
Dan akhirnya Reyhan pun mengalah, ia berjalan ke arah sofa dan duduk di sana sambil masih terus memperhatikan Andrea yang kini tengah memberikan ASI untuk baby Alden.
Andrea sendiri memilih untuk tetap fokus memberikan ASI pada sang putra. Tanpa ingin menghiraukan keberadaan Reyhan yang masih saja memandangi dirinya.
"Andrea, boleh tidak aku sementara tinggal di rumah besar. Kau kan juga baru saja melahirkan. Karena juga baby Alden baru lahir, aku ingin dekat dengan nya. Aku akan menjemur baby Alden di pagi hari, membantu mu di malam hari saat kau ingin menyusui nya. Atau membantu mu mengantikan popoknya. Izin kan aku untuk tinggal sementara di rumah. Aku ingin menemani mu merawat Alden. Kau pasti membutuhkan bantuan ku kan." ucap Reyhan memohon untuk bisa tinggal di rumah besar untuk sementara. Sejenak Andrea nampak berfikir.
"Berapa lama?" tanya Andrea to the point, sambil masih menyusui baby Alden.
"Kurang lebih satu bulan. Aku sedang dalam proses negosiasi untuk membeli rumah yang ada di depan rumah kita. Jika harga nya cocok, aku bisa memiliki rumah itu. Aku ingin lebih dekat dengan kalian semua." imbuh Reyhan.
"Demi Alden aku izinkan kau tingal sementara di rumah. Silahkan tinggal di rumah seperti yang kau inginkan, satu bulan kan."
"Iya, satu bulan" jawab ulang Reyhan.
Bahkan aku berharap, aku tidak lagi hanya tinggal satu bulan di rumah besar Andrea. Tapi aku berharap bisa tingal di sana bersama kalian untuk seterusnya. Aku sangat ingin kita bisa melanjutkan hidup berumah tangga dengan mu seperti dulu. Menjalani kehidupan rumah tangga dalam satu atap dengan bahagia. Ada aku, kamu, Isabella dan juga bersama baby Alden.
🌹🌹🌹🌹🌹
Dan hari itu, akhirnya Andrea dan juga baby Alden telah di izinkan untuk pulang. Dengan di jemput sopir dan di temani oleh Reyhan, mereka kini dalam perjalanan menuju rumah.
Sesampainya di rumah, kedatangan Andrea dan juga baby Alden di sambut dengan teriakan histeris bahagia Isabella. Dia merasa sangat senang sekali mommy pulang dengan membawa sang adik yang sudah lahir.
"Mommy," teriak Bella sambil berlari ke arah sang mommy yang saat ini tengah mengedong baby Alden.
"Hai sayang, I Miss You," sapa Andrea pada Bella.
__ADS_1
"Daddy," sapa Bella juga pada daddy nya yang kemudian ia menengadahkan keduanya tangannya ke arah Reyhan untuk minta di gendong. Reyhan pun kemudian mengedong Isabella agar bisa melihat adik laki laki nya dengan jelas.
"Mom, Dad, dia lucu sekali." ucap Isabella merasa sangat tajub ketika melihat adik laki-laki nya dalam gedongan Andrea.
"Dia tampan kan. Liat, wajah nya mirip juga dengan mu sayang." ucap Reyhan, dan hal itu membuat Isabella makin terkesan dengan sang adik.
Dan sekilas keluarga itu nampak sempurna dalam kebahagiaan. Baik Reyhan dan juga Andrea sengaja tidak menampakkan perselisihan di antara mereka yang belum terselesaikan.
"Namanya siapa mommy? tanya lembut Isabella.
"Kau bisa memanggilnya, Alden."
"Alden," ucap ulang Isabella.
Dan malam ini adalah malam pertama baby Alden tidur bersama Andrea di kamar. Walau dirinya sudah mempersiapkan seorang babysister untuk membantunya mengurus sang putra. Dia dari dulu tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak kepada babysister.
Jika ia ada waktu dan bisa menghandle sendiri soal mengurus anak. Urusan pengasuhan anak biasa dia lakukan sendiri bersama Reyhan.
Dan saat ini, ketika sudah ada baby Alden hal itu pun sama. Keberadaan babysister hanya benar benar akan ia perlukan jika ia membutuhkan bantuan.
Dan malam ini sesuai dengan kesepakatan. Reyhan berada satu kamar dengan Andrea.
Alasan yang membuat Andrea mengizinkan Reyhan tidur satu kamar dengan nya iyalah karena ia Reyhan ingin ikut mengurus sang putra.
Bagaimana pun Andrea masih dalam pemulihan. Dan ia belum bisa leluasa untuk bergerak. Atas pertimbangan itulah yang membuat Andrea mengizinkan Reyhan untuk berada dalam satu kamar dengan nya.
__ADS_1
"Istirahat lah sayang. Kau harus banyak beristirahat, agar kau cepet pulih." ucap Reyhan yang tengah menimang baby Alden.
"Aku akan bangun kan kamu jika baby Alden haus. Aku siap bergadang." tukas Reyhan sambil tersenyum pada Andrea yang saat ini sedang duduk selonjoran dan tengah bersandar di headbord tempat tidur.
"Apa besok kau bekerja?"
"Aku cuti kerja selama 7 hari kedepan. Aku ingin fokus membantu mu. Lagi pula aku sedang ingin terus bersama putra ku. Aku sedang tidak terlalu sibuk. Jika ada perlu mungkin aku akan keluar sebentar untuk meeting dan setelah itu aku akan kembali ke sini. Aku akan memanfaatkan waktu yang kau berikan Andrea." jelas Reyhan, kemudian ia meletakkan baby Alden ke tempat tidur dengan pelan.
"Selamat tidur my boy."
Setelah meletakkan baby Alden ke tempat tidur nya. Reyhan kemudian berdiri menghadap ke arah Andrea, yang mana pada saat itu Andrea juga sedang mengarahkan pandangannya padanya.
"Sudah 10 bulan, kita hidup terpisah. Dan selama itu aku jarang berada di kamar ini. Aku merindukan banyak hal di kamar ini. Jadi, di mana aku bisa tidur?" tanya Reyhan akhirnya.
"Aku bisa berbagi tempat tidur dengan mu. Tidurlah, kau juga pasti sangat lelah. Terimakasih sudah mengurusi ku."
"Kau tidak perlu berterima kasih. Aku kan suami mu, sudah sewajarnya aku siaga dan sigap membantu mu." ucap Reyhan tulus.
"Jadi, bener kita bisa tidur satu ranjang lagi?" tanya ulang Reyhan merasa tak percaya dengan kemajuan sikap Andrea yang sepertinya sudah mencair.
"Jika kau mau tidur di sofa itu ya terserah." jawab Andrea ketus.
"Aku telah, aku ingin istirahat. Selamat malam Rey." jawab Andrea dengan sikap yang kembali kaku.
"Selamat malam sayang." Reyhan menjawab dengan lembut, lalu ia berjalan mendekati ranjang. Kemudian ia naik ke tempat tidur yang sudah lama ia tidak menikmati sensasi empuknya rajang hangat mereka selama ini.
__ADS_1