
3 Bulan kemudian........
Andrea kini sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Pergi ke kantor setiap pagi dan menjadi ibu ketika berada di rumah.
Menjadi pemimpin dari dua perusahaan yang kini sedang berkembang pesat membuat ia makin sibuk.
Perjalanan bisnis ke luar kota, bahkan sampai ke luar negeri pun tak bisa di hindari nya.
Begitu pula dengan Reyhan. Dia juga sama sibuknya dengan Andrea. Perusahaan baru yang ia rintis juga makin maju. Selain mendirikan jasa kontruksi dan menjadi kontraktor, Reyhan juga menjalankan bisnis properti seperti apa yang ia jalani di perusahaannya yang dulu.
Dan kini, perusahaan Reyhan pun juga semakin berkembang dan memiliki banyak karyawan. Renyah pun juga sudah mengoperasikan beberapa kantor cabang di beberapa kota besar untuk menunjang bisnisnya.
Sejauh ini hubungan antara Reyhan dan juga Andrea berjalan sangat baik. Walaupun mereka sibuk, soal perhatian ke anak anak tetap mereka berdua prioritas kan.
Reyhan juga sudah berhasil membeli rumah yang selama ini ia incar. Memiliki tempat tinggal yang berhadapan dengan rumah Andrea membuat ia makin mudah untuk bertemu dengan anak anak nya, Isabella dan juga Alden.
Renyah memperkejakan beberapa irt untuk merawat dan membersihkan rumah yang cukup mewah miliknya. Hal itu ia lakukan untuk memberikan rasa nyaman pada kedua anaknya jika mereka sedang berada di rumah nya.
Reyhan juga menyiapkan kamar khusus untuk sang putri kesayangannya Isabella. Karena baby Alden masih kecil ia juga menyiapkan tempat tidur bayi di kamarnya.
Saat Andrea sedang dalam perjalanan bisnis ke luar kota atau keluar negeri, biasanya Reyhan membawa anak anak nya untuk tingal bersama nya di rumah. Dan ada dua orang babysister yang akan membantu mengurus anak anak mereka.
🌹🌹🌹🌹🌹
"Bu, berkas gugatan perceraian anda sudah masuk dalam tahap pembacaan putusan. Apa ibu akan datang ke pengadilan untuk mendengarkan bacaan putusan dari hakim secara langsung?" tanya Jenna, sekertaris Andrea yang kala itu melapor perihal gugatan cerai yang Andrea layangkan untuk Reyhan.
Andrea yang kala itu tengah sibuk berkutat dengan file file dokumen yang ada di meja kerjanya, kemudian mengalihkan perhatiannya pada Jenna.
"Apa sudah masuk dalam bacaan putusan?" tanya lagi Andrea memastikan.
"Sudah Bu, pihak pengadilan sudah menelpon saya. Dan lusa depan adalah jadwal pembacaan sidang putusan untuk gugatan cerai anda."
__ADS_1
"Okey, terimakasih informasinya Jen."
Setelah mendengar informasi yang Jenna bawa untuk nya, membuat Andrea menjadi tidak lagi bisa konsentrasi mempelajari beberapa file dokumen yang ada di mejanya.
Sejenak Andrea melirik ke arah foto kedua anak nya yang ia bingkai di kedalam figura yang lucu. Dia sana ada foto Isabella dan di sebelahnya ada foto baby Alden. Andrea kemudian meraih figura tersebut. Dan memandangi lekat lekat gambar kedua buah hatinya.
Ada rasa sedih yang menghampiri hati Andrea teruntuk kedua anaknya. Pasalnya, ia merasa sudah gagal untuk mempertahankan pernikahan nya dengan Reyhan.
Sebenarnya ia senang dengan akhir dari gugatan cerai itu. Yang ia yakin, bahwa ia berhasil meyakinkan hakim untuk mengabulkan permohonan cerainya. Karena Reyhan sendiri juga bilang akan mempermudah proses perceraian yang Andrea gugat ke padanya.
