
"Kenapa main masuk saja di kamar ini Rey." Andrea berucap dengan nada sedikit kesal.
"Bukankah ini juga masih menjadi kamarku."
"Kau lupa rumah ini sudah menjadi milikku sepenuhnya. Jadi semua yang ada di rumah ini, termasuk kamar ini adalah milikku. Tidak bisa sembarangan orang masuk. Bahkan hanya pelayan kepercayaan yang aku izinkan masuk ke ruangan privasi ku ini." tutur Andrea penuh penjelasan.
"Kamar ini juga bagian dari ruangan privasi ku Andrea. Rumah ini aku bangun dengan uang ku."
"Ya kau benar, kau bangun dengan uang mu, tapi sekarang ini sudah menjadi milikku. Jadi kau sudah tidak berhak mengatur apapun di rumah ini. Maaf Rey, aku sedang tidak mood berdebat dengan mu. Silahkan keluar dulu, nanti aku menyusul." tutur Andrea yang mulai terbawa emosi, kemudian berbalik membelakangi Reyhan sambil mengusap perutnya.
"Se hina itu kah aku sekarang di benak mu Andrea. Aku bukan malaikat yang tak pernah berbuat salah. Aku memang pendosa, dan tak termaafkan. Tapi bisakah kamu menghargai diri ku walau sedikit saja." Reyhan berucap lagi dengan nada melembut.
"Seperti apa mau mu, untuk aku bisa menghargai mu Rey?" tanya balik Andrea, kemudian ia berbalik lagi ke arah Reyhan. Sesaat kedua mata mereka saling menatap, Andrea menatap Reyhan tajam, sedangkan Reyhan sendiri menatap Andrea dengan tatapan penuh rasa sesal.
"Aku hanya ingin, masih dianggap suami oleh mu. Tapi sepertinya sekarang sulit. Bahkan aku merasa, kau sudah jijik dengan ku. Kau bukan Andrea yang dulu."
"Ya, kau benar. Aku memang bukan Andrea yang dulu. Andrea yang dulu telah pergi, sekarang kau harus hadapi Andrea yang sekarang. Andrea yang keras kepala, Andrea yang egois, Andrea yang melawan." tutur Andrea tegas.
Dan hal itu membuat Reyhan tak ingin lagi mendebat. Setelah beberapa saat saling diam, Reyhan kemudian melangkah mundur dan pergi meninggalkan Andrea yang masih berdiri di ruang ganti.
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah dari ruangan Andrea, Reyhan kemudian berjalan menuruni tangga dengan langkah cepat. Ia langsung menuju kamar tamu. Karena ia yakin sang Mama ada di kamar tamu di lantai bawah.
Dan benar, saat Reyhan mengetuk pintu kamar tamu di lantai bawah. Pintu pun di bukakan dan seketika Reyhan langsung memeluk sang mama.
Di dalam kamar, Reyhan pun menceritakan semua yang ia alami pada sang mama. Dan Belinda mendengar semua curhatan putra pertama itu. Dan ia pun mencocok dengan cerita yang sudah Andrea terlebih dulu sampaikan pada nya.
__ADS_1
"Aku menyesal ma, aku khilaf. Aku ingin memperbaiki semuanya, tapi sepertinya sangat sulit meyakinkan Andrea."
"Bagaimana tidak sulit nak, kau melukai hati, perasaan dan jiwanya. Bahkan kau juga menorehkan memory memalukan tepat di hadapannya. Enam bulan waktu yang cukup lama untuk ia baru menyadari jika selama ini kau selingkuh. Bahkan kau menikahi wanita itu. Andrea mempergoki mu dengan ****** itu, wanita mana yang tidak sakit hati. Kau tidak merasakan sakit yang Andrea alami, jadi kau menganggap itu mudah untuk di lupakan. Tidak nak, jangan memaksanya. Hargai mental Andrea, apalagi saat ini dia sedang hamil."
"Apa yang harus Reyhan lakukan ma, untuk bisa membuat Andrea nyaman lagi dengan Reyhan?" tanya Reyhan seperti sudah kehilangan semangat juang meyakinkan Andrea. Tapi ia juga tidak ingin melepaskan anak dan istrinya itu.
"Jangan terlalu sering menampakkan diri mu pada Andrea. Dia masih ilfeel dengan mu."
