponselnya.


🌹🌹🌹🌹


Dah pagi itu, Reyhan yang baru saja pulang langsung naik ke lantai dua di rumahnya. Sesampainya ia di kamar, Reyhan langsung membuka pintu kamar. Reyhan sudah sangat berharap bahwa ia bisa melihat sang istri. Namun nihil, Ia tidak menemukan Andrea di kamar mereka.


Ketika Reyhan juga berteriak-teriak memanggil putri kesayangannya Isabella, tidak juga da sautan dari sang putri yang selalu antusias jika bertemu dengannya.

__ADS_1


"Bella, kau juga pergi kemana sayang?"


Kemudian salah satu ART menjelaskan semuanya pada Reyhan. Harapannya kini pupus ketikan sang ART di rumahnya memberitahu Reyhan jika sang istri dan juga anaknya Isabella sudah pergi sejak subuh hari.


Mendapati kabar jika Andrea dan juga Bella pergi hari rumah membuat Reyhan kaget. Karena selama ini ia tidak pernah di tingalkan oleh istri dan juga anak nya tanpa pesan ataupun tanpa izin terlebih dahulu.


"Aku di amanatkan oleh Bu Andrea untuk menyerahkan surat ini pada Pak Reyhan." tutur Jenna sekertaris Andrea yang kala itu bertamu di rumah besar.


"Apa ini?" tanya Reyhan penasaran.


"Buka saja Pak."


Kemudian Reyhan pun membuka isi surat di dalam map tersebut. Dengan seksama Reyhan membaca lebaran demi lembar surat yang ada di dalam map tersebut.


Tidak hanya di usir dari rumah, mobil mewah milik Reyhan pun turut di sita oleh Andrea dengan alasan untuk melunasi hutang piutang perusahaan yang masih tersisa yang harus Reyhan bayarkan untuk Andrea. Karena perusahaannya telah di akusisi oleh perusahaan Andrea sepenuhnya.


Setelah membaca semua surat surat penyataan yang di bawakan oleh Jenna untuknya. Reyhan kini membaca surat tulisan tangan pribadi yang Andrea tulis khusus untuk Reyhan.


"Untuk suami ku Reyhan Aditya Dimitri. Terimakasih untuk pernikahan yang sudah berjalan 9 tahun yang mengagumkan ini. Aku tidak pernah menyangka, jika pada akhirnya kita sampai pada titik ini. Titik kejenuhan dan rusaknya kepercayaannya. Aku sudah menyuruh Jenna untuk mengurus perceraian kita. Dan aku juga meminta hak asuh secara penuh untuk Bella. Aku harap kerja samanya dengan baik. Kau akan aku bebaskan untuk menemui Bella kapan pun kau ingin bertemu anak mu. Soal nafkah, aku membebaskan mu untuk tidak perlu memberikannya pada Bella. Dan untuk apa yang kau lakukan terhadap ku di Penthouse, aku sudah memaafkan mu. Anggap saja itu yang terakhir kalinya aku melayani mu sebagai istri. Untuk sementara aku dan Bella tidak akan tinggal di Indonesia. Semoga kau mengerti dan selamat menjalani hidup baru mu Reyhan. Terimakasih."


Seperti itu lah isi surat yang di tulis oleh Andrea khusus untuk Reyhan.

__ADS_1


Setelah membaca isi surat itu Reyhan nampak tersenyum getir.


"Aku tak akan melepaskan mu Dea. Kau dan Bella akan selalu bersama ku. Dan kau pasti akan membatalkan gugatan cerai itu." ucap lirih Reyhan penuh percaya diri.


🌹🌹🌹🌹🌹


2 Bulan Kemudian


Di sebuah bangunan ruko berlantai tiga yang tidak terlalu luas, di sanalah kini Reyhan tingal. Memanfaatkan sisa sisa tabungan yang ia miliki, Reyhan menyewa sebuah ruko yang kini ia fungsikan sebagai tempat tinggal dan juga tempat ia mencoba bangkit kembali dari hancurnya perusahaan yang telah ia bangun dari nol.


Berbekal ilmu dan juga gelar yang ia peroleh dari kuliah di luar negeri. Reyhan mendirikan sebuah konsultan interior design. Dia berharap apa yang ia usahakan kali ini bisa tetap membuatnya produktif.


Berbekal pengalaman dan juga koneksi yang ia sudah dapat sebelumnya, membuat Reyhan tidak begitu kesulitan dalam memulai usaha dan pekerjaan baru nya.


Bulan pertama membuka kantor, Reyhan belum bisa merekrut karyawan. Karena keuangannya belum memungkinkan untuk ia merekrut seorang karyawan. Sehingga semua pekerjaan yang telah masuk ia handle sendiri.


Soal kesibukan jangan di tanya. Bahkan Reyhan benar-benar menfokuskan diri untuk usaha yang ia mulai rintis. Pagi siang malam ia selalu berada di depan laptop nya, jeda sebentar untuk makan dan beristirahat. Karena Andrea sudah memblokir nomor ponselnya, praktis ia juga tidak bisa berkomunikasi dengan istri dan juga anak nya itu.


Dan beberapa hari ini surat gugatan perceraian juga telah sampai ke tangannya. Namun Reyhan tidak membuka atau membacanya. Reyhan langsung merobek-robek keras itu.


"Aku harus menemui Andrea. Sudah saat nya aku menunjukan diri ku dan membuktikan jika aku benar-benar serius mempertahankan keluarga ku." guman Reyhan.

__ADS_1


"Tapi bagaimana aku bisa menemui Andrea dan juga Bella di New Zealand. Keuanganku belum memungkinkan aku untuk bisa membeli tiket pulang pergi ke New Zealand. Aku harus minta bantuan siapa?" guman Reyhan sambil berfikir.


"Metthew, pasti dia mau membantu ku." guman lagi Reyhan mendapatkan ide, yang kemudian ia langsung menghubungi nomor ponsel Metthew Wilson.


__ADS_2