
"Dad, kenapa daddy dan mommy tidak bisa tingal serumah lagi? Daddy dan mommy masih saling bicara kan, kalian tidak terlihat seperti orang sedang marahan? Lalu kenapa daddy bilang besok daddy tidak bisa tingal di sini lagi," cecar Isabella bertanya pada Reyhan ketika ia memberi tau jika besok dia sudah tidak lagi berada di rumah seperti biasa.
Karena sesuai kesepakatan, Reyhan bisa tingal di rumah besar tak kurang dari satu bulan saja. Dan malam itu adalah malam terakhir nya.
Kala itu Reyhan sedang berada di kamar sang putri, untuk membacakan buku cerita seperti biasanya. Mau tak mau ia harus jujur pada sang putri soal dia tidak bisa lagi tingal di rumah itu bersama mereka.
Mendengar berbagai pertanyaan dari sang putri membuat Reyhan menghela nafas berat.
"Daddy melakukan kesalahan Bells, dan oleh sebab itu mommy tidak ingin daddy tingal di rumah ini lagi. Tapi kamu jangan khawatir sayang. Daddy sedang berencana untuk membeli rumah yang ada di depan rumah kita itu. Daddy akan sering menemui mu, dan jika Bella kangen sama daddy, Bella tingal menyuruh satpam untuk mengantarkan Bella ke rumah daddy. Lagi pula daddy akan selalu kemari seperti biasa sayang."
"Kenapa mommy tidak mau memaafkan daddy. Aku ingin daddy tetap di sini. Bella sayang daddy." Bella mulai merengek dan meng iba.
"Mommy sudah memaafkan daddy. Hanya saja mommy tidak ingin daddy tingal di sini. Walau begitu, daddy sudah bilang kan, sebenar lagi daddy akan membeli rumah yang ada di sebrang rumah kita. Itu akan menjadi rumah Bella juga."
"Pokoknya aku ingin sama daddy," ucap Bella mulai sedih. Bahkan dia kini mulai menangis sambil memeluk Reyhan dari tempat tidur.
"Kenapa mommy jahat sama daddy?" tuduh Isabella yang memang tidak tau apa apa secara persis masalah orang tua nya.
"Tidak Bella, mommy tidak jahat. Daddy yang sudah jahat sama mommy. Anggap saja sekarang mommy lagi menghukum daddy. Jika suatu saat nanti hukuman nya sudah habis, daddy janji kita akan bersama lagi."
__ADS_1
"Kalau mommy tidak jahat, kenapa mommy mengusir daddy dari rumah ini." rengek lagi Isabella.
"Dengar Bells. Mommy adalah seorang wanita yang hebat. Mommy tidak bersalah, daddy yang punya banyak salah sama mommy. Jadi Bella tidak boleh menyalahkan mommy ya."
"Memangnya daddy salah apa? Apa yang sudah daddy lakukan?"
Mendapatkan pertanyaan demi pertanyaan dari sang putri membuat kepala Reyhan pening.
Apakah Reyhan mampu menjawab pertanyaan sang putri ???
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah memastikan Isabella sudah tertidur pulas. Reyhan baru bisa beranjak dari kamar putri kesayangannya. Berjalan dengan langkah letih karena seharian sibuk dengan aktivitas pekerjaan, Reyhan nampak merenggangkan otot-otot di tubuhnya.
Begitu ia menyembulkan kepalanya ke dalam ruangan kamar. Ia melihat Andrea nampak sedang menyusui baby Alden.
"Apa dia terbangun?" tanya Reyhan sambil berjalan ke arah Andrea yang tengah memangku baby Alden dan tengah memberikan sang putra asi.
Melihat Reyhan mendekat ke arahnya, membuat Andrea dengan inisiatif menutupi buah dadanya yang terexpose itu dengan satu tangannya yang lain.
__ADS_1
"Aku hanya melihat putra ku minum. Bukan mau liat sumber ASI baby Alden." tukas Reyhan sambil mengulas senyum tipis.
"Mandilah air hangat. Kau nampak lusuh Rey." perintah Andrea, dan Reyhan pun menurut. Ia kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa saat kemudian, Reyhan membuka pintu kamar mandi dan minta tolong pada Andrea.
"Sayang, bisa tolong ambilkan aku baju ganti. Aku lupa membawa baju ganti ku ke kamar mandi." ucap Reyhan dari balik pintu kamar mandi. Andrea yang sudah selesai memberikan baby Alden ASI pun kemudian beranjak dari ranjang menuju ruang ganti. Lalu mengambilkan baju ganti untuk Reyhan.
"Terimakasih Andrea."ucap Reyhan setelah Andrea menyerahkan baju ganti untuknya.
"Sama sama." jawab Andrea singkat dan kemudian kembali ke tempat tidur.
Begitu keluar dari kamar mandi, kini Reyhan sudah nampak lebih segar. Kemudian ia langsung berjalan ke arah tempat tidur box bayi Baby Alden.
Reyhan nampak mengamati sang putera yang kini tengah terlelap itu. Ada perasaan hangat yang di rasa oleh Reyhan di saat dekat dengan anak anak nya. Reyhan memang sangat sayang dan ingin selalu dekat dengan anak anak nya. Bagi nya, anak anak saat ini adalah oase penyejuk hatinya yang kadang selalu di landa kehampaan dan kesunyian.
Di saat ia melihat anak anak nya, seolah-olah semua beban pikiran dan masalah yang ia hadapi terasa tidak terlalu membebani pikiran nya.
Setelah puas menyaksikan sang putra tertidur. Kini, ia berjalan menuju ranjang. Menyibakkan selimut dan menyerukan kedua kakinya di bawah selimut. Yang mana di sisi lain, di sebelahnya Andrea juga berada di bawah selimut yang sama.
__ADS_1
Andrea nampak tertidur dengan posisi berbaring miring membelakangi Reyhan. Selimut yang menghampar luas itu menutupi tubuhnya sampe pada bawah ketiaknya. Mengunakan gaun malam yang seksi dengan potongan terbuka di bagian punggung seolah-olah Andrea sengaja mengoda suaminya itu.
Setergoda apapun Reyhan terhadap Andrea. Sama saja ia tidak bisa menyentuh wanita yang sebetulnya masih menjadi istri sah nya itu. Dan malam itu benar-benar menjadi malam yang kelabu untuk Reyhan.