Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Ungkapkan Hati Andrea


__ADS_3

Begitu memasuki rumahnya. Reyhan dengan langkah panjang dan sedikit berlari menaiki anak tangga rumah menuju kamarnya. Dengan gerakan kasar pula, Reyhan membuka pintu kamar. Namun sosok yang sangat ingin dia temui tidak ada di dalam ruangan.


Reyhan kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Akan tetapi pintu kamar mandi tersebut di kunci dari dalam. Dengan suasana hati yang sudah di liputi amarah dan perasaan kesal, Reyhan memangil Andrea dengan suara lantang.


"Andrea, buka pintunya. Aku tau kau di dalam," Teriak Reyhan sambil mengendor pintu.


"Andrea!" Ucap lagi Reyhan makin gusar. Sesaat kemudian, pintu kamar mandi pun di buka oleh Andrea yang baru saja selesai mandi.


"Bisakah kau tidak teriak, aku tidak tuli Rey." jawab Andrea yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe dan rambut yang tergerai basah.


Begitu sepasang suami istri itu kini saling menatap, tatapan tajam mereka berdua saling beradu.


Reyhan menatap dengan nyalang ke arah sang istri, dan Andrea sendiri pun menatap Reyhan dengan tatapan menantang.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Reyhan sarkatis.


"Seharusnya aku yang bertanya pada mu Rey, apa yang sudah kamu lakukan di belakang ku.


"Jawab dulu pertanyaan ku Dea, jangan balik bertanya." Ucap Reyhan dengan expresi wajah memendam emosi.


"Kau udah tau jawabannya Rey" Tukas Andrea, kemudian ia hendak berlalu, tapi dengan sikap kasar, Reyhan mencengkeram lengan Andrea.


"Jawab dulu pertanyaan ku, kenapa kau menarik saham mu secara tiba tiba," Ucap Reyhan, dengan masih mencengkeram lengan Andrea dengan erat, sampai sampai Andrea meringis kesakitan.


"Lepaskan Rey, kau menyakitiku." Ucap Andrea, yang kini nampak menahan sakit di lengannya. Sadar karena cengkraman nya terlalu erat, Reyhan kemudian melepaskan tangan nya dari lengan Andrea.


"Kau begitu menjijikkan Reyhan. Di belakang ku kau ternyata bersenang-senang dengan wanita murahan itu. huh," teriak Andrea ke arah sang suami, hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya.


"Dia bukan wanita murahan Dea. Dia wanita baik baik, aku tidak berzina dengan nya. Aku sudah menikahi Syanala kau dengar itu !" teriak balik Reyhan.

__ADS_1


"Jahat kau Rey. Kau setega itu ternyata di belakangku. Menikahi wanita yang selama ini aku angap baik. Tapi ternyata dia menusuk ku dari belakang."


"Dia kehilangan orang tuanya Andrea, dia butuh seseorang untuk bisa tetap mendampinginya," tutur Reyhan.


"Lantas kau menikahi nya. Apa kau izin padaku? Apakah kau bertanya pada ku? Lalu aku ini kau anggap apa? Itu sama saja kau berselingkuh di belakang ku Rey."


"Aku akan bersikap adil untuk mu dan juga untuk nya. Kau tetap menjadi prioritas ku. Kau tetap menjadi yang pertama. Dia butuh aku, jangan salahkan Syanala. Dia juga merasa tidak nyaman dengan pernikahan siri yang masih kau belum ketahui."


"Jadi sekarang dia sudah senang, karena aku sudah tau dan sebentar lagi akan memiliki mu sepenuh,"


"Apa maksudmu Andrea?" Tanya Reyhan penuh dengan tanda tanya.


"Apa lagi, jika kau pikir aku wanita bijaksana yang mau berbagi suami, maaf Reyhan. Kau salah. Aku tidak sebaik itu, aku tiada sebaik yang kau pikirkan. Bersiaplah menerima surat gugatan cerai dari ku," Ucap Andrea yang kemudian ingin berlalu dari hadapan Reyhan. Namun Reyhan menahannya.


"Tidak akan aku biarkan kau melakukan itu Andrea,"


"Tentu saja aku bisa. Kau sudah banggakan mendapat wanita selingan macam wanita ****** itu," Ucap Andrea berani menyebut Syanala ******.


