
"Halo Rey," sapa Andrea dengan nada suara lemah, ketika sang suami, Reyhan menelponnya.
"Halo sayang, kau di mana sekarang?" tanya Reyhan lembut.
"Aku di kantor. Dan sekarang aku sedang sibuk." jawab Andrea dengan nada suaranya yang datar.
"Dea, aku minta maaf ya, dari kemarin malam tak memberi mu kabar. Dan aku melewatkan video call dari mu." ucap Reyhan di sebrang sana dengan nada suara yang terdengar menyesal.
"Tidak apa apa Rey, aku tau kau sibuk. Bisa kita lanjutkan nanti saja ngobrol nya. Aku benar-benar sedang sibuk sekarang ini." ucap Andrea lembut.
"Baiklah, nanti malam aku Vidio call ya." balas Reyhan.
"Oke," jawab singkat Andrea.
"Love you Dea."
"Love you too Rey."
Dan pangilan mereka pun terputus.
🌹🌹🌹🌹🌹
Seusai Reyhan menelpon Andrea, Reyhan ini nampak melamun. Ada secercah perasaan yang tidak enak melingkupi hati nya. Dia merasa, Andrea seperti tidak semangat saat menyambut telepon nya tadi.
"Mas, ada apa? Kenapa? kok melamun?" tanya Nala saat melihat Reyhan terlihat lesu.
"Tidak ada apa apa. Aku habis menelpon Dea. Tadi Dea menanyakan apa pada mu?" tanya Reyhan, nampak penasaran, karena tadi sang istri menghubungi Nala.
"Mbak Andrea menanyakan mu, ya aku bilang apa ada nya, jika kau masih tidur." jawab Nala.
"Itu saja?" tanya Reyhan, seperti tidak percaya jika hanya itu yang istrinya tanyakan pada Nala.
"Memang aku harus jawab apa lagi mas, menjawab kalau kita satu kamar!" saut Nala sedikit berani. Reyhan pun kemudian terkesiap dengan jawaban sang istri siri nya itu.
"Jaga nada bicara mu Nala. Sejak kapan kau berani berkata seperti itu." ucap Reyhan tegas, dan sedikit membentak.
Nala yang menyadari nada bicara nya meninggi kemudian hanya bisa menunduk. Dan ia pun juga tersetak, karena Reyhan berbicara keras tadi.
__ADS_1
Melihat perubahan sikap sang istri siri yang seperti agak terluka hati nya, membuat Reyhan menghela napas dalam. Reyhan pun berjalan mendekati Nala, kemudian dia memeluk nya.
"Maaf, aku tidak bermaksud kasar." ucap Reyhan, yang kini sudah meraih tubuh Nala untuk ia peluk.
"Aku dan Andrea sedang dalam proses saling memperbaiki hubungan. Aku merasa bersalah karena tadi malam aku menonaktifkan ponselku. Aku merasa kawatir, jika Andrea kembali curiga pada ku. Walau memang dia pantas mencurigai ku. Aku mencintai nya. Ternyata aku tak bisa untuk kehilangan dirinya." Reyhan berucap dengan masih memeluk Nala dengan erat di dada nya.
"Mas, seandainya nanti mbak Andrea pada akhirnya tau tentang hubungan kita. Dan dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa kau sudah menikahi ku secara siri, apakah kau akan membuang ku." tanya Nala yang kini merenggang pelukannya dan berinsut menatap wajah tampan Reyhan. Nala menatap suaminya itu dengan mata yang sudah menganak sungai. Nala menyadari statusnya.
"Kenapa kau bicara seperti itu." tanya Reyhan kemudian membelai wajah Nala.
"Aku hanya takut mas. Aku kan hanya wanita pelampiasan mu saja kan. Saat kau dan mbak Andrea waktu itu sedang berselisih." tukas Nala, yang ini malah sudah tersedu.
"Aku mencintaimu Nala, aku sayang pada mu. Aku menikahi mu bukan karena hasrat semata. Tapi aku memang sayang." Reyhan berucap, mencoba meyakinkan Nala, jika dia menikahi Nala karena ia memang mencintai Nala.
" Mustahil seorang lelaki mencintai dua wanita dalam satu hati nya mas. Saat ini kalian sudah kembali baikan. Aku yakin kau akan tetap lebih sayang mbak Andrea kan dari pada aku."
