
"Apa kau serius, mau menikahi Syanala?" tanya lagi Reyhan nampak tidak percaya.
"Aku serius, kenapa Rey, ada masalah?"
"Bukan, bukan itu Mett. Maksud ku, kau benar-benar ingin menikahi nya?"
"Memangnya kenapa jika aku ingin menikahinya? Apa kau keberatan?"
"Tidak Mett, aku tidak keberatan. Justru aku akan sangat mendukung mu. Aku dan dia sudah selesai. Tidak ada lagi yang tertinggal, justru aku sangat bersimpati padanya. Karena sampai sekarang aku masih merasa bersalah pada Nala. Dan aku tidak tau bagaimana cara menebus rasa bersalah ku terhadapnya."
"Oh, begitu kah, kau merasa bersalah, terdengar gentle. Di saat kau merasa bersalah, dia juga merasa dirinya hina. Dalam pandangan ku, kau dan dia sama sama bersalah. Jadi saat semua itu sudah berakhir, kau tidak perlu lagi merasakan hal hal semacam itu. Jika kau masih menaruh rasa simpati yang berlebihan terhadap Nala, berarti kau masih mencintainya. Apa kau masih ada rasa dengan Syanala?"
"Tidak Mett, aku tidak ada rasa dengan nya lagi. Dia wanita baik, kami hanya khilafan saat itu. Aku banyak belajar tentang arti cinta dan mencintai yang sesungguhnya. Dan aku sadar, cinta ku yang sesungguhnya hanya pada istri ku, Andrea."
"Aku pegang kata kata mu Rey," pungkas Metthew serius.
"Syanala wanita baik, aku yakin kalian akan bahagia."
__ADS_1
"Jika tidak baik aku tidak mungkin mau menikahi nya. Kesalahan dia di masa yang sudah lalu, bukan urusanku. Aku melihat Syanala di masa ini. Seorang wanita sebatang kara, berjuang sendiri untuk hidupnya. Dan mungkin ada trauma yang dia rasakan. Aku ingin melindungi wanita itu. Aku sudah lama kagum terhadap Nala. Hanya saja aku tidak tau jika kau dan dia ada afair kala itu."
"Jangan di bahas lagi, itu sudah berlalu, aku dah dia sudah selesai. Liatlah Nala yang sekarang, bukan Nala yang dulu." potongan Reyhan.
"Aku tau apa yang harus aku lakukan Rey. Aku memilih nya dari hati, bukan dari nafsu. Aku cukup mengenalnya, walau tidak inten. Dia pantas bersanding dengan pria bertanggung jawab, bukan pria yang brengsek seperti dirimu." ujar Metthew puas menghina Reyhan walau pengucapan itu juga sebagai candaan.
"Ya kau benar, aku memang brengsek. Aku sudah gagal menjadi suami yang baik. Sekarang aku hanya ingin menjadi ayah yang baik untuk anak anak ku."
"Belajar lah dari kesalahan Rey. Wanita yang sudah setia itu tidak sepantasnya untuk di permainkan. Wanita bukan hanya sebagai pemuas kebutuhan seksual. Lebih dari itu, wanita akan sangat menghormati kita dan makin mencintai kita jika kita bisa memperlakukan dia dengan baik. Wanita sangat respek dengan kesetiaan. Tapi wanita akan hilang respeknya pada suaminya jika suami nya sudah berani mencoba berkhianat. Nala mungkin juga salah dan bodoh saat itu. Tapi bukan berarti dia lantas bisa di cap sebagai wanita penggoda dan hina. Karena dalam kasus mu, kau hanya menjadikan Nala pelampiasan. Dan bodohnya Nala, ia terjerat dalam rayuan mu. Tapi saat ini, wanita itu dalam jangkauan ku. Kau tidak bisa lagi macam macam." cecar Metthew pada Reyhan penuh dengan nada ancaman.
"Aku sudah banyak hutang budi terhadap mu Metthew. Aku tidak mungkin mengulangi itu. Saat ini aku sedang berjuang mendapatkan kembali hati Andrea."
"O, ya aku hampir lupa karena kita justru membahas hal lain. Aku ingin pijam uang,"
"Lagi,"
"Kali ini jumplah besar, tapi aku yakin uang sebesar itu masih kecil untuk mu."
__ADS_1
"Berapa?" tanya Metthew.
"20 milyar, aku berniat membeli rumah yang saat ini di jual oleh pemiliknya. Rumah yang ada persis berada di depan rumah ku saat ini. Maksudku rumah Andrea"
"Jadi kau mau membeli rumah itu karena kau mau lebih dekat lagi dengan Andrea?"
"Iya dan juga agar aku lebih dekat juga dengan anak anak ku."
"Kerena jumlahnya besar, aku tidak mau begitu saja meminjamkan uang pada mu, bukanya aku tidak mau rey. Aku akan menghitung dulu keseluruhan aset yang kau punya saat ini. Jika itu sebanding, aku akan memberikan pinjaman. Jika tidak,maaf Rey. Kubur dalam dalam mimpi mu untuk bisa membeli rumah itu."
"Aku akan memberikan laporan jumlah aset yang aku punya saat ini, sebagai bentuk jaminan?"
"Tentu saja, aku tidak memberikan pinjaman cuma cuma,"
Sejenak Reyhan dan Metthew saling diam. Berkelana dalam pikirannya masing-masing.
"Di antara bayak perempuan yang mungkin lebih dari pada Nala, yang bisa kau nikahi dan ajak berkencan. Kenapa kau memilih Syanala?
__ADS_1
"Itu urusan ku Rey," jelas Metthew singkat.