"Bagaimana bisa ma, dia sedang hamil. Aku juga ingin memperhatikan Andrea dan calon bayi kami."
"Dengarkan mama Rey, Andrea akan menghubungi mu untuk hal yang penting. Jangan terlalu memaksa, justru itu tidak baik untuk hubungan kalian."
"Andrea sekarang juga berusaha untuk menjauhkan aku dari putri ku ma. Aku tidak sanggup untuk berjauhan dengan Bella, anak itu sangat manja dengan ku. Sekarang aku sudah sangat merindukannya. Terakhir kali aku berkomunikasi dengan Bella, dia menangis. Dia bilang ingin bertemu dengan ku, dia ingin pulang."
"Begitu kah?" Belinda ikut merasakan sedih ketika mendengar penuturan Reyhan tentang cucunya. Ternyata kehidupan rumah tangga sang putra benar-benar dalam masalah yang cukup memprihatinkan.
"Andrea sudah dewasa dalam bersikap Rey. Mama tidak bisa terlalu ikut campur urusan kalian. Mama hanya bisa memberikan masukan positif. Jika untuk membantu mu agar kau di maafkan, mama tidak bisa turut membujuk nya."
"Aku benar-benar menyesal ma, aku tidak ingin rumah tangga ku hancur. Aku tidak mau bercerai denganya."
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam itu Reyhan, Andrea dan juga Belinda berada bersama di satu meja makan di rumah besar. Acara makan malam itu berlangsung dingin. Baik Andrea maupun Reyhan lebih banyak diam. Hanya Belinda yang lebih banyak bicara mengajak Andrea maupun Reyhan berkomunikasi.
Reyhan yang biasanya selalu cerewet, mendadak irit bicara. Dan Andrea sendiri pun sama. Ia hanya menimpali berbagai obrolan yang sang mama mertuanya lontarkan.
Setelah selesai dengan acara makan malam, kini mereka beralih ke ruang tengah. Mereka duduk santai sambil mengobrol.
__ADS_1
"Maaf Andrea, seperti yang tadi mama bicarakan dengan mu sebelumnya. Sebaiknya ajak Isabella kembali ke rumah ini. Kasian dia,"
"Ia ma, terimakasih sudah sangat memperhatikan Isabella. Aku akan mengurus kepulangan Isabella nanti. Aku sependapat dengan mama. Maafkan ke egoisan Andrea ma." tutur Andrea.
"Jangan minta maaf, kamu tidak salah. Pastikan kamu juga tidak dalam tekanan Andrea. Untuk hubungan kalian, sebaiknya kalian jujurlah pada Isabella. Anak itu ku rasa sudah bisa menerima sebuah penjelasan, jika kalian tidak mau bersikap pura pura. Jelaskan pada Bella tentang hubungan kalian saat ini dengan bahasa yang mudah di pahami dan di mengerti oleh anak itu. Agar kalian tidak perlu lagi berpura."
"Ia ma," jawab Andrea paham.
"Sudah malam ma, aku izin pulang dulu." tutur Reyhan yang sudah berdiri, dan bersiap untuk pergi.
"Kau tidak ingin menginap?"
"Tidak, Reyhan sudah tidak punya kamar di rumah sebesar ini. Lagian sang pemilik rumah pasti tidak akan mengizinkan pria miskin ini untuk menginap," ucap Reyhan ketus, seolah sengaja menyindir Andrea. Sedangkan Andrea kini sudah menatap tajam kearah Reyhan.
"Aku pamit ya ma, besok aku kemari lagi jika di izinkan." Reyhan kembali berucap penuh sindiran kepada Andrea, kemudian ia memeluk sang mama.
"Hati hati nak."
Kemudian Reyhan berjalan kearah ruang tamu, dan Andrea nampak mengikuti langkahnya dari belakang.
"Jadi kita sepakat kan, untuk berterus terang kepada Isabella tentang hubungan kita saat ini."
"Ku rasa itu yang terbaik." ucap Andrea dan Reyhan menganguk setuju.
"Aku menurut saja apa mau mu. Atur saja, baiklah aku pamit dulu ya. Titip mama, selamat malam."
"Selamat malam." ucap Andrea dari ambang pintu.
__ADS_1