Ada perasaan sesak yang kini menghimpit hati Andrea. Perasaan sakit hati yang telah menghancurkan kepercayaan nya pada sang suami, meleburkan perasaan cinta dan kesetiaan yang selama ini ia bangun terhadap sang suami, Reyhan Aditya Dimitri.


Sedangkan Reyhan sendiri kini semakin di hadapkan dengan situasi yang sulit.


"Baiklah Rey, sudah jelas sekarang. Jika kau memang lebih membelanya mati mati an. Sebesar itu kah cinta mu pada nya, sehingga kau rela mengorbankan perasaan ku, perasaan Isabella bahkan perusahaan. Hebat sekali dia," Kilah Andrea dengan nada getir, dan seakan mencemooh dirinya sendiri yang telah kalah.


Reyhan yang mendengar itu hanya bisa termangu.


"Aku mungkin sudah tidak berarti lagi di hati mu. Dan Bella juga sudah tak kau hiraukan perasaannya. Aku bukan tipe wanita yang ingin mempertahankan pernikahan hanya karena alasan masih mencintai. Pengkhianatan bagi ku adalah racun, yang akan membuat seseorang yang meminum nya akan sekarat atau bahkan bisa mati. Dan aku seperti itu."


"Aku tidak pernah punya niat melukai hati dan perasaan mu Dea. Aku hanya,"

__ADS_1


"Hanya ingin memiliki dua cinta, dua istri begitukah?" Reyhan diam tak menjawab.


"Kau bisa melakukan itu. Tapi aku tidak mau di perlakukan seperti itu."


"Kau sudah banyak menyakiti aku Rey," Ucap Andrea, yang kini tidak bisa lagi membendung air matanya.


Tubuh Andrea kini merosot ke lantai. Lunglai, seolah kini tulangnya tak mampu lagi menyangga beban tubuhnya. Andrea tak pernah merasa seburuk ini dalam merasakan sakit hati. Dia masih bisa tegar dan kuat ketika dulu Reyhan cuek terhadapnya. Tapi saat mengetahui kenyataan bahwa Reyhan telah mendua itu membuatnya hancur.


Reyhan kini nampak menyadari, setiap ucapan yang ia lontarkan ke Istri nya tadi hanya menambah lara Andrea. Ia hanya bisa berdiri membeku di hadapan Andrea. Dia baru sadar, jika ucapannya tadi semua hanyalah kata kata penuh emosional dan di selimuti amarah.


Kata kata apapun yang keluar dari mulutnya tak akan bisa membantunya sekarang. Justru malah akan memperkeruh suasana hati Andrea makin buruk.


Reyhan sudah menyadari dia salah. Dan tidak ada kata yang pas macam apapun untuk bisa di utarakan untuk membuat Andrea paham. Karena pada dasarnya, Andrea tidak ingin dan tidak mau di madu.


Sambil berjongkok kearah sang istri, Reyhan mencoba menyentuh pundak Andrea.


"Maaf kan aku Andrea, jika aku sudah menyakiti hati mu." Tutur Reyhan, dan Andrea menepis sentuhan tangan Reyhan di pundaknya.


"Jangan sentuh aku lagi." Tukas Andrea sambil menunduk.


"Keluar dari kamar ini, atau aku yang keluar." Desis Andrea lirih.


"Aku yang akan keluar dari kamar ini sayang. Aku minta maaf. Aku janji akan memperbaiki ini semua. Aku tidak perduli lagi dengan perusahaan. Aku akan tetap mempertahankan diri mu. Karena memang aku sangat mencintai mu Andrea," Kata kata manis Reyhan sudah tak mampu lagi menggetarkan hati Andrea yang terlanjur sakit.


Sedangkan Reyhan sendiri kini sadar. Ia telah menghancurkan perasaan istrinya. Seorang wanita sempurna dengan segala kelebihannya.


Reyhan kini hanya bisa berharap jika Andrea mau untuk memaafkan dirinya suatu saat.


Sambil menghela napas berat, Reyhan berjalan kerah pintu kamar dan kemudian keluar kamar dengan perasaan lesu.

__ADS_1




__ADS_2