"Suttttt." ucap Reyhan sambil menempelkan jari tangannya ke bibir ranum Nala.
"Jangan bicara seperti itu. Aku sudah pernah bilang pada mu kan, kau adalah istri ku. Kau dan Andrea punya hak yang sama atas diri ku dan begitu juga sebaliknya, aku punya hak dan kewajiban yang sama pada kalian. Aku sudah berjanji pada ke dua orang tua mu untuk menjaga mu. Dan aku akan lakukan itu. Jagan berfikir jika aku hanya main main dengan mu." tutur Reyhan lagi.
"Jangan lagi punya pikiran diri mu tidak berarti. Kau samgat berarti untuk ku. Bukankah dari awal kau juga sudah paham dengan keadaan ku. Jadi, bersabarlah. Aku yakin, aku bisa meyakinkan Andrea untuk menerima diri mu sebagai madu nya. Aku janji akan adil buat kalian berdua." ucap Reyhan, kemudian ia mengecup kening Nala.
"Sudah, jangan pikirkan itu dulu. Saat nya kita sekarang urus pekerjaan kita."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Apa tadi kamu tidak bilang pada Bella, jika aku akan Vidio call." tanya Reyhan ketika kini ia sedang melakukan pangilan video call dengan Andrea.
"Dia sepertinya kelelahan dengan segala aktivitas sekolah nya, dan dia sudah tidur cepat tadi. Kau sekarang di mana Rey." tanya Andrea.
"Aku sedang di rooftop hotel sayang. Liatlah, pemandangan malam hari di Santorini indah sekali." Reyhan berucap, kemudian mengarahkan ponselnya ke arah kota Santorini yang gemerlapan.
"Iya indah sekali. Kapan kau pulang?" tanya Andrea sambil mengulas senyum.
__ADS_1
"Lusa aku sudah kembali ke Indonesia, urusan ku sudah selesai di sini."
"Baguslah," jawab Andrea datar.
"Dea, kau cantik sekali malam ni." puji Reyhan.
"Jika aku satu satu nya wanita yang kau cintai, pasti lah aku paling cantik." jawab Andrea, dan Reyhan seakan terkoyak hati nya. Karena nyatanya, Andrea bukalah wanita satu satu nya di hati Reyhan.
"Kenapa Rey,?" tanya Andrea, yang melihat perubahan expresi pada wajah sang suami.
"Tidak, tidak apa apa sayang. Ya, tentu saja kau satu satu nya." kilah Reyhan berbohong.
"Banyak hal yang ingin aku bicarakan bersama mu Rey, nanti jika kau sudah pulang." ucapan Andrea membuat Reyhan mengerutkan dahi nya.
"Kau mau bicarakan hal apa?" tanya Reyhan ingin tahu.
"Banyak hal, bukankah 6 bulan ini kita saling perang dingin. Jadi banyak hal yang ingin aku obrolkan dengan mu."
"Tentu saja sayang."
"Karena ini sudah malam, aku tidur dulu ya. Kau juga harus beristirahat kan." ucap Andrea yang nampak ingin menyudahi pangilan video call nya.
"Baiklah Dea, selamat beristirahat, selamat malam sayang. love you."
"Love you too Rey."
🌹🌹🌹🌹🌹
Seusai Reyhan melakukan sambungan video call dengan Andrea, kini Reyhan nampak terdiam, menatap kosong nan jauh di sana. Ada suatu ketakutan yang Reyhan rasakan saat itu.
Ternyata mencintai dua orang wanita dalam satu hati itu tidak mudah. Apa lagi ia juga mencintai keduanya.
Tetapi soal Andrea, ini persoalan lain. Ketika kala itu ia sudah sangat yakin ingin melepas Andrea, kini malah diri nya merasa telah berbuat jahat pada sang istri. Terlebih ia telah diam diam menikah dan sudah menjadi penghianat cinta mereka.
Reyhan sadar, apapun dalih nya dan apapun alasannya nanti. Saat memberi tau Nala adalah istri siri nya, pasti Andrea juga akan sangat kecewa dengan nya.
Ada hal yang sangat Reyhan takutkan. Yaitu Andrea akan mengugat cerai dirinya.
__ADS_1
Dan kini Reyhan sadar, dia tidak akan pernah mau melepaskan cinta pertama nya itu.