Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy untuk anak ku : Just to be with you


__ADS_3

Dua hari kemudian.......


Reyhan yang menyiapkan dan mengurus semua hal yang berkaitan untuk pernikahannya. Andrea hanya mengurusi pakaian yang akan ia gunakan untuk akad pernikahan.


Andrea menginginkan acara pernikahan yang sederhana. Dan ia juga ingin, acara pernikahan itu hanya di hadiri pihak keluarga dan teman dekat saja.


Sudah pernah menggelar resepsi pernikahan mewah dan besar besaran membuat Andrea tidak ingin terlalu menghamburkan uang. Apalagi ini adalah pernikahan kedua nya, bersama orang yang sama yaitu Reyhan Aditya Dimitri.


Akan terkesan lucu jika mereka menggelar resepsi atau di rayakan dengan mengundang banyak orang.


Lagi pula, tidak semua orang tau jika selama ini Andrea dan Reyhan bercerai. Beberapa teman jauh dan keluarga pun masih berfikir pernikahan mereka baik baik saja.


Oleh sebab itu acara pernikahan cukup di gelar dengan sederhana. Hanya pengucapan ijab kabul dan penandatanganan pernikahan secara hukum.


Dan hari itu pun tiba. Di hadapan kedua orang tua Andrea yang pada hari itu spesial datang dari New Zealand. Reyhan telah resmi menikahi Andrea Sahara di saksikan anak anak nya, orang tua Andrea, Anna Sahara dan Papanya Jacob Dowson dan juga beberapa kerabat dekat mereka.


Pancaran aura bahagia dan lega terlihat sangat jelas di wajah pasangan yang berpisah selama 7 tahun itu. Yang pada akhirnya, mereka memutuskan bersatu kembali dalam ikatan pernikahan yang sah.


Aura kebahagiaan itu tidak hanya di rasakan Reyhan dan Andrea. Tapi juga dirasakan Isabella dan juga Alden. Terlebih Isabella, ia benar-benar bahagia. Bisa kembali merasakan kebersamaan dengan kedua orang tuanya yang lengkap.


"Tolong jangan sia sia kan kesempatan kedua mu ini Rey. Jadikan pengalaman masa lalu untuk mengarungi bahtera rumah tangga mu lebih baik lagi. Kau sudah tau dan merasakannya sendiri jika kau berbuat kesalahan seperti yang sudah-sudah, akan berakibat apa dan berakhir bagaimana. Mama selama ini mendukung mu untuk kembali bersama putri ku Andrea. Tuju tahun bukan waktu yang singkat bagi Andrea untuk menyembuhkan luka luka nya. Mama harap kau bisa menjaga putri ku lahir dan batin dengan lebih baik lagi." pesan Anna Sahara sang mama mertua, seakan menjadi janji yang harus Reyhan tepati.


"Ia Ma, Reyhan berjanji akan menjaga Andrea dengan baik dan lebih baik lagi. Aku akan membahagiakan dia. Dan aku akan menebus semua kesalahanku yang telah lalu. Reyhan akan menjaga Andrea dan juga anak anak dengan lebih baik."


🌹🌹🌹🌹🌹


Makan malam........


Acara makan malam keluarga malam itu seolah-olah menjadi acara reunian untuk beberapa kerabat dekat dari Reyhan maupun Andrea. Mereka saling mengobrol santai sambil menikmati hidangan yang telah di siapkan. Acara akad nikah yang sederhana tapi sarat ketal akan kekeluargaan.


Beberapa jam setelahnya, para tamu berpamitan untuk pulang. Kerena waktu telah menunjukkan pukul 11 malam kala itu. Bahkan Alden pun sudah pulas tertidur di gedongan Reyhan.


Alden tertidur pulas di pundak Reyhan saat Reyhan masih sibuk menjamu kerabat nya. Reyhan berjalan ke sana kemari sambil mengedong Alden yang sudah kian berat.


"Taruh saja Alden di kamarnya, dia terlihat kecapekan. Dari pagi anak itu sangat antusias." ucap Anna.


"Iya Ma, aku ke atas dulu menaruh Alden ke kamarnya." ujar Reyhan yang kemudian menaiki anak tangga sambil mengedong Alden.


