Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Rencana Julian


__ADS_3

Andrea akhirnya menyuruh Alden untuk masuk ke dalam rumah. Dia tidak ingin anak nya berada dalam situasi yang penuh ketegangan.


Andrea menangkap kilatan pandangan ke tidak sukaan Reyhan pada Julian, saat Alden berinteraksi dengan tunangannya itu dengan cukup akrab.


Tidak ingin anak nya menjadi objek pembahasan, Andrea menyuruh Alden untuk pergi dari tempat menegangkan itu.


"Sudah lama Julian?" Reyhan yang pertama tama bersuara, setelah Alden pergi.


"Yeah, lumayan. Aku sedang menemani tunangan ku berenang." ujar Julian dengan ramah sambil melingkarkan tangannya ke pundak Andrea.


Reyhan terlihat tersenyum getir menatap pasangan di depannya. Sambil menyerukan kedua tangan di saku celananya, Reyhan seolah-olah sedang menahan sesuatu yang seakan membuat dirinya hampir meledak.


"Kenapa Alden bisa pulang dengan mu, bukankah kau harus ke kantor." tanya Andrea yang masih mengenakan bathrope itu dengan rambut panjang yang masih tergerai basah.


"Sehabis mengantarkan Bella aku berubah pikiran, aku ke sekolah Alden dan menjemputnya. Bella sehabis sekolah langsung berlatih berkuda, dan sudah ada sopir yang akan menjemputnya." jelas Reyhan dengan nada datar.


"Sayang, sebaiknya kamu ganti baju dulu. Nanti kamu kedinginan." tukas Julian yang sepertinya, sengaja melakukan itu. Bersikap manis dengan Andrea di hadapan Reyhan.


Melihat perlakuan manis Julian pada mantan istrinya, membuat hati Reyhan terasa remuk redam. Sekilas, mata Andrea dan Reyhan bertemu. Tapi Reyhan menghindari tatapan misterius menelisik Andrea.


"Tugas ku sudah selesai. Aku harus ke kantor, silahkan di lanjut." Reyhan berucap untuk mengendalikan diri nya. Agar ia tidak merasa menjadi penonton untuk pasangan yang sepertinya sedang asik berduaan itu. Kemudian Reyhan memutar badannya untuk berlalu.


"Tunggu Rey," cegah Julian.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu. Andrea boleh aku bicara berdua saja dengan Reyhan. Kau sebaiknya ganti baju dulu sayang," ucap Julian pada Andrea dengan manis.


"Baiklah, aku tingal dulu." kemudian Andrea pun berlalu dari hadapan tunangan dan juga mantan suaminya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Gedung Perkantoran Sahara Corp


"Apa apa ini." guman Andrea saat berada di ruang kerjanya. Ia nampak terkejut setelah mengecek sebua file yang membuatnya melongo.


"Jenna, ke ruangan ku sekarang." pangil Andrea pada sekertarisnya.


"Ada apa Bu,"


"Kenapa ada nama Reyhan Aditya Dimitri selalu pihak ke tiga sebagai kontraktor dalam surat kuasa kerja sama pembangunan gedung perkantoran yang akan kita lakukan di jalan M. Apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Andrea yang sepertinya tidak setuju jika Reyhan ikut masuk dalam urusan bisnisnya.


"Tapi aku tidak mengetahui ini. Dan aku tak aka setuju jika perusahaan kontraktor punya Reyhan Aditya masuk dalam lingkup bisnis ku." komplin Andrea.


"Mungkin Bu Andrea bisa bertanya pada pak Julian. Beliau berpesan, jika Bu Andrea keberatan dengan kesepakatan itu, Bu Andrea bisa menghubungi pak Julian selalu pemegang saham terbanyak ke dua setelah Bu Andrea." Andrea hanya bisa menghela nafas panjang setelah mendengarkan penjelasan Jenna.


"Terimakasih untuk penjelasannya Jen, seharusnya setelah rapat itu kamu menghubungi ku."


"Saya sudah kirim email ke Bu Andrea hari itu juga,"

__ADS_1


"Oya, hemmm, mungkin aku lupa membukanya. Oke Jen, terimakasih untuk semuanya."


"Sama sama Bu,"


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Di sebuah restauran


"Kenapa kau menggandeng perusahaan kontraktor milik Reyhan untuk bekerjasama. Kita kan punya banyak relasi perusahaan kontraktor yang tak kalah bagus di banding kontraktor milik Reyhan." protes Andrea pada Julian.


"Memangnya kenapa Andrea. Perusahaan kontraktor milik Reyhan juga bagus. Bahkan aku puas dengan hasil pembangunan apartemen di satroni beberapa tahun lalu. Itu kelaborasi Reyhan dan Metthew saat itu. Dan aku ingin proyek apartemen kita saat ini juga percayakan pada nya."


"Ini lelucon mu kan,"


"Ko lelucon sih Andrea. Aku serius."


"Reyhan mantan suami ku. Banyak relasi kita yang juga mengenal Rey, aku hanya tidak ingin mereka bergosip. Sedangkan saat ini aku bersama mu. Tidak hanya itu, aku sebenarnya tidak ingin terlibat apapun dengan Reyhan lagi dalam urusan bisnis. Tapi kamu malah ambil keputusan sepihak dengan bekerjasama dengannya. Harusnya kau berkompromi dulu dengan ku." protes Andrea pada Julian. Sambil tersenyum manis, Julian meraih kedua tangannya Andrea yang saat itu ada di atas meja, kemudian mengecup nya dengan manis.


"Sweet heart, maaf jika sudah membuat mu marah. Tapi aku sudah taken perjanjian dengan Reyhan. Dan sepertinya perjanjian itu tidak bisa di batalkan."


"Aku bisa apa jika kamu sudah taken perjanjian denganya." balas Andrea, seraya menghela nafas panjang.


"Kau ini sebenarnya masih membenci Reyhan ataukah kau tidak ingin dekat lagi dengan nya karena kau masih mencintainya?"

__ADS_1


Deg


Pernyataannya Julian pun seketika membuat Andrea membeku.


__ADS_2