Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Fight


__ADS_3

"Matt, besok aku akan datang ke kantor mu. Pastikan kau ada di kantor saat aku datang. Ini urusan penting." ucap Andrea saat melakukan panggilan telepon pada temannya, Metthew Wilson.


"Okey, apa kau datang bersama Reyhan juga?" tanya Metthew dari seberang sana.


"Tidak. Aku datang bersama dengan sekertaris ku Jenna. Ini soal perusahaan." ucap Andrea serius.


"Okey, sampai ketemu besok Dea,"


Setelah membuat janji dengan Metthew, selaku rekan bisnis Reyhan, Andrea yang kala itu berada di kamar Bella nampak tersenyum puas. Malam itu Andrea sengaja menghindari Reyhan. Ia sengaja tidur di kamar Bella, karena ia merasa sudah sangat tidak nyaman berdekatan dengan suaminya itu.


"Maaf kan aku Rey, jika aku jahat pada mu. Kau tak menyadari jika kau punya titik kelemahan. Kau tak menyadari aku bisa mengendalikan situasi. Kau terlalu percaya diri. Dan kau rupanya belum mengenali istri mu sendiri yang sudah 9 tahun bersama mu. Sayang sekali Reyhan, sebentar lagi liat saja. Apakah kau masih bisa berbangga diri membelikan dia ini dan itu." ucap Andrea dalam hati.


Kemudian ia menoleh ke arah Isabella. Gadis lima tahun itu tengah tertidur dengan sangat pulas. Andrea yang saat itu duduk di sisi sang putri nampak mengelus elus rambut panjang Isabella.


Ada perasaan sedih yang mendera hati. Perasaan tersakiti dan di khianati. Andrea memang tipe orang yang lebih banyak diam. Tipe orang yang cuek, tapi Andrea sebenarnya orang yang sangat peduli dengan orang orang yang ia cintai. Bahkan samgat peduli dengan orang orang terdekat yang ia kenal. Termasuk Syanala.


Tapi ternyata, kebaikannya ternyata di manfaatkan oleh Nala. Apapun alasannya nanti, Andrea bertekad untuk tidak bisa menolerir penghianatan yang Nala dan juga Reyhan lakukan di belakangnya.


"Maaf kan Mommy sayang. Jika nanti Mommy dan Daddy memutuskan untuk berpisah. Mommy tidak bisa menerima kenyataan itu sayang. Daddy sudah menyakiti hati Mommy." ucap lirik Andrea yang masih mengelus rambut panjang sang putri, sambil menitikan air matanya.


"Setelah Mommy berhasil melabrak mereka, Mommy sudah siapkan tiket untuk kita berdua pergi ke New Zealand. Kita akan berlibur di sana dan menjenguk Opa dan Oma." ucap lirih Andrea lagi, kemudian ia mengecup pipi Bella.

__ADS_1


Setelah meluapkan emosi yang tertahan nya dengan menangis. Kemudian Andrea tidur di sisi anak nya, sambil memeluk sang putri Isabella Elisabeth Dimitri, buah cinta antara dirinya dan juga Reyhan.


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi itu Andrea mencoba untuk tetap bersikap biasa-biasa saja. Bahkan Andrea tak ragu masuk ke kamar mandi saat Reyhan yang kala itu juga sedang mandi. Bukan untuk mandi bersama (🤣). Tapi Andrea berada di dalam satu ruangan kamar mandi karena ia ingih mengosok gigi.


Reyhan nampak menelan saliva nya, ketika melihat sang istri nampak seksi dengan balutan gaun malam yang menantang.


"Mau mandi bersama Dea?" ucap Reyhan menawarkan.


"Tidak Rey, aku sedang buru buru. Aku akan mandi setelah kau selesai." jawab Andrea sambil mempersiapkan sikat gigi nya, dan menuangkan pasta gigi ke sikat tersebut.


"Aku sudah siapkan baju kantor untuk mu di tempat tidur. Pakailah itu." ucap Andrea yang kini sudah selesai mengosok gigi dan Reyhan pun juga sudah selesai mandi. Sambil mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya, Reyhan berjalan ke arah sang istri Andrea yang kini berdiri bersandar pada wastafel di kamar mandi.


"Terimakasih istri ku," ucap Reyhan yang kini sudah berdiri sambil meraih pinggang Andrea. Reyhan nampak sengaja menempelkan tubuhnya ke tubuh Andrea.


Walau sebenarnya Andrea sangat muak dengan sikap Reyhan yang manja ini. Tapi Andrea berusaha tetap bersikap biasa. Bahkan Andrea bisa merasakan di bawah sana ada sesuatu yang mengeras. Dan Andrea sepertinya puas sudah membuat Reyhan terangsang tapi tak bisa menyalurkan hasratnya.


"Harusnya tadi kita mandi bersama, agar lebih semangat menjalani hari ini." ucap Reyhan dengan masih memeluk Andrea dengan posesif. Andrea kemudian tersenyum getir.


"Masih banyak waktu untuk melakukan itu Rey." jawab Andrea hampir ingin muntah.

__ADS_1


"Apa kau sudah melepas alat kontrasepsi di bagian tubuh mu?" tanya Reyhan, dan pertanyaannya pun membuat dirinya tersetak.


Sial


Dan kenyataannya Andrea memang sudah melepaskan alat kontrasepsi yang kala itu dia pasangan selama 5 tahun di **** *************. Waktu itu ia memasangnya karena ia belum siap jika hamil lagi. Bukan karena apa, kala itu ia baru saja di angkat menjadi CEO di perusahaan sang Papa. Setelah menyerahkan kuasa perusahaan ke tangan Andrea, sang Papa bersama Mama nya kini menetap di New Zealand.


"Dea, kok melamun." tukas Reyhan sambil meraih dagu Andrea untuk menatap wajahnya.


"Aku sudah melepas beberapa bulan lalu. Karena alat itu hanya bertahan 5 tahun." ucap Andrea.


"Smoga saja sekarang ada sel sel yang sedang berjuang di dalam rahim mu untuk membentuk embrio. Sehingga kita bisa memberikan Isabella Adik."


Deg


Ucapan Reyhan pun semakin membuat Andrea kembali termangu. Tidak, saat ini dia sangat tidak ingin mengharapkan itu terjadi pada nya. Andrea tidak ingin hamil lagi. Karena sebentar lagi ia ingin segera melayangkan gugatan cerai untuk sang suami yang sudah berkhianat padanya itu.


Reyhan



__ADS_1


__ADS_2