
Semenjak percakapan yang cair antara Reyhan dan juga Andrea di kamar malam itu. Kini baik Andrea dan juga Reyhan semakin bisa membawa diri mereka untuk bisa berdiskusi dengan lebih nyaman.
Reyhan sudah tidak bersikap atraktif, ia lebih bersikap diplomatis.
Ia sadar, dirinya lah penyebab kehancuran hubungan mereka dan juga retaknya rumah tangga mereka.
Walau ia berjuang sekuat tenaga dan dengan cara apapun, jika Andrea masih belum menghendaki menerima dirinya. Itu sama saja Reyhan menyakiti perasaan Andrea yang sudah menjadi pendamping setianya selama ini.
Dan Reyhan pun kini juga pasrah, jika nanti setelah Andrea melahirkan, dirinya akan tetap di gugat cerai. Mungkin dengan berpisah akan membuat Andrea cepat bisa menyembuhkan luka luka nya.
Sebelum sang mama kembali ke Amerika, Belinda berpesan pada Reyhan untuk lebih fokus memperhatikan anak anak. Dan hal itu pun Reyhan lakukan. Setiap hari walau sebentar, dirinya selalu menyempatkan diri untuk ke rumah besar demi untuk bertemu Bella. Dan juga ia sering memasak untuk Andrea.
Entah kenapa Andrea menjadi manja soal makanan. Andrea selalu ingin makan makanan yang di masak oleh Reyhan. Dan itu di utarakan sendiri oleh Andrea. Sedang Reyhan pun merasa tidak keberatan saat sang istri selalu ingin makan makanan yang ia masak.
Andrea kini lebih sering bekerja dari rumah. Jika ada pertemuan dan meeting penting ia baru pergi ke kantor. Sedangkan Reyhan sendiri pun sama. Ia masih sibuk mengembangkan perusahaannya yang baru.
Dan usaha Reyhan pun tak sia sia. Bekerja siang dan malam, dan menawarkan proposal nya kesana kemari ke perusahaan perusahaan besar di bidang kontraktor membuat ia kini mendapatkan banyak sekali job.
Saking banyaknya tawaran kerjasama, kini Reyhan sudah bisa merekrut beberapa karyawan yang siap membantu nya dalam urusan pekerjaan.
Semenjak perusahaannya hancur tak tersisa. Ia tidak menyesali apa yang ia miliki hilang. Reyhan sudah sangat iklas perusahaannya dan semua aset yang di milikinya jatuh ke tangan Andrea. Kenapa Reyhan tak menyesali itu, karena ia pikir perusahaan jatuh ke tangan istri nya sendiri. Dan hal itu tidak membuat Reyhan lantas putus asa.
Dan terbukti, kini dengan caranya sendiri. Dengan modal yang ia punya Reyhan kembali bangkit. Belajar dari jam terbang sebelumnya tentang bisnis, membuat Reyhan mampu melihat peluang peluang besar.
Kini Reyhan sudah tidak tingal di ruko lagi. Karena ruko sudah di jadikan kantor seratus persen. Saat ini Reyhan menyewa sebuah apartemen kecil untuk ia tingal. Bahkan kini ia sidah bisa membeli sebuah mobil bekas, yang masih layak pakai untuk menunjang aktivitasnya.
Biasa, Reyhan selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah besar untuk menemui Bella dan juga memperhatikan Andrea yang kini sudah memasuki bulannya ia melahirkan. Bahkan Reyhan selalu pulang tengah malam dari rumah besar. Ia tidak akan pulang sebelumnya menidurkan Isabella.
Dan malam itu, Andrea yang tiba tiba merasa lapar, beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar sang putri. Begitu ia membuka pintu kamar, ia kaget, karena mendapati Reyhan tertidur di samping Isabella.
"Rey, Rey bagun," ucap Andrea pelan. Namun sepertinya Reyhan yang masih mengenakan pakaian kantor itu nampak sangat pulas tertidur. Karena seruannya tak di dengar, kemudian Andrea mengusap lengan Reyhan beberapa kali. Baru setelah itu Reyhan mengerjap.
"Jam berapa ini?" tanya Reyhan yang baru saja membuka matanya.
__ADS_1
"Hampir jam 12 malam Rey."
"Oh, maaf aku ketiduran. Aku sedikit lelah hari ini." ucap Reyhan kemudian ia bangkit dari sisi tempat tidur Isabella dengan gerakan pelan. Setelah ia sudah beranjak dari tempat tidur, Reyhan mencium pipi sang putri dengan sayang.
