Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Hukuman


__ADS_3

Setelah berpamitan pada kedua mertuanya seusai sarapan pagi bersama. Kini Reyhan dengan mendorong kopernya bersiap untuk kembali ke Indonesia.


Andrea dan juga Bella mengantarkan Reyhan sampe di halaman rumah.


"Dad, bisakah Daddy tingal lebih lama di sini. Aku masih kangen dengan Daddy." tangis Isabella seketika itupun pecah. Kedua tangan gadis kecil yang berwajah cantik itu melingkar erat di pinggang Reyhan. Dia belum rela jika Daddy-nya itu harus pergi. Berbagai celotehan ungkapkan kesediaan dan rengekan Bella ungkapkan ketika Reyhan berpamitan.


Reyhan pun merasa sedih, saat melihat sang putri nampak memintanya tingal lebih lama. Tapi kerena hubungan nya dengan Andrea sedang tidak baik, membuat Reyhan kesulitan untuk berkomunikasi dengan Isabella saat mereka berjauhan.


Kini ia benar-benar menyesali apa yang telah ia lakukan. Karena semua itu berimbas pada sang putri. Hati Reyhan seperti teriris, Andrea pun juga merasakan sedih saat melihat Bella terus saja menangis karena belum rela berpisah dengan Daddy-nya.


"Bell, jangan seperti ini sayang. Daddy kembali ke Jakarta karena Daddy harus bekerja. Daddy janji, Daddy akan sering menelpon mu. Kita bisa Vidio call, Bella bisa ceritakan apa saja yang Bella ingin ceritakan sama Daddy. Dan jika Bella dan Mommy sudah kembali ke Jakarta, jangan lupa hubungi Daddy. Nanti Daddy akan jemput kalian di bandara."


Setelah membuat Isabella tenang dan paham, kemudian Reyhan mengedong putri kesayangannya itu. Dan dengan manja, Bella mengalungkan kedua tangannya ke leher Reyhan, dan meletakkan kepalanya di pundak sang Daddy-nya.


"Dea, please. Demi Bella, tolong jangan blokir nomor ponsel ku. Dua bulan lamanya Bella tak bisa berkomunikasi dengan ku. Aku sudah janji padanya tadi. Jadi aku harap kau membuka kembali blokiran nomor ponsel ku." ucap Reyhan memohon pada Andrea untuk tidak lagi memblokir nomor ponselnya.


"Iya," jawab singkat Andrea.


Kemudian Reyhan menurunkan Isabella dari gendongannya.


"Taksi nya sudah menunggu. Daddy berangkat dulu ya sayang. Jaga Mommy untuk Daddy, dan sayangi adik di perut Mommy." pesan Reyhan pada Bella.


"Iya Dad, aku akan jaga Mommy,"


"Good," jawab Reyhan kemudian mencium kedua pipi dan juga kening Isabella.


"Mommy juga ya Dad, Daddy juga harus cium Mommy." pinta Bella.

__ADS_1


"Bell," keluh Andrea, karena sejujurnya ia tidak ingin dan tidak siap bersentuhan lagi dengan suaminya itu.


"Aku ingin liat Daddy cium Mommy." ucap Bella, kemudian Reyhan menatap Andrea yang kini tengah menatapnya dingin. Reyhan kemudian bergerak ke arah Andrea, lalu melabuhkan kecupan kening dalam dalam ke kening Andrea. Andrea hanya bisa pasrah, jika tidak demi berakting untuk anak nya, Andrea tak akan mau di kecup keningnya. Tidak hanya itu, Reyhan juga mencium ke dua pipi Andrea.


"Jangan memanfaatkan kesempatan Rey. Tidak akan ada gencatan senjata." ucap Andrea lirih pada Reyhan. Tetapi Reyhan malah menanggapi dengan tersenyum.


"Aku masih sangat mencintai mu sayang. Aku mencintai kalian semua. Jaga kandungan mu baik baik ya. Makan yang banyak dan bergizi." ucap Reyhan yang kemudian tanpa seizin Andrea Reyhan menyentuh perut Andrea.


"Rey!" protes Andrea marah.


"Aku hanya ingin pamit juga dengan anak ku di dalam sana."


Dan akhirnya setelah selesai berpamitan, Reyhan masuk ke dalam mobil taksi yang sudah ia pesan. Dengan melambaikan tangannya Reyhan dengan berat hati berpisah lagi dengan dua orang yang sangat ia sayangi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Mendirikan perusahaan baru memang butuh banyak perjuangan. Apa lagi Reyhan saat ini hanya mengandalkan skill yang ia sudah kuasai sebelumnya.


