Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Season 2 Daddy Untuk Anak Ku : Di antara dua pilihan


__ADS_3

Berada di dalam kamarnya, Andrea merasa sangat kesal saat ia di curigai yang tidak tidak oleh mantan suaminya. Bagi Andrea, dia harus memegang rekor bersih tentang imejnya. Dia tidak ingin imej buruk yang Reyhan pernah lakukan di masa lalu juga terpatri untuk nya.


Walau dalam kasus itu, baik Reyhan dan juga Andrea tentu sudah berbeda latar belakangnya.


Jika dulu Reyhan saat berpoligami diam diam mereka masih sah sebagai suami istri. Sedangkan saat ini Andrea menjalin hubungan dengan pria lain dengan sudah berstatus bercerai atau sudah janda.


Perasaan jaga imej yang tidak perlu sebenarnya untuk Andrea. Karena Andrea berhak dan bebas dengan pilihan hidup yang ia sudah pilih.


Tapi entah kenapa, seolah-olah Andrea tidak mau imej nya tercemar. Walau pada malam itu, ia memang hampir saja lepas kendali dengan sensasi gaya ciuman yang Julian lakukan pada dirinya.


Kini Andrea justru di hadapan pada perasaan aneh yang muncul di hatinya. Perasaan konfrontasi yang seolah melawan hati nurani dan keinginannya.


Julian Alexander, Pria penuh karisma yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesetiaan. Antara dirinya dan Julian punya masa lalu yang sama. Berpisah dari pasangannya karena sama sama di khianati. Andrea merasa cocok dengan Julian karena pria itu menurutnya sangat dewasa dalam berprilaku dan tegas dalam bersikap. Pria itu juga sangat diplomatis serta romantis.


Dan Andrea berpikir, bagaimanapun juga, dirinya masih ingin membina rumah tangga kembali. Dan saat Julian melamarnya, Andrea seolah-olah tidak bisa menolak. Dan bodoh rasanya, jika ia menolak pinangan pria tampan dan mapan itu.


Maka dari itulah, Andrea menerima lamaran Julian.


Tapi, apakah alasan Andrea menerima lamaran Julian karena ia juga mencintai pria itu?


Ataukah hanya sekedar pelarian karena ia pernah trauma dengan pengkhianatan Reyhan.


Sebab, Julian pernah bersumpah pada dirinya, bahwa ia tidak akan pernah menduakan Andrea. Jika Andrea bersedia menikah dengannya.


Dan kini, pertunangan Julian dan Andrea sudah terjalin 5 tahun. Waktu yang cukup lama bagi seseorang dalam menjalani hubungan pertunangan.


Lantas, kapan Andrea akan menentukan tanggal pernikahan itu?


Sedangkan Julian sendiri sepertinya sudah tidak bisa lagi untuk menunggu. Dan pria tampan dan gagah itu butuh kepastian. Sedangkan Andrea sendiri saat ini justru di buat gunda dengan keputusan yang begitu menentukan perjalanan hidup nya kedepan.


Karena, siapa juga yang ingin gagal untuk ke dua kali dalam membina rumah tangga. Cukup sekali gagal saat bersama Reyhan. Ia tidak ingin gagal untuk berumah tangga dengan pria pilihannya setelah gagal bersama Reyhan. Ia ingin tenang di pernikahan ke dua nya nanti.


Ternyata tidak mudah memutuskan sesuatu saat hati belum benar-benar tuntas dengan ikatan cinta di masa lalu.

__ADS_1


Dan ternyata, itulah yang terjadi pada Andrea saat ini.


Raganya ingin menikah dengan orang yang baru, tapi hatinya masih tersangkut dengan cinta pertamanya di masa lalu. Tapi dia sendiri menolak untuk mengakui.


"Sial, seharusnya tadi aku ke kantor saja. Bekerja dari rumah malah hanya membuat ku stress." keluh Andrea, yang kemudian menutup laptopnya, dan beranjak dari tempat tidur.