"Bagaimana sayang, kau bahagia." Anna berucap pada Andrea sesaat setelah Andrea menutup pintu depan, selepaskan kepergian kerabatnya.


"Aku bahagia Ma, terimakasih untuk selalu ada untuk ku. Dan selalu menguat ku." ucap Andrea pada mama nya.

__ADS_1


"Kali ini aku yakin, Reyhan akan semakin baik memperlakukan mu sebagai istri. Dia pasti belajar dari kesalahannya. Dia sudah berjanji sama Mama untuk menjadi suami yang baik dan juga Daddy yang terbaik untuk anak anak kalian."


"Terimakasih Ma" kemudian Andrea memeluk dengan erat sang mama.


"Hemmmmm, Alden sudah tidur. Isabella juga sudah berada di kamarnya. Mama istirahat lah, pasti juga capek seharian ini." tutur Reyhan yang tiba-tiba saja sudah berdiri di samping mereka.


"Baiklah, mama ke kamar dulu ya, Papa juga sejak tadi sudah ke kamar. Katanya dia sangat lelah. Maklum orang sesuai kami memang gampang letih, apa lagi papa. Selamat malam untuk kalian berdua, dan nikmati lah malam ini," ujar Anna Sahara sengaja mengoda anak dan menantunya.


Mendengar godaan dari sang mama membuat kedua pipi Andrea bersemu merah. Andrea hanya bisa menghela nafas panjang sambil mengelengkan kepalanya.


"Oya Ma, aku belum sama sekali mengepak barang barang ku dari rumah. Bahkan aku hanya memakai baju yang melekat di tubuh ku saat ini. Aku mau ajak Andrea untuk membantu ku mengepak baju. Titip anak anak." tukas Reyhan.


"Kau sendiri kan bisa Rey berkemas." keluh Andrea.


"Turuti kata suami mu Andrea, bantulah Reyhan berkemas. Soal Alden tenang saja, Mama nanti urus." ujar Anna.


"Terimakasih Ma," ucap Reyhan bersemangat.


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kau sengaja ya, melakukan ini." ujar Andrea ketika mereka kini berjalan beriringan menuju rumah Reyhan yang ada di sebrang sana.


Reyhan sendiri hanya tersenyum misterius menanggapi pertanyaan Andrea. Tanpa melepaskan genggaman tangannya pada Andrea, Reyhan terus berjalan mengandeng wanita cantik di sampingnya yang kini sudah resmi menjadi istrinya kembali.


"Selamat datang kembali Nyonya Dimitri." tutur Reyhan seraya membukakan pintu rumahnya untuk Andrea.


" Terimakasih Rey, rumah mu terlihat sepi," selidik Andrea, sesaat setelah ia masuk kedalam rumah dan mengamati seisi ruangan rumah besar itu. Dan Reyhan yang ketika itu tengah mengunci pintu hanya tersenyum.


"Aku meliburkan semua pelayan di rumah ini. Bahkan para sekuriti pun aku liburkan. Hanya ada kita berdua di rumah ini Andrea sayang." tutur Reyhan yang kemudian berjalan menghampiri Andrea dengan tatapan mata penuh gairah. Sedangkan Andrea sendiri kini sudah panas dingin perasaannya. Karena ia pikir, Reyhan telah merencanakan sesuatu.


"Ayo kita ke kamar," ajak Reyhan, yang kembali meraih tangan Andrea, mengengamnya erat dan mengajaknya untuk naik ke lantai dua rumahnya.


Sesampainya di depan kamar, Reyhan membukakan pintu kamar nya pelan pelan untuk Andrea. Begitu kamar itu di buka, sebuah pemandangan yang berbeda tersunguhkan.


"Rey," cicit Andrea, merasa sangat terkesan dengan dekorasi yang berbeda yang ada di kamar Reyhan.


"Selamat datang istri ku, di kamar kita, di rumah ku, rumah mu juga."


Andrea kemudian berjalan beberapa langkah mendekati ranjang yang kini semuanya bernuansa putih. Sprei putih, selimut putih, dan semua yang serba putih. Di tambah kelambu yang menjuntai, yang tertata rapi di beberapa sisi tempat tidur. Yang membuat nuansa kamar Reyhan berubah drastis dan mendadak terkesan sangat romantis dan intim. Belum lagi terdapat tulisan " i love you " di atas tempat tidur.


