Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Hasrat terlarang.


__ADS_3

Dengan kecepatan sedang, Reyhan mengendarai mobilnya dengan santai. Ia sengaja tidak ingin terlalu cepat untuk bisa sampai ke rumah.


Apa lagi jika alasannya adalah, karena ia sedang berada satu mobil dengan wanita yang masih ia cintai. Bahkan semakin ia sayangi itu.


Walau ia tau, sebentar lagi Andrea akan segera di miliki oleh orang lain.


Kebersamaan seperti itu tidak mungkin akan ia bisa rasakan. Oleh sebab itu, Reyhan sangat menikmati kebersamaannya dengan Andrea.


"Apa Julian tidak marah, jika tau kau pulang bersama ku?" tanya Reyhan, setelah beberapa menit mereka saling diam.


"Dia pria bijaksana dan sangat pengertian, dia tidak akan marah." jawab Andrea santai sambil memfokuskan pandangannya ke layar ponsel miliknya.


"Apakah Julian tidak cemburu?" tanya Reyhan lagi merasa penasaran.


Andrea dalam hati menertawakan sikap Reyhan yang seolah-olah sangat takut di anggap telah menikung Julian.


Padahal Reyhan belum tau saja. Jika dirinya sudah tidak punya hubungan spesial dengan Julian lagi.


"Mana ada dia tidak akan cemburu. Dia juga posesif." pancing Andrea sengaja.


"Tapi aku tidak melihat dia bersikap posesif terhadap mu." cecar Reyhan.


"Memangnya harus di tunjukan di depan mu!" seru Andrea, dan hal itu sudah cukup membuat Reyhan terdiam.


Andrea dan Reyhan pun kembali saling membisu. Hujan mulai turun di sore hari kala itu dengan sangat deras. Sehingga membuat jarak pandang sedikit terganggu.


Dan tiba-tiba saja laju mobil Reyhan nampak oleng. Untung Reyhan segera bisa mengendalikan laju mobilnya dan dapat segera mengontrol kecepatan dengan cepat.


Sehingga membuat mobil yang ia kemudikan bisa berhenti tepat di pinggir jalan.


Andrea yang sempat panic pun di buat kaget dengan insiden kala itu. Apa lagi di tambah hujan yang turun semakin deras.


"Kenapa Rey," tanya Andrea penuh rasa penasaran dan juga khawatir.


"Entahlah, sepertinya, ada roda bagian belakang yang kempes. Aku cek dulu." ucap Reyhan yang kemudian langsung turun dari mobil.


"Rey hati hati, hujannya deras." Cicit Andrea mengingat.


"Ia, tenang saja. Kau tunggu di dalam, jangan turun dari mobil." pinta Reyhan.

__ADS_1


Reyhan pun kemudian turun dari mobil dan mengecek ban mobilnya di bagian belakang.


Dan benar saja, ban nya ternyata kempes. Lalu Reyhan membuka bagasi mobil dan mengambil ban serep yang ada di sana.


Dengan menggunakan alat yang tersedia di dalam mobil, Reyhan menganti ban mobilnya yang kempes di tengah tengah guyuran hujan yang turun begitu lebat sore itu.


Dan di dalam mobil, Andrea nampak sedikit cemas dengan keadaan Reyhan di luar sana.


Kilatan cahaya petir dan gemuruh guntur sudah membuat Andrea semakin merinding.


"Rey, baju mu basah kuyup." cicit Andrea menunjukan rasa perhatiannya di saat Reyhan sudah kembali masuk ke dalam mobil.


"Iya, biarlah. Rumah sudah dekat, nanti sampai rumah aku akan mandi dan ganti baju." ujar Reyhan, yang kemudian mengemudikan kembali mobilnya.


Beberapa menit setelahnya, akhirnya mereka telah sampai di rumah.


"Terimakasih sudah memberiku tumpangan. Kau tak mau masuk dulu." tawar Andrea.


"Sebaiknya aku langsung kembali ke rumah. Lihatlah, baju ku basah dari atas sampai bawah." Andrea yang kala itu mengamati kondisi Reyhan yang memang basah kuyup pun menjadi sedikit kasian.


"Oke, datang lah saat makan malam tiba. Pasti anak anak senang kita bisa makan bersama." tutur Andrea.


