
Selama dalam perjalanan menuju rumah dengan di antara oleh Julian. Andrea hanya diam saja. Saat Julian mengajaknya bicara, Andrea hanya menjawab singkat.
"Terimakasih sudah mau datang bersama ku Andrea." ucap Julian saat ia membukakan pintu mobil untuk Andrea sesaat setelah mereka kini sudah sampe di rumah.
"Sama sama Julian, aku juga tamu dalam acara itu." Andrea kemudian keluar dari dalam mobil.
Dan bersamaan dengan itu, Reyhan juga baru saja keluar setelah ia selesai menidurkan Isabella seperti biasa. Julian dan juga Andrea nampak menoleh ke arah Reyhan yang baru saja keluar itu.
Reyhan sendiri sejenak termangu di tempatnya ia berdiri, ketika memperhatikan sang mantan istri sedang berduaan dalam satu mobil dan bahkan keduanya terlihat intens. Reyhan nampak menajamkan pandangannya ke arah Julian. Dalam hati, Reyhan sudah bisa menebak bahwa pria berpostur tinggi besar itu sedang menaruh hati pada ibu dari anak anaknya.
"Selamat malam Julian, apa kabar." sapa Reyhan menyapa Julian dengan sikap yang ia usahakan untuk tetap ramah. Walau ia sebenarnya menaruh rasa cemburu pada mantan patner bisnisnya itu. Dengan menyerukan kedua tangan ke saku celana nya. Reyhan berjalan mendekati Julian dan juga Andrea.
"Kabar baik Rey, senang berjumpa dengan mu. Kami baru saja menghadiri acara penghargaan. Dan projects kita mendapatkan penghargaan tadi." ujar Julian.
"Dimitri Corp sudah menjadi milik Andrea. Dia pasti yang dapatkan pialanya. Walau demikian, aku ikut senang."
Setelah beberapa menit berbasa-basi, Julian akhirnya berpamitan. Kini hanya tinggal Reyhan dan Andrea saja di halaman rumah.
__ADS_1
"Selamat Andrea, aku ikut bangga dengan mu." ucap Reyhan sambil tersenyum manis.
"Seharusnya piala ini milik mu." sungut Andrea sambil menatap Reyhan dengan tatapan kosong.
"Milikku atau milik mu sama saja."
Beberapa saat mereka hanya diam, ada sebuah rasa canggung yang mendadak menyerang Reyhan dan juga Andrea. Jika biasanya Reyhan selalu menyebut Andrea dengan pangilan sayang. Rasanya pangilan itu sudah tidak bisa ia lakukan. Lantaran kini mereka sudah bukan pasangan lagi.
Jika Reyhan memaksakan memangil sayang untuk Andrea. Mungkin kiasan artinya sudah berbeda.
"Sudah malam Andrea, masuklah."
🌹🌹🌹🌹
Seusai berbincang sebentar dengan Reyhan di luar. Andrea kini menaiki anak tangga menuju lantai dua menuju kamarnya. Sebelum ia masuk ke kamarnya, ia menyempatkan diri untuk menengok sang putri di kamarnya.
Isabella nampak tertidur dengan pulas di ranjangnya. Beberapa hari terakhir ia sadar, ia sangat sibuk dengan pekerjaan. Sehingga kadang Andrea tidak sempat untuk sekedar berdiskusi ringan dengan putrinya yang kini makin tumbuh dewasa itu.
__ADS_1
"Maaf kan mommy Bell, mommy kurang banyak meluangkan waktu untuk mu. Tapi mommy sangat sayang pada mu Bell." dengan perasaan hati yang mendadak galau Andrea mencium pipi sang putri yang tengah tertidur pulas itu. Kemudian perhatian Andrea teralihkan pada gambar foto keluarga yang ada di atas nakas.
Sejak kapan ada foto keluarga di kamar sang Puteri. Ia tidak pernah menaruh foto itu di sana. Tapi kini ada foto keluarga yang terbingkai rapi dalam figuran. Foto itu adalah foto Reyhan, dirinya dan juga Isabella ketika mereka kala itu sedang berlibur bersama di Amerika. Andrea meraih foto itu dan memandanginya dengan perasaan sedih.
Sedih karena membuat anak anak nya harus merasakan imbas dari perpisahannya orang tua nya. Apa lagi dengan Alden yang masih bayi. Walau Reyhan sudah begitu keras berusaha dan ingin pernikahan itu tetap di selamatkan. Namun dirinya tetap berkeputusan untuk pisah.
Apakah sekarang Andrea merasa dirinya begitu egois?
Apakah ia lebih mementingkan kepentingan dan perasaannya dari pada mementingkan kepentingan anak anak nya soal kasih sayang dan cinta kasih kedua orang yang lengkap?
Kenapa sekarang ia memikirkan itu. Sedangkan kini ia sudah bebas.
Kata orang peluklah erat diri mu sendiri lebih dari apapun saat kau terluka. Dan lepaskan diri mu dari hal hal yang membuat mu tidak bahagia. Andrea sudah melakukan itu dan dia memang kini bisa menjalani hari-harinya dengan baik. Dan sudah tidak lagi merasa dalam pusaran luka hati.
Namun ada secercah kegalauan yang ia rasakan. Antara kasian melihat anak anak yang harus menanggung keputusannya dan juga soal ia juga masih menaruh sedikit perasaan pada sang mantan suami.
Andrea memang sudah move on dari luka nya. Tapi apakah dia juga sudah move on dari cinta nya untuk Reyhan?
__ADS_1
Perasaan yang tumbuh dari kecil dan merupakan cinta pertama ternyata tidak bisa sesederhana itu ia hapus.
like komen jangan lupa 🥰♥️