Dan di atas nakas, terdapat buah buahan seperti anggur dan ceri yang tertata rapi bersebelahan dengan sebuah minuman wine bermerk dan berkualitas tinggi.

__ADS_1


Seketika Andrea sedang mengamati seisi ruangan kamar tidur. Sebuah dekapan posesif dari belakang Andrea rasanya. Kedua tangan kekar Reyhan melingkari perutnya yang langsing.


Mendapat perlakuan manis seperti itu, seketika membuat tubuh Andrea bereaksi lain. Apa lagi sesuatu yang mengeras ia rasakan menempel di tubuhnya. Sesuatu yang membuat sang pemilik sepertinya sudah tak sabaran.


"Rey, aku mandi dulu ya, badan ku lengket." tutur Andrea yang mencoba untuk mengulur waktu dan memutar badannya untuk mengadap ke arah sang suami. Yang kala itu sudah menciumi leher putih Andrea.


"Kau merusak kefokusan ku Andrea." gerutu Reyhan.


"Aku hanya ingin mandi sebentar," jelas Andrea.


"Tidak usah mandi, kau masih wangi," tutur Reyhan yang kemudian kembali merangsek kan diri ke arah Andrea dan kembali menyerang leher sang istri.


"Rey, please, aku tidak lega sebelum wajah ku bersih dari make up yang dari pagi sudah menempel di wajah ku." rengek Andrea.


"Hemmmmmm," Reyhan pun mendesah pasrah.


"Oke, tidak usah mandi, kau cuci muka saja ya," ujar Reyhan yang kemudian berjalan ke arah nakas dan mengambil sesuatu dari sana.


"Pakai ini, wajib." perintah Reyhan sambil memberikan Andrea sebuah kotak box berpita warna pink.


"Apa ini?" tanya Andrea penasaran.


"Aku ingin kau kenakan itu sekarang. Jangan lama lama aku menunggu mu," jawab Reyhan yang kemudian berlalu dari hadapan Andrea.


Andrea menerima kotak box yang Reyhan berikan, kemudian tak banyak bicara lagi ia langsung bergegas ke kamar mandi.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Andrea segera melakukan ritualnya. Menggosok gigi, membersihkan wajah, mandi secepat kilat dan kemudian menganti bajunya.


Andrea kemudian membuka kotak box yang Reyhan berikan padanya. Saat ia buka kotak box itu. Wajah Andrea langsung merekah. Di ambilnya sebuah lingerie warna hitam yang potongannya sangat menantang. Bahkan teramat menantang.


"Damn it......bahkan aku belum pernah membeli lingerie yang setembus pandang seperti ini." keluh Andrea kesal. Tapi apa boleh buat, ia pun kemudian mengenakannya.


"Kau akan tersiksa melihat ku berpakaian seperti ini Rey." desis Andrea di depan kaca.


Dengan mengumpulkan semua keberaniannya Andrea bermaksud untuk mengoda sang suami. Tapi ternyata, saat tangannya hendak membuka handle pintu kamar mandi dan masuk ke kamar. Pertahanan itu seketika runtuh.


Hati Andrea berdebar debar, jantung berdetak lebih cepat. Desiran panas menguasai dirinya, di tambah hasrat yang juga sudah nampak ia rasakan gejolaknya. Semua itu melebur menjadi satu dengan rasa malu serta canggung yang ia rasakan.


Walau ini bukanlah malam pertama bagi nya. Nyatanya hal itu tidak di antisipasi oleh Andrea. Kenapa ia bisa di landa kecemasan bak seseorang yang hendak melakukan malam pertama untuk pertama kalinya.


Mencoba untuk melawan rasa canggung, akhirnya Andrea memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi berbalut lingerie yang Reyhan berikan.

__ADS_1


"Rey," pangil Andrea. Dan Reyhan yang kala itu sudah berada di tempat tidur langsung melongo melihat tubuh sang istri dengan balutan gaun malam yang ia pilih.


To be continue..... ini belum apa apa ya 🤭😬🤗🥰


__ADS_2