
π Cinta tak tertangkap oleh mata, tapi di serap oleh pikiran. Maka bagi si buta, cinta seperti bidadari yang bersayap. Logika cinta pun tak bekerja seperti penilaian atas selera π
(Quote of love by William Shakespeare)
π Cinta tak memberikan apapun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa apa, kecuali dari dirinya sendiri π
πCinta selalu tak akan pernah bisa di ungkapkan dengan kata-kata sesuai kehendak kita. Karena bahasa cinta adalah bahasa yang abstrak, bahasa yang hanya akan bisa di mengerti oleh mereka yang peka dan merasakan cinta itu sendiri π
(Quote of love by Khalil Gibran )
πΉπΉπΉπΉπΉ
Reyhan langsung bereaksi ketika melihat sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan balutan lingerie yang ia pilihkan.
Reyhan tak menyangka bahwa sosok yang ia lihat saat ini adalah penampakan dari Andrea. Seorang wanita berkulit putih mulus, dengan bentuk tubuh sangat ideal dan juga cukup berisi.
Pemandangan itu membuat Reyhan sampai-sampai harus menelan saliva nya untuk menetralisir sengatan energi dari dalam tubuhnya, yang seketika langsung membuatnya panas dan meledak hasratnya.
Padahal selama ini, walau Andrea adalah penggemar gaun malam. Istrinya itu belum pernah memakai lingerie yang berpotongan semenantang itu.
"Rey," pangil Andrea dengan nada suara lembut.
"Eeeee.... hemmm.... sini," pangil Reyhan yang menepuk sisi tempat tidur di sisinya. Andrea pun yang saat itu sebenarnya sangat risi dengan lingerie yang ia kenakan mencoba untuk tetap bersikap normal dan tak ingin ia terlihat canggung.
Sesampainya Andrea di ranjang, ia langsung membuka selimut dan menyerukan kedua kakinya di bawah selimut putih yang tebal itu. Kemudian ia duduk bersandar pada headbord tempat tidur.
Seketika desiran gelombang hormon oksitosin langsung menguasai keduanya. Kejutan demi kejutan aneh mereka berdua rasakan. Baik Andrea maupun Reyhan tak pernah menyangka mereka akan sedemikian bergelora nya untuk menghadapi malam pertama mereka setelah tuju tahun berlalu.
"Bolehkah aku bertanya dulu? Apakah kau yang membeli sendiri lingerie ini?" tanya Andrea sesaat setelah mereka hanya saling membeku.
"Hemmmm, aku membelinya secara online. Tapi itu bukan kW, itu asli." jelas Reyhan.
__ADS_1
"Tapi kau terlihat sangat mempesona dengan lingerie ini sayang. Kau begitu....... membuat aku langsung menegang tadi." ucap Reyhan jujur.
"Dan sekarang tidak lagi begitu," desis Andrea.
Reyhan tak menjawab, ia malahan beranjak dari tempat tidur.
"Kau mau kemana Rey," tanya Andrea bigung.
"Mematikan lampu, kita akan gunakan lilin sebagai penerang nya." jawab Reyhan sambil menyalakan sebuah lilin yang memang juga sudah ia siapkan. Kemudian ia beralih untuk menantikan lampu utama.
Reyhan yang saat itu masih lengkap mengenakan kemeja putih yang ia gulung sampai lengan dan bercelana panjang warna hitam, berjalan santai kearah nakas.
Lalu, ia menuangkan sebuah wine ke dalam gelas yang juga sudah di siapkan.
"Apa kau mau mabuk mabukan?" cicit Andrea nampak sedikit kesal pada gerak gerik Reyhan yang aneh aneh.
"Aku tidak akan mabuk, aku hanya menghargai pemberian teman. Aku sudah janji padanya jika aku akan meminum ini." jelas Reyhan yang kemudian setelah selesai menuangkan wine itu kedalam sebuah gelas bening, ia berjalan lagi ke sisi rajang, dan duduk tepat di samping Andrea.
"Minumlah," suruh Reyhan.
"Aku tidak mau, aku tidak minum alkohol." jawab Andrea menolak.
"Sedikit saja, aku juga minum cuma sedikit. Aku sudah janji padanya,"
"Siapa sih yang memberikan wine ini?" tanya Andrea mulai kesal.
