Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Kejutan


__ADS_3

Reyhan POV


Ada hal baru yang aku rasakan saat ini. Ketika pertama kali aku membuka mata dari tidur ku di pagi yang sepertinya sangat cerah. Secerah hati ku.


Pertama, Andrea kembali menjadi milikku. Walau belum sepenuhnya menjadi milikku. Dalam artian, aku baru saja memenangkan hatinya kembali. Dan menyadari bahwa ia selama ini masih memiliki perasaan terhadap ku saja, itu sudah sangat membuat aku berarti untuk nya.


Dan kedua, saat kami saling bersentuhan sore kemarin. Aku bisa merasakan, bahwa kami memang masih saling mencintai dan masih ingin saling memiliki.


Hasrat itu, sentuhan itu, masih terasa aku rasakan. Dan debaran yang sama itu masih bergelora di hati ku. Dan jantung ku seakan berdetak cepat jika menginginkan kejadian sore itu di kamar. Bagaimana kami saling bergairah dan terbakar hasrat.


Seolah-olah, kami sedang saling jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.


Dan semalaman aku sudah berfikir dan memikirkan semuanya. Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sebuah kesempatan yang langka bagi ku. Dan juga kesempatan yang sudah ku tunggu sejak lama.


Segera aku bangkit dari tidur, menyibakkan selimut dan langsung bergegas ke kamar mandi.


Hari ini juga aku harus memulai nya. Dengan perasaan hati yang sudah di liputi rasa bahagia. Ku lalui proses mandi ku dengan sedikit tergesa.


Bersarapan dengan cepat pula, dan setelah itu aku segera pergi meninggalkan rumah. Walau untuk pergi kekantor, kala itu masih terlalu dini. Tapi, ada sesuatu yang aku hendak urus.


Dan hal ini sangat penting dan juga sangat mendesak.


Aku berniat memberikan kejutan yang tidak akan pernah Andrea bayangkan, dan tak akan bisa dia menolaknya.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Bell's, bisa kah kau datang ke alamat yang Daddy kirim pada mu. Nanti akan ada sopir yang akan menjemput mu." kata ku pada Isabella lewat sambungan telepon.


"Memangnya ada acara apa Daddy. Dan ada apa di sana?" tanya Bella sepertinya penasaran.


"Daddy hanya ingin mengajak kalian makan. Jangan lupa juga jemput Alden ya. Datanglah bersama Alden ke alamat itu. Ini penting sayang." ujar ku, aku juga berniat untuk memberikan kejutan untuk Isabella. Aku tau berita ini pasti akan membuatnya bahagia.

__ADS_1


"Oke Dad, aku akan datang bersama Alden."


"Good, sampai jumpa di lokasi ya sayang."


🌹🌹🌹🌹🌹


Jam 1 siang di sebuah lokasi pembangunan gedung.


Siang itu, aku selalu pelaksana kontraktor yang menangani pembangunan gedung perkantoran milik dua perusahaan Sahara Corp dan Julian Corp, meninjau lokasi pembangunan yang sudah berjalan hampir satu bulan.


Bersama Julian, Andrea dan juta Theresia. Aku menjelaskan tahapan demi tahapan pembangunan gedung yang sudah di kerjakan.


"Andrea, pake ini, biar lebih aman." kata ku, sambil menyodorkan padanya sebuah helmet pelindung.


Saat Andrea hendak mengambil helmet yang aku berikan, aku buru buru memakaikan helmet itu ke kepala Andrea.


"Biar aku yang pakaikan." kata ku dan Andrea nampak menurut, walau awalnya menolak.


"Biarkan saja, kalian kan putus baik baik. Kenapa kamu memikirkannya. Apa kamu masih punya perasaan pada Julian, sehingga mau tak enak hati padanya." sergah ku pada Andrea.


"Kamu jangan salah sangka, aku manusia yang punya perasaan Rey." tutur Andrea, aku hanya menangapi celotehannya dengan tersenyum.


"Terimakasih, sudah pakaikan aku helm nya."


"Sama sama sayang,"


"Rey, please.....jangan ungkapkan kata kata seperti itu." tegur lagi Andrea pada ku, lagi lagi aku hanya tertawaan dalam hati.


Dia sepertinya tidak ingin kedekatan ku dengan nya terlihat oleh Julian. Karena ia menjaga perasaan Julian. Padahal, Julian sudah tau apa yang aku rencanakan hari ini pada Andrea.


Akhirnya, aku dah juga Andrea dan yang lain kembali meninjau pembangunan. Kami menaiki sebuah lift bangunan untuk naik ke lantai 20 gedung.

__ADS_1



Sesampainya kami di lantai atas, aku pun me jelaskan kembali apa apa yang kurang dan menanyakan apa apa yang tidak pas.


Dan sepertinya, Julian serta Andrea sudah puas dengan hasil pembangunan nya.


"Apa kalian haus, kalau kalian haus aku akan menyuruh orang untuk membawakan minuman." tawar ku.


"Tidak usah Rey, kita sudah selesai kan." ucap Andrea.


"Boleh, aku haus," ucap Julian.


"Baik, tunggu sebentar, aku akan suruh orang ambilkan minuman." kata ku, kemudian aku dengan sedikit berlari berjalan ke arah anak tangga yang ada di sisi bangunan yang belum rapi.


"Rey, hati hati jangan berlari, sebelah sana belum ada tembok, kamu bisa kepleset." seru Andrea nampak khawatir.


"Aku akan hati hati An......."


Bungh.......


"Rey.............!"


(Reyhan terpleset, dan terjatuh dari ketinggian bangunan 20 lantai)



Apa yang terjadi dengan Reyhan ?


Apakah Reyhan masih hidup atau sudah meninggal?


to be continue....🥰🤗

__ADS_1


__ADS_2