"Maafkan mommy sayang. Mommy tidak bisa mempertahankan daddy kalian untuk terus bersama mommy. Tapi sejauh ini mommy dan daddy berjanji akan selalu kompak untuk kalian. Sekali lagi maaf Bell, maaf Alden." ucap lirih Andrea yang masih memandangi foto kedua anaknya. Dan tak terasa air mata Andrea pun menetes.
Deringan ponsel yang berada di atas mejanya, seketika itu membuat Andrea teralihkan perhatiannya. Ia menaruh kembali foto kedua anaknya di atas meja kerjanya. Kemudian ia beralih meraih ponselnya.
"Halo, Rey." sapa Andrea pada Reyhan.
"Hai Andrea. Aku sudah menerima surat dari panggilan, untuk menghadiri sidang putusan gugatan cerai kita. Apakah kau akan lusa depan?" tanya Reyhan dari sebrang telepon.
"Aku akan datang. Aku akan hadir, aku merasa bersalah dan merasa bertanggung jawab untuk semua hal ini. Untuk semua penyebab kau yang akhirnya mengugat ku. Bagaimana dengan diri mu? Apakah kau akan datang?
"Aku akan datang Rey," jawab Andrea mantap.
"Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa di pengadilan Andrea."
"Iya Rey."
....................................(hening)
"Andrea," pangil lagi Reyhan setelah sekian menit mereka saling diam membisu, padahal pangilan telepon masih berjalan.
"Iya,"
__ADS_1
"Bisakah kita bertemu nanti malam."
"Untuk apa? Bukan kan kita biasa bertemu di rumah jika kau sedang menyapa anak anak." jawab Andrea sedikit bigung. Karena Reyhan mengajaknya bertemu.
"Aku ingin bertemu dengan mu secara khusus. Khusus untuk kita."
"Maksud mu."
"Makan malam lah dengan ku. Malam ini dan besok adalah hari terakhir kita menjadi pasangan suami-istri. Aku tau perhatian ku untuk anak anak tidak berubah. Tapi, perhatian ku pada mu lah yang akan berubah. Dan karena itu boleh kah aku meminta satu hal dari mu Andrea, sebelum kita bercerai."
Andrea nampak berfikir sejenak.
"Apa permintaan mu Rey."
"Permintaan ku, jadilah istri ku sepenuhnya dalam satu hari esok. Aku hanya ingin melalui satu hari yang tertingal dan yang tersisa dari hampir 10 tahun kita menikah. Maukah kau menjadi istriku sepenuhnya malam ini dan besok. Aku mohon, setelah itu kau bebas."
"Akan ku pikirkan nanti Rey, aku masih sibuk dengan pekerjaan ku."
"Jawab saja bisa Andrea. Kita sebentar lagi akan bercerai. Aku tidak akan lagi punya hak terhadap mu. Aku rela melepas mu, walau aku masih sangat mencintai mu. Bahkan aku sebenarnya tidak ingin kita bercerai." ucap Reyhan masih mendesaknya.
"Akan ku kabari kau nanti Rey, jika aku bersedia."
"Baiklah, jika kau tidak bersedia pun aku juga tidak akan memaksa mu Andrea." jawab Reyhan diplomatis.
Beberapa jam kemudian
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore kala itu. Reyhan yang baru saja keluar dari kantor nya dengan sedikit berlari menghampiri mobil nya yang terparkir di halaman kantor.
Saat ia bersiap untuk menyalakan mesin mobil nya. Suara bunyi notip pesan singkat muncul di layar ponselnya. Reyhan pun meraih ponselnya dan mengecek pesan singkat tersebut. Saat ia tau siapa sang pengirim pesan itu dan kini ia juga telah membukanya. Wajah Reyhan seketika langsung sumringah.
"Tentukan di mana kita akan bertemu malam ini Rey. Aku kabulkan permintaan mu" (isi pesan Andrea)
__ADS_1
kira kira apa yang di maksud Reyhan dengan menjadi istri nya sepenuhnya....??????🤔ðŸ¤ðŸ˜¬