
Setelah sampai di rumah, Isabella langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam. Kini, menyisakan Andrea dan juga Reyhan yang masih berada di dalam mobil.
"Terimakasih Rey, sudah mendidik anak anak dengan baik. Aku terharu dengan cara berfikir Isabella. Kau ada buat anak anak kita di saat aku kadang tidak ada karena harus pergi tugas untuk urusan pekerjaan. Kau memberikan apa yang anak anak butuhkan saat aku tidak bisa memberikan itu pada mereka. Perhatikan mu kasih sayang mu pada mereka. Kau selalu mengajari hal hal yang positif pada Isabel dan juga Alden. Sehingga mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang punya pandangan positif. Padahal mereka berada dalam kondisi keluarga yang broken. Aku akui, itu tidak lepas dari pantauan dan didikan mu." ucap Andrea berterus terang. Saat mereka masih betah berada di dalam mobil.
"Kau juga berperan baik untuk anak-anak. Sudah aku bilang kan, kau juga ibu yang baik. Jika anak anak kita seperti itu, ya itu karena kita berdua. Isabella dan Alden adalah bagian dari diri mu dan diri ku. Mereka adalah kita. Kita pernah melalui masa masa indah dan bahagia Andrea. Dan maaf untuk kesalahan yang pernah aku lakukan. Akulah perusak rumah tangga kita. Aku tidak ingin membahas masa lalu. Cukup itu menjadi pelajaran berharga untuk ku pribadi. Sekarang aku bisa melihat anak anak ku tumbuh dengan baik dan melihat mu bahagia itu sudah cukup untuk ku."
"Rey,...." sebut Andrea pada mantan suaminya itu, merasa sangat kagum dengan ketulusan hati Reyhan.
"Kau akan selalu di hati ku Andrea. Kau bagi ku tidak tergantikan dan tak akan pernah bisa terganti. Aku mencintai mu, dulu sampai sekarang." ucap Reyhan mengutarakan isi hatinya sambil menoleh ke arah Andrea dengan tatapan mata yang begitu intens.
Sedang kan Andrea sendiri juga saat itu sedang menoleh ke arah Reyhan dengan tatapan sendu.
Ketika tatapan mereka saling mengunci ada rasa iba yang ingin mereka sama sama utarakan. Tapi mereka sama sama memendam itu. Andrea kemudian menghela nafas berat.
"Aku selalu merasa bersalah pada anak anak. Bercerai dengan mu adalah keputusan ku. Dan aku tidak menyesali keputusan ku 7 tahun silam. Tapi ku akui, kau sudah banyak berubah selama kita bercerai. Aku melihat sosok lain dari diri mu. Reyhan yang dulu dan sekarang sangat berbeda."
Reyhan kemudian tertawa kecil mendengar penuturan Andrea.
__ADS_1
"Maksudnya aku beda seperti apa?" tanya Reyhan menyelidik.
"Kau lebih bijak dan lebih matang dalam berfikir. Tidak seperti dulu. Aku tau kau masih mencintai ku, kau tidak bisa move on dan sebagainya. Kau sudah mengatakan itu berkali kali pada ku. Tapi boleh kah aku katakan ini, carilah pendamping hidup yang baru." ucap Andrea sambil tersenyum tipis.
"Jadi, hubungan apa yang tepat untuk kita ini sekarang. Terlepas kita adalah orang tua untuk anak anak kita. Di luar itu apakah kita benar-benar kembali menjadi teman yang akrab."
"Seakrab apa aku dengan mu. Asal kau tau saja Andrea, aku sering terbakar cemburu saat kau bersama Julian. Jadi ku rasa, hubungan kita ini sudah menjadi toxic untuk kita berdua."
Andrea kemudian mendesah, seolah-olah juga bigung dengan apa yang ia rasakan.
"Entahlah Rey, aku juga bigung." ucap Andrea berterus terang.
"Kau ini, kenapa selalu bertanya kapan aku menikah?"
"Ya, bukankah kamu akan menikah dengan pacar mu itu." mendengar pertanyaan Reyhan dengan nada suara culas, membuat Andrea kembali tertawa kecil.
"Entahlah, jangan bahas itu. Itu urusan aku dengan Julian."
__ADS_1
"Jangan kejam padanya Andrea. Julian sudah sangat sabar dan dia pria baik. Jangan terlalu lama menggantung hubungan."
"Kau pikir kamu siapa?"
"Aku sahabat mu kan," balas Reyhan.
Dan lagi lagi baik Andrea dan juga Reyhan malah justru saling tertawa.
Entah di namai apa hubungan Reyhan dan Andrea saat ini.
Bahkan mereka sendiri pun juga di buat galau dengan penyataan saling mendukung tapi sebenarnya mereka di buat sakit hati untuk dukungan itu sendiri. Dan benar apa kata Reyhan.
Toxic adalah gambaran yang tepat untuk mendefinisikan hubungan mereka. Jadi teman ia, jadi sahabat oke, mantan suami istri ia, dan sekarang apa.
Mereka sama sama masih terlibat cinta yang belum sepenuhnya mati, tapi malah sekarang kembali bersemi.
Bukankah cinta itu sendiri selalu identik dengan kenyamanan. Jika mereka masih nyaman dengan rasa mereka. Sok atuh lanjut 🤭😅😂.
__ADS_1
Bonus up deh.... dikit ngk apa apa ya 🥰 komen lah jgn lupaaaa 🥰😂😅🤭🤗♥️🔥