
Andrea POV
Kita memang saling mencintai Rey. Hidup kita rasanya sangat sempurna. Tapi sejak aku tau kau berbagi cinta dengan wanita lain. Seolah semua kepercayaan, semua rasa hormat dan juga kepatuhan ku sebagai seorang istri menjadi berubah.
Aku selama ini tidak banyak menuntut terhadap mu. Kita memang sama sama sibuk dalam urusan pekerjaan. Tapi selama ini aku mencoba menyeimbangkan diri ku dengan adil. Mana waktu untuk bekerja dan mana waktu untuk keluarga.
Bahkan aku selalu bersikap sempurna sebagai istri untuk mu. Aku melayani mu dengan baik. Memberikan dan mencurahkan rasa cinta ku yang tulus untuk mu. Kau tau persis apa yang aku lakukan setiap malam menjelang tidur. Itu tidak lain juga untuk mu. Aku tidak pernah macam macam dan banyak menuntut selama kita menikah. Waktu ku hanya untuk bekerja dan keluarga.
Jika kau menegur ku karena aku terlalu sibuk dengan urusan perusahaan, oke. Aku juga memaklumi itu.
Dan setelah semua yang aku lakukan. Dan ku rasa aku tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal dalam mengarungi kehidupan rumah tangga kita. Kau tiba tiba berselingkuh di belakang ku. Kau mendua bersama seseorang yang bahkan wanita itu sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri.
Bahkan kau juga menikahinya. Enam bulan bukan waktu yang pendek Rey. Sejak semua skandal itu pada akhirnya terbongkar.
Jadi, jika kau pikir aku sudah kembali luluh memaafkan kamu dan melupakan semua yang sudah terjadi, itu kau salah besar Rey.
Mungkin aku sudah bisa menerima kenyataan saat ini. Mungkin aku sudah bisa memaafkan mu. Tapi aku tidak bisa melupakan kejahatan yang sudah kau torehkan luka di hati ku dengan sangat dalam ini.
Aku mencoba bersikap diplomatis terhadap mu itu karena hanya demi anak kita. Demi Alden yang baru lahir. Demi Isabella agar tidak perlu tau bahwa kita sebenarnya sedang berkonfrontasi.
__ADS_1
Aku tau kau sudah menyesal melakukan itu semua. Aku juga tau saat ini kau sedang berjuang membuat ku kembali percaya pada mu dan berharap aku menerima mu kembali.
Maaf Rey, bukan aku dendam. Bahkan aku tidak berfikir untuk membalas perbuatan mu. Aku akui aku masih mencintaimu, tapi rasa kecewaku sekarang lebih besar dari cinta ku itu sendiri. Kenapa aku bisa sesakit ini terhadap mu, karena aku pikir, kau adalah orang yang tak akan pernah melukai ku. Sebab kita sudah saling mengenal sejak kecil. Aku dan kamu di masa kecil tumbuh dalam lingkungan yang sama. Tapi ternyata kau masih bisa menduakan aku, berhubungan dengan wanita itu dengan gaya perselingkuhan yang begitu sempurna.
🌹🌹🌹🌹🌹
Saat aku terbangun dari tidur ku pagi ini, seluruh ruangan kamar sudah nampak begitu terang. Dalam hati aku bertanya, memangnya sudah jam berapa ini.
Semalam baby Alden tidak begitu rewel. Reyhan membangun kan ku dua kali saat baby Alden merasa haus. Setelah ku susui dan di rasa kenyang, Reyhan mengembalikan baby Alden ke tempat tidur nya. Dia bener benar terjaga semalam. Saat baby Alden pup pun dia lah yang mengantikan popoknya.
Reyhan memang sudah piawai dalam mengurus bayi. Dulu saat Isabella baby, dia juga lah yang sering membantu ku mengurus nya. Tak heran jika Isabella punya chemistry yang kuat dengan daddy nya.
Entah kenapa aku menyugingkan senyum ketika melihat mereka bertiga. Reyhan melucuti semua baju yang baby Alden kenakan dan hanya meninggal deapes nya yang masih melekat. Reyhan meletakkan baby Alden di kedua pahanya. Sinar matahari yang hangat itu sepertinya cukup baik untuk baby Alden yang saat ini tengah di jemur.
Saat aku sedang menikmati moment pagi yang hangat, seseorang nampak mengetuk pintu kamar ku.
"Pagi non, tuan Reyhan menyuruh ku untuk mengantarkan sarapan anda ke kamar." ucap salah seorang pelayan di rumah.
"Letakkan saja di meja bik, nanti aku akan memakannya." ucap ku pada pelayan.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah menghabiskan sarapan ku, aku pun ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Beberapa saat setelah aku selesai dari kamar mandi, ternyata Reyhan dan juga baby Alden sudah kembali.
"Apa kau sudah sarapan?" tanya Reyhan yang sedang menemani baby Alden yang kini ia taruh di tengah-tengah tempat tidur.
"Aku sudah sarapan." jawab ku yang kini merasa sangat segar setelah mandi.
"Hai sayang. Hemm enak ya sudah berjemur." ucap ku, kemudian aku mencium ke dua pipi baby Alden yang membuat ku gemas.
"Aku suka wangi sabun yang kau pake. Wanginya sabun mu masih sama." celoteh Reyhan tiba tiba saja membahas soal sabun.
"Aku tipe setia, aku tidak mudah berganti ganti sesuatu yang sudah sangat nyaman aku pake. Termasuk sabun. Aku masih pake sabun yang sejak dulu aku pake, hanya kadang berganti varian aroma saja." jawab ku, sebenarnya aku sedang menyindirnya. Entah dia peka apa tidak.
"Oya, Metthew dan mantan istri siri mu sudah resmi menikah. Bagaimana tanggapan mu?"
"Maaf Andrea aku tidak ingin membahas itu. Aku mandi dulu ya." Reyhan nampak menghindari pembahasan soal skandal nya, ia kemudian berinsut dari tempat tidur dan hendak pergi ke kamar mandi.
"Rey, ada hal yang ingin aku bicarakan setelah kau mandi."
__ADS_1
"Iya," jawabnya singkat, kemudian ia masuk ke kamar mandi.