"Pasti Julian," tebak Andrea.
"Minumlah sedikit sayang, ayo, sedikit saja." ucap Reyhan sambil mendekatkan gelas wine bekasnya ke mulut Andrea. Akhirnya mau tak mau Andrea pun meneguk sedikit wine tersebut. Begitu melihat reaksi wajah Andrea yang terlihat lucu itu, membuat Reyhan tertawa.
"Tidak enak Rey, taruh wine itu." ucap Andrea sambil merebut gelas wine itu dari tangan Reyhan. Dan meletakkan gelas tersebut di atas nakas di samping nya.
__ADS_1
Saat Andrea berbalik untuk berada di posisi semula. Bibir ranum Andrea langsung di sambut oleh bibir Reyhan. Bersamaan dengan itu tubuh Andrea langsung terdorong ke headbord tempat tidur.
Untuk beberapa saat ciuman panas itu berlangsung dengan lembut. Andrea menangkup wajah Reyhan. Menyerukan jari jarinya ke sela sela rambut Reyhan. Dan menahan wajah sang suami tetap fokus ke wajahnya sambil terus tidak melepaskan ciumannya.
Reyhan yang sudah di buat terengah-engah nafasnya kemudian menarik ciumannya. Dan hal itu membuat Andrea heran.
"Lepaskan kancing kemeja ku sayang." perintah Reyhan.
"Kenapa kau tak melepaskannya sendiri dari tadi," cicit Andrea tapi ia menuruti perintah sang suami. Andrea yang saat itu sudah dalam posisi tidur menarik kerah kemeja Reyhan. Reyhan yang pada saat itu sedang dalam posisi terduduk akhirnya ikuti tertarik dan menubruk tubuh Andrea.
"Sabar sayang, hati hati," bisik Reyhan.
Melihat Andrea yang terlihat sudah memulai penguasaan. Semakin membuat libido Reyhan naik berlipat lipat. Sambil terus melancarkan ciumannya, Andrea dengan gerakan cepat mencoba untuk membuka kancing baju Reyhan satu persatu. Hingga akhirnya ia berhasil melepas kemeja sang suami lalu membiarkan nya tergeletak di atas tempat tidur.
Dan kini Reyhan sudah mulai tidak sabar, ia kembali bangkit dan membiarkan Andrea terengah-engah dengan napasnya. Sambil terus memandangi wajah sang istri, Reyhan melepas celananya (Semuanya π€).
Reyhan kembali memposisikan dirinya tiduran miring menghadap ke arah Andrea. Andrea yang saat itu tak melepaskan tatapan mata nya dari mata Reyhan seolah-olah sedang menunggu serang itu. Untuk sejenak mata duanya beradu.
"Sentuh aku Rey, miliki aku kembali seutuhnya. Aku milik mu, puaskan diri mu, jangan ragu." tutur Andrea lembut. Kemudian Andrea meraih tangan Reyhan yang dari tadi membelai pipinya. Kemudian Andrea memindahkan telapak tangan Reyhan ke buah dadanya.
"Sentuh aku di sini." cicit Andrea lagi. Dan hal itu sudah cukup membuat Reyhan semakin gila di buatnya.
"Akan aku teruskan hasrat kita yang tertahan sore lalu. Mari kita sama sama melepaskannya. Andrea aku mencintaimu." tutur Reyhan yang kemudian makin menghimpit Andrea dan menguasai tubuh sang istri.
Dan kini, dengan sekali tarikan, lingerie yang Andrea pakai sudah tidak lagi menempel di tubuh molek wanita blesteran Indonesia New Zealand itu.
Saling memberikan sentuhan, saling menerima dan saling memberi. Hal itulah yang saat ini yang Reyhan dan Andrea lakukan. Sebuah aktivitas suami istri yang memabukkan. Yang menjadi candu, saling memberikan kenikmatan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Saling memenuhi kebutuhan seksualitas masing-masing. Melepaskan dahaga dan kembali saling menyuburkan.
Tanpa bisa di kontrol dan tak terkontrol, Reyhan semakin dalam memasuki Andrea dengan penyatuannya yang dalam, semakin dalam dan lebih dalam lagi.
π€π€π€π€£π π good night, nice dream. β₯οΈππΉ
__ADS_1