Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Berterus-terang


__ADS_3

Entah atas dorongan apa, Andrea merasa sudah tidak bisa lagi untuk tidak memberi tau hal yang sebenarnya perihal hubungannya dengan Julian.


Tadinya Andrea ingin lebih lama lagi merahasiakan kebenaran itu. Hanya saja, Andrea rupanya juga sudah tak mampu untuk menahannya lagi.


Sehingga ia pun dengan letupan hati yang juga bahagia, memberi tau pada Reyhan, jika dirinya batal menikah.


"Rey, sebenarnya aku dan Julian dengan baik baik, kami sepakat untuk mengakhiri hubungan kami. Aku dan Julian membatalkan rencana pernikahan kami. Dan kami pun juga sudah putus hubungan. Kami hanya berteman sekarang." tutur Andrea, akhirnya berterus-terang pada Reyhan.


"Kenapa putus, kenapa batal menikah?" justru pertanyaan konyol itu yang meluncur dari bibir Reyhan. Bukan gambaran kebahagiaan mendengar ia putus. Andrea pun nampak mengerutkan kedua alisnya. Seolah ia malah kini ditertawakan oleh Reyhan.


"Maksud mu apa kau malah bertanya kenapa aku putus dan batal menikah?" Andrea balik bertanya pada Reyhan dengan nada ketus.


Kemudian Andrea pun berinsut dari rajang dan kemudian berdiri beberapa meter menjauhi Reyhan sambil melipat kedua tangannya bersedekap di dada.


"Ya aku bertanya saja Andrea, kenapa kamu putus dan batal menikah dengan Julian, bukankah kalian saling mencintai," ujar Reyhan lagi yang malah semakin membuat Andrea merasa terledek.


"Ya sudahlah, sepertinya kamu hanya mempermainkan perasaan ku saja. Bukannya senang aku batal menikah tapi kamu malah bertanya kenapa aku batal menikah. Seharusnya kau tak bertanya seperti itu, jika kau mencintaiku seharusnya kau senang aku batal menikah bukanya hanya berexpresi seperti itu, konyol." jawab Andrea dengan nada suara yang lebih tinggi dan ketus. Dan hal itu justru membuat Reyhan makin gemas.


Padahal Reyhan sendiri memang hanya sekedar bertanya saja. Tapi lebih dari itu, Reyhan sangat bahagia bahkan begitu bahagia mendengar jika Andrea batal menikah dengan Julian.


Dan ia sudah tau alasannya dan yakin sang mantan istri masih mencintainya. Hal itu membuka peluang besar bagi Reyhan, untuk mengantikan posisi Julian.

__ADS_1


"Aku sudah salah memberi tau mu. Sebaiknya aku pulang saja," tutur Andrea. Nampak kecewa dengan sikap Reyhan yang biasa saja.


Reyhan yang langsung peka dengan sikap sang mantan hanya bisa tertawa dalam hati.


Melihat Andrea yang kini berjalan menuju ke arah pintu. Membuat Reyhan langsung bereaksi. Ia segera bangkit dari duduknya di ranjang dan mengejar Andrea.


"Andrea kau mau kemana?"


"Pulang," jawab Andrea singkat dan dengan raut wajah yang terlihat marah.


Reyhan bergerak cepat mendahului Andrea untuk sampai ke pintu. Dengan gerakan cepat pula, Reyhan menutup pintu yang dari tadi memang terbuka.


Kemudian ia meraih pergelangan tangan Andrea, lalu mendorong tubuh Andrea ke arah belakang pintu. Lalu Reyhan menghimpit Andrea di sana.


Iris mata Reyhan menerobos masuk ke dalam iris mata Andrea yang nampak sayu. Seorang wanita yang mendamba dan butuh akan perlindungan serta kehangatan dari seseorang. Wanita yang butuh cinta dan juga perhatian. Wanita yang menginginkan pendamping sehidup semati.


Baik Andrea dan juga Reyhan kini saling mengunci dalam pandang mata mereka. Reyhan kemudian mengulurkan tangan kanannya dan membelai kepala Andrea dan terus menurun ke pipi mulus Andrea.


Dan gerakan tangan Reyhan berakhir ke bibir ranum sang mantan istri. Ia meletakkan sentuhan tangan nya ke dagu Andrea.


"Jangan pergi dulu sayang, kau harus tau, saat kau membatalkan rencana pernikahan mu, aku sangat senang dan bahagia. Tadi aku hanya bertanya, kenapa. Dan aku sudah tau jawabannya. Alasannya karena kau masih mencintai ku kan." ucap Reyhan percaya diri.

__ADS_1


"Jangan percaya diri jika aku masih menyukai mu Rey?" kilah Andrea yang hendak meloloskan diri dari kungkungan Reyhan yang menguncinya di balik pintu.


"Kau yang jangan jual mahal," tadas Reyhan yang menarik kembali tubuh Andrea untuk tetap berada di hadapannya.


Kini jarak antara wajah Reyhan dan Andrea benar benar sangat dekat. Setelah memastikan Andrea tak lagi memberontak. Reyhan tau, jika saat itu pula Andrea terbawa dalam suasana keintiman di antara mereka.


Dalam hati, Reyhan berniat untuk mencium bibir Andrea. Jika Andrea tak menolak berarti Andrea memang masih mencintai nya. Jika ia menolak mungkin Andrea belum siap untuk menerima cintanya kembali.


Di saat Reyhan bermanuver mendekatkan wajahnya lebih dekat ke wajah Andrea. Andrea hanya diam saja. Dan yang terdengar hanyalah deru nafasnya yang sudah memburu.


Semakin dekat dan dekat, hingga akhirnya, bibir Reyhan mendarat lembut di bibir ranum Andrea. Bibir yang sudah lama tidak ia nikmati sensasi nya.


Sejenak, Reyhan berdiam, ketika bibir mereka sudah saling menempel. Melihat Andrea menerima kedatangan bibir nya dan tidak menghindar atau menolak, kini Reyhan membuka mulutnya sedikit dan mencium bibir Andrea lebih dalam lagi dan lagi.


Untuk beberapa saat, keduanya saling memberikan sentuhan dan juga berbalas dalam setiap kecupan. Tapi hal itu tidak berlangsung lama, karena Andrea mendorong tubuh Reyhan.


"Hentikan Rey,"


"Kenapa?"


"Kita bukan lagi suami istri."

__ADS_1


"Kalau begitu aku akan menikahi mu kembali." jawab Reyhan tegas.


__ADS_2