Saat perusahaan nya di akusisi sang istri, semua aset dan keuangan nya habis tak tersisa untuk membayarkan ganti rugi perusahaan dan juga untuk melunasi pinjaman di Bank.


Bahkan mobil satu satu nya yang ia pake untuk kesana kemari pun ikut tersita.


Dan Andrea juga tidak ada rasa belas kasian terhadap Reyhan. Yang sampai saat ini masih berstatus sebagai suami nya.


Tetapi Reyhan sudah bisa menerima itu semua. Dia sudah mengikhlaskan semua harta yang ia miliki lenyap hanya dalam hitungan detik. Saat membangun perusahaan itu dari awal, sampai pada titik ke jaya an, Andrea lah yang banyak berjasa di Dimitri Corp. Karena 40 pesen pendanaan awal sudah di baking in oleh perusahaan Andrea.


Dalam hal materi, jelas Andrea lah yang lebih unggul dari pada Reyhan. Dan Reyhan hanya perlu mengembangkan perusahaan yang sudah sukses itu untuk lebih bisa maju lagi. Padahal, saat itu Reyhan banyak sekali mendapatkan kepercayaan menangani tender tender proyek dari dalam dan luar negeri.

__ADS_1


Tapi sayang, skandal yang Reyhan lakukan bersama sekertaris nya seakan menjadi boomerang untuk Reyhan sendiri dan juga untuk perusahaan yang sudah dengan susah payah ia bangun. Padahal Andrea tidak banyak menuntut terhadap suaminya itu.


Dan saat ini Reyhan harus benar-benar berjuang extra untuk membangun perusahaan yang baru. Tanpa bantuan keuangan dari siapapun.


Tidak ada nya keuangan yang cukup untuk mempromosikan hasil disain yang ia buat menjadi salah satu hambatan bagi Reyhan untuk memperkenalkan perusahaan barunya. Untuk mendapatkan job, Reyhan hanya bisa melobi door to door ke sebuah perusahaan yang sedang membutuhkan disain bangunan atau gedung yang idealis sesuai dengan konsep yang ingin di kembangkan perusahaan tersebut.


Setelah kepulangannya dari New Zealand Reyhan kini tengah sibuk untuk mempromosikan hasil disain nya ke perusahaan satu ke perusahaan yang lain. Ia bener bener melakukan dengan cara mendatangi perusahaan satu persatu, dengan naik taksi tentu.


Karena ia belum punya karyawan, bahkan menggaji karyawan pun ia belum mampu.


Kerja keras Reyhan pun nampaknya tidak sia sia. Kini ia udah memiliki beberapa kerja sama dengan perusahaan property yang menginginkan disain apartemen yang ia buat untuk di aplikasikan.


"Met, apa kabar. Bisa kita ketemu, aku ingin mengembalikan uang yang aku pinjam dari mu." tutur Reyhan lewat sambungan telepon kepada Metthew, sahabatnya.


"Apa kau sudah punya uang untuk mengembalikan uang yang kau pinjam." tanya balik Metthew di sebrang telepon.


"Jangan menghina ku Mett, aku tidak benar-benar menjadi gelandangan." ujar Reyhan membalas ucapan Metthew, dan dari sebrang telepon Metthew terdengar tertawa.


"Baiklah Rey, kita bertemu di cafe biasa dekat kantor mu. Aku ada di kantor mu saat ini, biasa habis meeting dengan Andrea."


"Apa, Andrea?" decak Reyhan kaget, begitu mendengar sang istri ada di Indonesia.


"Apa kau tidak tau, Andrea sudah satu Minggu ini ada di Indonesia. Ia kembali karena banyak hal yang harus ia urus. Dia CEO dua perusahaan besar Rey, istri mu hebat sekali." puji Metthew, dan hal itu membuat Reyhan tidak nyaman.


"Mett, aku ke menuju cafe sekarang, sampai ketemu." dengan wajah gusar Reyhan nampak kesal. Karena Andrea ternyata ada di Indonesia saat ini dan dia tidak di beri tau.


"Apa apa kau Andrea, ada di Indonesia tidak memberi tau aku. Padahal aku sudah sangat kangen dengan Isabella." guman Reyhan yang kecewa, karena seakan dirinya bener bener sudah tidak di anggap lagi.

__ADS_1


like komen ya bestie untuk tulis recehan ku ini, biar aku semangat buat Reyhan tersiksa atas perbuatannya.🤭🤭🤭


__ADS_2