"Ya, tentu. Apa kau tidak merindukan anak anak. Sudah lama kan kau tak makan malam di rumah." imbuh Andrea.


"Oke, kalau begitu, aku pulang, mandi, ganti baju dan datang lagi ke mari." ucap Reyhan nampak bersemangat.


Dan malam itu, sebuah kecerian nampak terlihat di meja makan di rumah Andrea. Reyhan duduk di samping Alden, dan membantu Alden untuk memotong motong pasta yang membuat Alden kesulitan untuk memakan makanannya.Sedangkan Andrea duduk di samping Isabella.


Sambil menikmati hidangan makan malam yang semuanya adalah menu favorit. Mereka terlihat begitu hangat.


Sesuai makan malam, sejenak mereka masih saling berdiskusi hal hal remeh sambil bercanda satu sama lain. Kegiatan kebersamaan keluarga yang sudah lama mereka tidak melakukan itu.


Ketika Alden sudah mengantuk, Reyhan pun dengan penuh sayangnya menggendong Alden dan membawa anak laki-lakinya itu ke kamarnya. Dan Reyhan menemani Alden di kamar sampai ia tertidur.


Di lain sisi, di dalam kamarnya, Andrea tengah bersiap untuk beristirahat.


Seperti biasa sebelum tidur, Andrea selalu melakukan ritualnya. Memakai cream malam dan memolesi tangan dan kaki nya dengan lotion. Dan yang terakhir, ia menyemprotkan parfum khasnya jelang tidur.


Meskipun sudah lama hidup sendiri, Andrea tidak berubah dalam melakukan rutinitas tiap malamnya. Selalu masih mengenakan gaun malam yang seksi dan wewangian khas nya.

__ADS_1


Baru saja Andrea menyerukan kaki nya di bawah selimut dan hendak merebahkan diri. Suara ketukan pintu di kamarnya membuat ia terperanjat.


Andrea pun berjalan ke arah pintu, lalu membuka pintu kamarnya dengan pelan.


"Rey," sapa Andrea dengan nada suara lembut.


Dan, reaksi Reyhan sendiri malah tak terduga.


Nada suara Andrea yang lembut itu sudah membangkitkan gairahnya. Apa lagi di tambah melihat tubuh mulus Andrea dengan balutan gaun malam yang seksi itu.


Dengan susah payah Reyhan menelan salivanya. Dan sebisa mungkin Reyhan mencoba untuk bersikap tenang.


"Aku hanya ingin memberi tau mu, kalau Alden sudah tidur." jelas Reyhan.


"Oh, oke. Terimakasih." jawab Andrea.


Untuk beberapa saat keheningan tercipta. Reyhan yang sudah di buat terangsang itu kini menjadi serba salah.


Ingin rasanya ia menghindari tatapan Andrea. Tapi nyatanya ia tak mampu untuk mengalihkan pandangannya untuk tidak memandangi Andrea.


"Kau cantik sekali Andrea, kau tak berubah, bahkan semakin cantik." puji Reyhan.


"Terimakasih atas pujian mu." jawab Andrea sambil tersenyum.


"Haaaacihh," Reyhan nampak bersin-bersin.


"Kau baik-baik saja." tanya Andrea sedikit khawatir.


"Aku baik-baik saja. Mungkin karena tadi aku kehujanan. Istirahatlah, selamat malam Andrea."


"Selamat malam Rey, kau juga istrrahat lah."


"Iya," dengan perasaan hati yang sudah tidak karuan. Reyhan memilih untuk segera menyingkir dari hadapan Andrea. Daripada terus berada di hadapan Andrea yang justru membuat ia makin tersiksa dengan hasratnya yang sudah membuat ia kualahan untuk menahannya.


"Sial,".....


Sepanjang jalan ia kembali ke rumah, Reyhan merutuki semua kelakuannya sendiri.


Coba saat ini dia tidak bercerai dengan Andrea. Dan hubungan mereka masih menjadi suami istri. Sudah tentu dia akan mengunci kamar dan segera menuntaskan hasrat nya bersama Andrea. Sama sama saling memberikan kepuasan dan terpuaskan satu sama lain.

__ADS_1


Good night, ♥️💐🥰


__ADS_2