Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Mr Julian Alexander


__ADS_3

"Jen, bacakan jadwal ku hari ini." ucap Andrea begitu ia masuk di ruangan kerjanya dan kemudian di susul Jenna sang sekertaris.


"Ibu hari ini kedatangan tamu dari Yunani, Mr Julian Alexander. Beliau saat ini sedang ada di Indonesia dan sedang menginap di hotel milik Pak Metthew. Beliau ingin bertemu dengan Ibu. Saya sudah menjadwalkan pertemuan Ibu dengan Mr Julian di restoran yang ada di Wilson Hotel."


"Julian Alexander, pengusaha properti dari Yunani yang saat ini menjadi partner bisnis di Dimitri Corp sebelumnya?" tanya Andrea pada Jenna.


"Benar Bu"


"Aku belum pernah bertemu dengan nya. Karena dia ingin bertemu dengan ku. Oke, aku akan menemuinya"


"Saya juga sudah buat reservasi di restoran yang ada di Wilson Hotel." imbuh Jenna.


"Apa Mr Julian juga ingin bertemu Metthew,"


"Sepertinya begitu Bu. Saya mendapat info ini dari sekertaris Pak Metthew."


"Baiklah, siapkan mobil siang ini untuk bertemu dengannya."


🌹🌹🌹🌹🌹


"Senang bertemu dengan anda Mrs. Andrea Sahara." ucap Julian Alexander dengan menjabat tangan Andrea.


"Senang bisa berjumpa dengan anda juga Mr Julian." jawab Andrea ramah sambil menyunggingkan senyum manis.


"Baru kali ini saya bertemu dengan CEO Dimitri Corp yang baru. Anda istrinya Mr. Dimitri kan?"


"Ia, saya istri Mr. Dimitri." jawab Andrea jujur.


Kemudian Julian dan juga Andrea menikmati makan siang mereka dengan sambil berbincang ringan tentang perusahaan.


"Aku juga menghubungi Mr Wilson. Tapi sepertinya dia sedang sibuk, atau berhalangan hadir?" guman Julian sambil mengecek waktu di jam tangan mewah yang ia kenakan.

__ADS_1


"Mr Wilson sedang dalam perjalanan kemari. Dia ada meeting bersama beberapa klien di lain tempat."tutur Andrea menginformasikan tentang keterlambatan Metthew hadir saat itu.


Dan tak berselang lama, seseorang yang mereka tunggu pun datang. Tapi ternyata Metthew tidak datang sendiri, melainkan ia datang bersama seseorang yang lain.


Saat menengok ke arah sisi ruangan, dahi Andrea langsung berkerut, dan ia menaikan ke dua alisnya. Tanda bahwa kehadiran seseorang di sisi Metthew sangat membuat ia terganggu.


Kenapa dia selalu saja muncul sih, keluh Andrea dalam hati.


"Hai Mr Julian. Maaf membuat anda menunggu." ucap Metthew meminta maaf karena telah datang terlambat.


"Tidak masalah Mr Wilson." jawab Julian ramah, kemudian perhatian Julian terarah pada seseorang yang juga hadir di sana.


"Hai Mr Dimitri. Apa kabar." sapa Julian ramah.


"Senang bisa bertemu dengan anda kembali Mr Julian." sapa seseorang itu yang ternyata adalah Reyhan.


Beberapa saat ketiga pria itu saling berbincang akrab dan hangat. Karena sebagai rekan bisnis, mereka sudah saling kenal sebelumnya. Di tengah tengah perbincangan yang asik antara para pria, kemudian Reyhan menyapa Andrea yang tengah duduk santai sambil menikmati hidangan.


"Hai Rey," balas Andrea menyapa dengan sapaan yang terkesan di paksakan.


"ini istri ku, Mr Julian," ucap Reyhan memperkenalkan Andrea pada Julian. Reyhan mengatakan itu dengan penuh penekanan saat menyebut Andrea istriku, Reyhan berucap sambil merangkul pundak Andrea dari belakang. Sepertinya Reyhan sengaja bersikap posesif untuk menunjukkan bahwa Andrea adalah miliknya.


"Ya, saya sudah tau Mr Dimitri. Anda sangat beruntung, punya istri yang sangat cantik dan pintar dan juga hebat seperti Mrs Andrea Sahara. Aku sangat iri dengan anda." ucap Julian memuji.


"Dan dia sedang mengandung anak kami yang ke dua." tambah Reyhan, kemudian ia melabuhkan ciuman sayang ke pipi Andrea dengan sengaja. Andrea lagi lagi hanya bisa pasrah. Sedangkan Metthew nampak menggelengkan kepalanya melihat sikap posesif Reyhan terhadap Andrea.


Kemudian mereka berempat pun menikmati acara makan siang itu dengan saling berbincang ringan soal perusahaan. Walau kini Reyhan sudah tak menjabat sebagai CEO di Dimitri Corp, tetapi Reyhan merasa tak minder. Justru dia malah membanggakan sang istri di hadapan Julian Dan juga Metthew.


Sedangkan Andrea sendiri lebih banyak diam dan tak begitu ikut larut dalam obrolan para pria matang itu.


"Mau pesan lagi ikan salmon pangang nya sayang?" tawar Reyhan penuh dengan rasa perhatian.

__ADS_1


"Tidak, terimakasih." jawab Andrea lembut.


Dan tak lama kemudian, akhirnya Julian berpamitan. Menyisakan Metthew, Reyhan dan juga Andrea di sana.


"Kalian pasangan yang serasi." celoteh Metthew pada Reyhan dan juga Andrea.


"Pasangan serasi tidak akan mengkhianati Mr Wilson." balas Andrea kemudian ia melirik ke arah Reyhan yang juga tengah memandang Andrea.


"Beberapa orang melakukan kesalahan, mereka menyesali perbuatannya, dan mereka ingin memperbaiki."


"Namun beberapa orang juga tak bisa melupakan begitu saja perbuatan yang sudah kalian lakukan. Kalian lakukan itu dengan sengaja dan egois, lalu kalian maunya di maafkan juga. Itu namanya double egois."


Mata Andrea kembali menatap tajam kearah Reyhan, dan Reyhan menatap Andrea dengan tatapan penuh permohonan maaf.


"Sepertinya kalian perlu waktu untuk saling berdiskusi. Kalau begitu aku pamit," ucap Metthew, yang kemudian berdiri dari tempat duduknya hendak berlalu.


"Aku dan Reyhan sudah tidak ada urusan lagi. Setelah ini aku mau langsung pulang. Kalian silahkan teruskan mengobrol." Andrea berucap sambil meraih ponselnya yang ia taruh di meja. Kemudian ia tampak menghubungi seseorang.


"Jen, aku sudah selesai meeting nya. Suruh sopir untuk menjemput ku di Lobby."


"Baik Bu." jawab Jenna dari sebrang telepon.


"Aku antar kau ke Lobby." tawar Reyhan.


"Tidak perlu Mr Dimitri, terimakasih." jawab Andrea ketus.


"Hati hati Andrea."


"Thanks, Metthew. Terimakasih jamuan nya."


Julian Alexander

__ADS_1



__ADS_2