Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Kesedihan Hati Andrea


__ADS_3

"Rey, apa maksud mu memberikan izin pada Isabella, untuk pulang dengan mengendarai tranportasi umum kemarin. Kenapa kau tak menghubungi aku jika kau tak bisa menjemput nya. Memangnya di mana sopir nya." cecar Andrea begitu ia masuk kedalam ruangan kerja di kantor Reyhan.


Reyhan yang mendapati kedatangan tiba-tiba sang mantan istri hanya bisa tercenang. Dia sendiri tidak paham ketika Andrea datang langsung mengoceh.


"Bisa tidak, kau bersikap sopan sedikit saja dengan mantan suami mu ini Andrea. Minimal kau bisa ketuk pintu kan sebelum masuk." ucap Reyhan tenang. Kemudiaan ia menutup file file pekerjaan yang ia sedang pelajari barusan. Lalu ia fokus untuk menanggapi sang mantan istri yang datang dengan marah marah itu. Yang sebenarnya ocehannya itu sangat ia rindukan.


Sejak Andrea meresmikan hubungan nya dengan Julian. Reyhan sudah jarang untuk mendatangi rumah Andrea setiap hari.


Untuk memberikan privasi pada Andrea, Reyhan memilih mengurangi sering sering mendatangi rumah itu kecuali ia memang ada perlu dengan anak anak nya.


Karena beberapa kali datang ke rumah Andrea, dia malah sering mempergoki Andrea sedang menerima kedatangan Julian di rumah itu. Dan hal itu lah yang membuat Reyhan merasa tak nyaman. Apalagi ia masih menyimpan rasa cinta untuk Andrea dan juga masih berharap bersatu kembali dengan mantan istrinya itu.


Sejak Andrea memproklamirkan hubungan nya dengan Julian naik ke tunagan. Rasanya Reyhan sudah mundur dan tak lagi bersemangat untuk meluluhkan hati Andrea. Bagaimana pun ia harus menghargai pilihan hidup sang mantan istri setelah mereka bercerai.


Namun, selama Andrea belum benar-benar menikah lagi. Ia masih sangat berharap kesempatan untuk kembali bersama Andrea masih ada.


"Ada apa Andrea. Kenapa kamu baru datang langsung marah?" tanya Reyhan lembut.


"Ini soal Isabella. Aku harap, kamu bisa lebih bijak untuk ikut dalam mengatur anak itu. Jangan saat aku sudah mengatur begini tapi kamu malah mengatur begitu." protes Andrea sedang nada suara emosi.


"Sebentar, memangnya ada apa Dea, aku tidak paham maksud mu. Soal aturan apa dan yang mana? tanya Reyhan bigung.

__ADS_1


"Soal dia pulang dengan naik kendaraan umum. Aku ibu nya aku mengkhawatirkan dia. Selama ini ada satu mobil dan satu sopir khusus untuk Isabella buat apa, jika Bella masih pulang dengan naik kendaraan umum seperti itu. Ini tentang keselamatannya Isabella Rey. Soal ini aku serius ya. Jika terjadi apa apa dengan putri ku, aku tidak akan segan-segan untuk menghakimi mu." mendengar semua penuturan Andrea, membuat Reyhan terperanjat.


Akhirnya Reyhan paham. Kata kata Andrea tentang keselamatan sang putri ada benarnya. Reyhan tak menyangka, jika reaksi Andrea akan semarah itu.


"Tenang Andrea. Oke, aku salah, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku akan ikut dengan aturan yang kau buat untuk anak anak, termasuk juga untuk Alden. Kemarin aku yang mengizinkan dia naik taksi. Tetapi karena taksi nya lama, jadi dia naik bus, itu juga karena izin ku. Dia sudah aku bilangin, untuk menunggu aku saja, tapi Bella tidak mau. Jangan berlalu keras pada nya." tutur Reyhan lembut.


Sejenak Reyhan dan Andrea nampak saling pandang. Kedua iris mereka saling bertemu. Tatapan keduanya seakan saling mengunci. Dan saling bertukar sesuatu yang entah itu apa.