Setelah itu Andrea dan juga Reyhan meningalkan kamar Isabella.
"Kau sendiri kenapa jam segini belum tidur?" tanya Reyhan sesaat ia menutup pintu kamar.
"Aku lapar," jawab Andrea sambil menatap ke arah Reyhan dengan penuh harap.
"Kau ingin memakan sesuatu?"
"Hemmm,iya."
"Baiklah, kita liat ada apa di lemari pendingin."
"Kau yang masak ya," cicit Andrea lagi.
"Bilang saja kau ingin makan makanan buatan ku," cetus. Reyhan.
"Pelan pelan," ucap Reyhan nampak bersikap protektif pada Andrea ketikan mereka sedang menuruni tangga. Dan satu tangan Reyhan meraih tangan Andrea untuk ia genggam. Dan Andrea pun secara spontan menurut.
Sesampainya di dapur, Reyhan kemudian membuka lemari pendingin dan mencari cari sesuatu untuk bisa di olah.
"Karena kau sudah lapar, biar cepat aku buatkan kamu sandwich saja ya," ucap Reyhan.
"Apa saja, asal kau yang buat." tukas Andrea yang kini sudah duduk dengan nyaman di kursi mini bar yang ada di dapur.
"Apa kah itu artinya dia sangat nge-fans dengan masakan olahan daddy-nya. Kau selau ingin makan masakan yang aku buat." ucap Reyhan sambil sibuk membuat sandwich untuk Andrea.
"Anggap saja seperti itu," jawab Andrea singkat.
"Bagaimana dengan perusahaan mu. Apa berjalan lancar?" tanya Andrea basa basi di sela sela menuggu sandwich yang Reyhan buat untuknya siap.
__ADS_1
"Ya, cukup lancar dan baik. Sekarang aku tinggal di apartemen kecil, masih sewa. Dan ruko sepenuhnya aku gunakan untuk kantor. Aku sudah mulai sedikit kualahan mengelolanya sendiri. Ini sudah jadi." ucap Reyhan sambil menyodorkan sandwich yang ia buat untuk Andrea. Tak lupa Reyhan juga membuatkan Andrea susu hamil.
"Jika kau mu pulang, pulanglah. Aku bisa makan sendiri. Tidak usah di temani." kilah Andrea yang kini tengah asik melahap sandwich yang Reyhan buat.
"Aku akan pulang setelah kau selesai makan."
"Kau sudah makan?" tanya Andrea.
"Aku sudah makan." jawab Reyhan berbohong, padahal ia belum sempat makan malam tadi. Karena begitu ia datang, Isabella langsung mengajaknya ke kamar, untuk di temani tidur.
Setelah selesai menyantap sandwich dan segelas susu yang Reyhan buat, kini Andrea mengantarkan Reyhan untuk berpamitan.
"Kau membeli mobil baru,"
"Mobil bekas," ralat Reyhan.
"Selamat Rey, aku ikut senang perusahaan baru mu berkembang."
"Doa kan aku bisa membeli rumah di depan rumah kita saat ini. Aku liat rumah itu kini sedang di jual. Tapi keuangan ku belum cukup untuk membelinya."
"Iya aku liat itu. Mungkin dengan menjadi temen kita bisa tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk anak anak kita. Meskipun kita tidak lagi menjadi pasangan suami-istri." Reyhan menganguk.
"Tapi satu hal yang harus kau tau Andrea. Bahwa aku akan tetap menunggu mu, sampai kau mau menerima ku kembali dengan ikhlas."
Dan perkataan Reyhan membuat Andrea termangu.
"Sebaiknya kau pulang Rey, kau harus bekerja kan esok hari. Terimakasih sudah selalu meluangkan waktu mu untuk Bella dan terimakasih untuk sandwich nya."
"Tidak masalah. Aku akan selalu datang setelah selesai bekerja." Reyhan kemudian berjalan menuju mobil nya.
"Kabari aku jika kau merasakan sesuatu." pesan Reyhan.
"Iya, hati hati di jalan Rey. Selamat malam." ucap Andrea yang kemudian setelah di jawab oleh Reyhan sapaannya, ia menutup pintu ruang tamu dan kembali ke kamar.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya dong bestie itu aj aku dah makin semangat lanjutin 🥰🥰🥰🥰 banyak komentar bonus up