Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Kecemburuan yang semu


__ADS_3

"Aku sudah selesai dengan Reyhan Aditya Dimitri. Jika aku masih mencintainya, kenapa aku bercerai dengannya dulu." jawab Andrea pada Julian. Setelah ia di cecer pertanyaan oleh Julian, yang mencurigai bahwa Andrea masih memiliki perasaan dengan sang mantan suami.


Tapi, apakah jawaban Andrea itu jujur, atau Andrea hanya ingin menutupi kecanggungan nya. Hanya Andrea yang tau.


"Aku ada janjian dengan Reyhan dan juga Theresia di sini. Jadi kita tunggu mereka ya." ucap Julian sejurus kemudian.


"Theresia? Siapa lagi dia?" tanya Andrea yang nampaknya masih asing dengan nama Theresia.


"Theresia itu seorang konsultan interior design. Dalam pembangunan gedung perkantoran yang kita menangkan tendernya, aku butuh beberapa konsultan interior design. Dan aku menggandeng Theresia, dia itu lulusan Harvard jurusan arsitektur."


"Reyhan juga lulusan Stanford university jurusan arsitektur dan juga busnies. Jika kau sudah pakai Reyhan buat apa kau mengandeng orang lain lagi." keluh Andrea.


"Wow, kau tau betul ya tentang Reyhan." sindir Julian sambil tersenyum.


"Kau lupa aku dan Reyhan itu dari kecil sudah saling mengenal. Kami besar bersama dalam satu kompleks perumahan. Pokoknya aku tau dia," jelas Andrea pada Julian agak ketus.


Dari kapan Andrea mendadak menjadi bersifat kaya anak kecil. Yang gapang tersinggung.


Mendengar penuturan tunangannya yang sedikit ketus, hanya di tanggapi tawa kecil oleh Julian. Tapi dalam hati, sebenarnya Julian telah menyimpulkan sesuatu. Hanya saja dirinya tidak mau terlalu gegabah dalam membenarkan asumsi nya.

__ADS_1


"Julian," pangil seseorang. Kemudian Julian menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Theresia," sapa Julian, kemudian ia berdiri dari duduknya dan menautkan pipi nya pada wanita cantik yang berpakaian seksi tersebut.


"Kenalkan sayang, dia Theresia yang aku ceritakan tadi. Dia dan Reyhan akan menjadi tim dalam pembangunan gedung perkantoran yang kita bangun." ujar Julian sambil memperkenalkan temennya Theresia pada Andrea. Andrea pun berdiri dan menjabat tangan wanita cantik tersebut.


"Andrea," sapa Andrea lembut dan ramah.


"Hai Andrea, senang sekali, akhirnya bisa bertemu dengan mu. Kau pasti tunangannya Julian. Oh, aku sangat iri dengan mu Andrea. Kau ini beruntung bisa mendapatkan Julian." tutur Theresia dengan ramahnya pada Andrea. Andrea hanya menanggapi celotehan wanita yang agak centil itu dengan senyuman kecil.


"Sebentar lagi Mr Dimitri akan datang. Ayo, duduk dan pesan lah minuman atau makanan." imbuh Julian pada Theresia.


"Aku sangat penasaran dengan Mr Dimitri ini. Kata Julian, dia itu duda ya, wow. Aku selalu tertarik dengan duda. Apa lagi jika dia tampan, hemmm aku pasti akan mengodanya." tutur Theresia tanpa tahu malu.


"Selamat siang," seseorang sepertinya telah bergabung di meja itu. Seseorang itu adalah Reyhan. Ia berdiri sambil membawa menjinjing sebuah tas laptop di sisi tangannya.


"Rey, kau sudah datang. Ayo duduk." sambut Julian hangat. Sedangkan Andrea sendiri di buat tidak nyaman dengan kehadiran mantan suaminya yang kini akan menjadi rekan bisnisnya.


"Please, bersikaplah profesional Andrea. Kita sedang meeting bersama klien. Tunjukan ke profesional mu." bisik Julian ke telinga Andrea begitu dekat, bahkan menempel. Jika orang lain melihat itu, Julian seperti tidak sedang berbisik pada Andrea. Melainkan seperti sedang mencium pipi Andrea.

__ADS_1


Dan apa yang Julian lakukan pada Andrea sudah cukup membuat dada Reyhan bergemuruh dan hati nya panas.


Sampai-sampai ia harus menarik napas dalam-dalam lewat mulut nya dan menghembuskan perlahan-lahan lewat hidungnya.


Sungguh membuat hati Reyhan sesak.


🌹🌹🌹🌹🌹


Dan meeting kali itu sudah cukup membuat hati Andrea dan juga Reyhan sama sama tegang.


Reyhan sangat profesional dalam menjalankan tugas sebagai kontraktor. Dia menjelaskan dengan sangat baik tentang konsep dan juga tempo waktu yang telah di sepakati. Reyhan nampak sangat fokus dengan apa yang ia paparkan pada meeting siang itu.


Bersama Theresia, Reyhan saling memberikan berbagai macam pertimbangan dan juga ide dalam pembangunan gedung yang akan ia kerjakan.


Dan di lain sisi, Andrea rupanya menangkap sinyal-sinyal aneh yang Theresia lakukan pada Reyhan.


Wanita itu nampak begitu berlebihan dalam berdiskusi. Seperti, seringnya memberikan pujian pada Reyhan tentang berbagai gagasan dalam pembicaraan. Cara pandang yang terlalu intens. Dan bahkan sesekali wanita itu mengelus lengan Reyhan. Sedangkan Reyhan sendiri sepertinya bersikap biasa saja.


Andrea yang sejak tadi hanya diam sambil menyaksikan mereka yang sedang berdiskusi merasa sangat boring. Ada sekelumit rasa tidak senang jika mantan suaminya itu di genitin wanita seperti Theresia.

__ADS_1


Dan Julian sendiri malah menikmati semua nya dengan duduk santai sambil terus mengikuti meeting. Julian juga terus mengawasi Andrea dengan sesekali melirik ke arah tunangannya itu. Dan Andrea sendiri justru sibuk memperhatikan Reyhan dan juga Theresia.


bonus up ni hari libur ♥️♥️♥️


__ADS_2