Ia kemudian berjalan ke ruang ganti baju. Lalu, Andrea mengambil satu set perlengkapan baju untuk berenang. Ia memutuskan untuk berenang.


Dengan mengenakan potongan baju renang model one piece, Andrea bermaksud untuk menghilangkan kejenuhan nya dengan berenang di kolam renang di rumahnya.


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampainya Andrea di kolom renang, ia langsung melepaskan bathrope yang ia kenakan. Kemudian, setelah bathrope itu terlepas, Andrea langsung menjeburkan diri ke dalam kolam renang.


Sensasi dingin dan segarnya air kolam ternyata efektif membuat Andrea rilex. Dengan beberapa kali berenang dengan gaya underwater Andrea menikmati acara berenangnya pagi jelang siang kala itu.


Dan sesekali, Andrea menepi di pinggiran kolam renang untuk sekedar meneguk jus jeruk yang sudah di siapkan oleh pelayan di rumah nya. Setelah itu ia kembali, melanjutkan aktivitasnya berenang.


Orang itu sengaja tak bersuara. Dan ingin memberi kejutan untuk Andrea.


"Hemmm, menikmati berenangnya Nyonya Andrea." suara bariton yang tidak asing lagi ditelinga Andrea. Andrea yang baru saja menyembulkan kepalanya ke permukaan air kolam renang kaget dengan keberadaan Julian yang sudah berjongkok di tepi kolam renang.


"Julian, kau kemari." cicit Andrea yang tak menduga jika Julian akan datang ke rumahnya tanpa pemberitahuan.


"Maaf aku datang tanpa memberi tau mu. Tadi aku ke kantor mu, tapi kamu tidak ada."


"Aku sedang ingin bersantai di rumah," ucap Andrea, kemudian ia kembali sekali lagi menyelam. Setelah itu, ia menaiki undakan yang ada di dalam kolam renang untuk menyudahi aktivitas berenangnya.


Julian pun dengan sigap merentang sebuah handuk untuk Andrea. Andrea pun meraihnya, dan mengunakan handuk itu untuk mengeringkan wajah dan tangannya. Lalu dengan begitu romantis nya, Julian juga memakaikan bathrope untuk Andrea.


"Terimakasih Julian," tukas Andrea, lalu ia meraih jus jeruk yang masih tersisa dan meminumnya sampai tandas.


"So, ada apa kau kemari?"

__ADS_1


"Aku hanya menjenguk mu, takut kamu kenapa-kenapa. Setelah kejadian semalam, kau tidak menelpon ku atau meningalkan pesan untuk ku."


"Maaf, aku langsung tidur semalam. Dan paginya aku bangun kesiangan."


Dan akhirnya, Julian dan Andrea mengobrol santai di sana. Sambil menikmati minuman dingin yang di sajikan oleh pelayan.


Dan, setelah beberapa saat kemudian. Alden yang baru saja pulang sekolah berteriak memanggil Andrea yang saat itu tengah mengobrol dengan Julian di tepi kolam renang.


"Mommy," teriak Alden yang langsung menghamburkan diri ke pangkuan Andrea.


"Hai, anak Mommy sudah pulang." sambut Andrea kepada putra nya. Lalu ia menciumi ke dua pipi Alden dengan sayang.


"Sapa Om Julian," ucap Andrea pada Alden.


"Hai Om," sapa Alden pada Julian malu malu.


"Hai anak pintar, apa kabar. Alden pulang sama siapa?" tanya Julian basa basi


"Alden pulang sama Daddy." jelas Alden, dan hal itu membuat Andrea mengerutkan keningnya.


"Sama Daddy?" sergah Andrea bigung.


"Hemmm" sebuah deheman terdengar oleh Andrea. Dan ia tau suara siapa itu.


"Rey," sapa Andrea pada Reyhan yang sudah berdiri beberapa meter dari tempat Andrea duduk.


Reyhan Aditya Dimitri



Julian Alexander


__ADS_1


__ADS_2