Dalam hatinya, Reyhan sangat merindukan tatapan sendu Andrea jika sedang bersedih. Dan di lain hati, Andrea juga merasakan sikap teduh mantan suami nya yang telah berubah banyak ketika mereka sudah bercerai.


Tidak ingin terbawa suasana, Andrea kemudian memalingkan wajahnya. Lalu berjalan untuk duduk di sebuah sofa pajang di ruangan itu.


"Ada apa Dea. Kau bisa berbagi dengan ku. Aku memang bukan lagi suami mu, tapi aku tau apa yang membuat sedih. Ini pasti ada kaitannya dengan anak anak. Berbagilah dengan ku, jika itu memang tentang anak anak."


Andrea nampak memijat mijat pelipisnya. Ada rasa gunda yang memang Andrea sedang rasakan. Tetapi ia ragu mengutarakan itu pada Reyhan.


"Jangan sungkan pada ku Andrea." tutur Reyhan lagi, memastikan agar Andrea mau sharing tentang apa yang ia rasakan. Sejenak Andrea berfikir. Kemudian, akhirnya ia memberanikan diri untuk bercerita.


"Rey, apa Isabella pernah bercerita pada mu tentang hubungan ku dengan Julian." tanya Andrea akhirnya. Reyhan pun kemudian paham.


"Ia, Bella pernah berkeluh-kesah tetang itu." jawab Reyhan jujur.

__ADS_1


"Apa yang ia curhatkan pada mu Rey. Tolong beri tau aku." pinta Andrea merasa sangat penasaran.


"Sejak kamu memutuskan tunagan dengan Julian. Aku sudah berusaha untuk menjaga privasi mu. Aku tidak akan pergi ke rumah mu jika tidak ada alasan karena anak. Sekarang pun kebersamaan anak anak sudah kamu aturkan. Bella bersama ku satu Minggu dan kamu satu Minggu. Sedangkan Alden pun sama, walau mereka tetap mendapatkan kebebasan untuk bersama siapa."


"Tapi Isabella sekarang lebih sering bersama mu Rey. Bahkan yang seharusnya ia bersama ku saja ia selalu ingin pulang ke rumah mu. Aku merasakan anak itu sudah berubah sikap terhadap ku. Seolah-olah aku ini tidak penting bagi nya. Itu hal yang membuat aku sedih Rey." ungkap Andrea, karena ia tidak bisa lagi menahan kesedihannya soal Isabella yang kini bersikap dingin pada nya.


Buliran air mata pun tak bisa Andrea bendung. Dan Reyhan pun dengan sigap memberi tisu untuk mantan istri nya itu.


"Tenanglah Andrea. Jangan berfikir seperti itu. Anak kita sedang dalam masa pertumbuhan emosional. Jadi, kita harus sabar menghadapinya."


"Bella pernah bercerita apa pada mu Rey. Tolong kasih tau aku." ucap Andrea lagi makin penasaran.


"Dia pernah melihat mu berciuman di dalam mobil malam itu. Ketika Julian mengantarkan kamu pulang. Dia hanya bercerita sedikit soal itu. Yang intinya, dia tidak suka mommy di cium laki laki lain."


Deg


Seperti dia sambar petir, hati Andrea pun makin teriris dan sedih. Dia masih ingat betul bagaimana kata kata Isabella yang menjelaskan bahwa ia akan bahagia melihat mommy bahagia.


Tapi ini apa, malah justru sebaliknya. Isabella sebenarnya sedih.


"Bells, kau tidak jujur dengan perkataan mu sendiri nak. Kau bahagia jika melihat mommy bahagia. Tapi sebenarnya kau sedih. Lalu apa artinya itu Bella. Mommy lah yang harusnya berjuang untuk membuat mu bahagia sayang." guman Andrea. Yang kini justru di buat merasa bersalah. Bersalah karena telah melukai hati anak gadisnya.

__ADS_1


__ADS_2