Dua Istri Sang CEO

Dua Istri Sang CEO
Ego dan Empati


__ADS_3

"Aku benci kamu Rey, aku benci kamu." Teriak Andrea pada Reyhan sambil memberantak kan beberapa dokumen yang sudah Andrea pelajari beberapa saat lalu.


"Mommy, Mommy kenapa? Kenapa Mommy berteriak?" tanya Bella yang baru saja masuk ke ruang kerja, karena mendengar teriakkan keras Andrea tadi. Bahkan Bella nampak melongo kaget saat melihat beberapa file yang berserakan di lantai.


"Mommy," pekik Bella lagi nampak syok melihat Andrea yang kini menangis.


"Bella, tolong keluar dulu. Mommy sedang bicara sama Daddy." jawab Andrea sambil memalingkan wajahnya, ia tidak ingin Bella melihat diri nya menangis.


"Tapi Mommy kenapa? Tadi aku dengar Mommy berteriak. Kenapa Mommy menangis?" tanya Bella memberondong berbagai pertanyaan pada Mommy nya. Kemudian Reyhan berjalan mendekati sang putri. Lalu ia segera meraih Bella kedalam gendongannya dan membawa Bella keluar dari ruang kerja Andrea. Ia tau Andrea butuh waktu untuk menenangkan diri. Dan tak ingin kesedihannya di liat oleh Isabella.


"Kita jalan jalan ke peternakan sama Daddy ya." ajak Reyhan.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kenapa kau hadir di dalam rahim Mommy, di saat Mommy Dan Daddy sedang di ambang perpisahan sayang." ucap Andrea dalam hati, yang kini tengah berbaring di tempat tidur sambil memegangi perutnya.


"Maafkan Mommy tadi ya, Mommy tidak bermaksud membenci mu. Kau ada karena perbuatan paksa Daddy waktu itu. Tapi sebenarnya Mommy juga belum siap untuk kehadiran mu sayang. Mommy akan sangat kasian pada mu, jika kelak saat kau lahir, Mommy dan Daddy sudah berpisah. Bagaimana kau nanti akan tumbuh, jika tidak di damping orang tua yang lengkap. Mommy tidak bisa membayangkan itu sayang." ucap Andrea dalam hati sambil mengusap-usap perut nya yang masih rata itu.


"Karena kau sudah ada dan tumbuh di rahim Mommy. Mommy bisa apa, tentu mommy akan menjaga mu. Dan Mommy janji akan sayang dan akan melakukan yang terbaik untuk mu. Jika nanti Mommy dan Daddy memang harus berpisah, kau akan tetap bisa dekat dengan Daddy. Maaf ya sayang, maafkan Mommy jika Mommy sudah egois. Mommy tidak bisa memaafkan kesalahan Daddy."


🌹🌹🌹🌹🌹


Reyhan akhirnya membawa Bella jalan jalan keliling peternakan. Reyhan tak ingin, anak perempuannya itu terbebani dengan masalah orang tua nya. Sejak dulu, baik Reyhan dan juga Andrea memang tidak pernah melakukan pertengkaran di depan Isabella. Walau mereka kini sedang bersitegang pun, baik Andrea dan juga Reyhan tetap memperlihatkan sikap yang baik pada Isabella.


"Dad, tadi Mommy kenapa berteriak?" tanya lagi Bella. Ternyata anak itu masih cukup penasaran dengan situasi beberapa jam lalu yang ia melihat dan mendengar apa yang terjadi di ruang kerja.

__ADS_1


"Tidak apa apa sayang. Mommy sedang bercanda." jawab Reyhan berbohong.


"Tapi Mommy menangis Daddy. Kadang Bella sering melihat Mommy menangis dan sedih."


Dan penuturan Isabella tak pelak membuat Reyhan terunyuh.


"Mommy sedih kenapa? Apa mommy cerita sama Bella?" tanya Reyhan pada sang putri, mencoba mengorek informasi dan Bella menggeleng tanda tidak tau.


Dan sejak saat itu Reyhan benar-benar sangat menyesali apa yang sudah ia lakukan di belakang sang istri. Reyhan tidak hanya kehilangan perusahaan. Tapi jauh lebih dari itu, ia di kini di abang perpisahan dengan Andrea Sahara. Wanita telah menyukai diri nya sejak kecil. Wanita yang pernah ngejarnya hingga ke Amerika. Wanita yang sudah memberikan ia seorang putri yang sangat cantik. Dan kini tengah hamil lagi yang k dua.


Jika benar nantinya ia akan bercerai, penyesalan mendalam yang kini Reyhan tujukan seakan tidak ada artinya lagi.


Wanita independen yang mengagumkan itu sepertinya sudah sangat kekeh ingin bercerai.


Reyhan akhirnya mengajak Bella keliling peternakan. Agar putri nya itu tidak lagi memikirkan apa yang telah ia saksikan tadi. Dengan menaiki sebuah mobil Jeep, Reyhan dan Bella berkeliling peternakan.


Bahkan Reyhan pun ikut bermain mengeja beberapa anak domba. Dan ia kini berhasil menangkap dan menggendong seekor anak domba yang lucu. Kemudian Reyhan menunjukannya pada Bella. Bella sangat senang sekali, lalu gadis yang punya wajah cantik perpaduan Daddy dan Mommy nya itu mengelus elus domba yang Reyhan gedong.


Tidak ada hanya domba, di peternakan juga ada sapi perah serta beberapa kuda koleksi pribadi keluarga.




__ADS_1


Setelah seharian main di peternakan, kini Bella tertidur di samping Reyhan saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah, Reyhan meraih pelan pelan tubuh sang putri yang tertidur pulas itu agar tidak terbangun. Kemudian mengedong dan membawanya ke dalam rumah. Saat ia berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kamar Isabella Reyhan berpapasan dengan Andrea.


"Dia kelelahan dan tertidur," tutur Reyhan. Andrea tak menjawab, kemudian ia ikut berjalan menuju kamar Isabella. Membukakan pintu untuk Reyhan bisa masuk ke kamar Bella dan menyingapkan bad cover yang menutupi rajang. Setelah bad cover sudah tersingap, Reyhan meletakkan pelan pelan tubuh Isabella yang masih tertidur pulas itu. Dan Andrea kini menyelimuti tubuh Isabella.


Andrea kemudian duduk di sisi Bella, sambil membelai puncak kepala anak gadisnya itu. Kemudian ia mengecup kening sang putri. Sejenak pasangan suami istri nampak memandang ke satu objek yang sama, yaitu memandangi buah cinta mereka. Perasaan bersalah kembali menyeruak sampai ke relung hati Reyhan. Di saat apa yang telah ia lakukan ternyata melukai orang-orang yang ia sayangi.


Reyhan kemudian ikut duduk di sisi rajang, tepat di samping Andrea yang kini masih membelai lembut puncak kepala Isabella.


"Aku tidak akan bosan minta maaf terhadap mu Dea. Maafkan aku." Andrea tetap diam saja, tak menanggapi. Renyah nampak menghela nafas berat.


"Sudah berapa bulan? Kapan kontrol ke dokter? tanya Reyhan memecah kebisuan.


"Sejak kejadian di Penthouse itu. Kau pasti ingat berapa bulan usia kandungan ku sekarang." sindir Andrea.


"Ini semua karena sudah kehendak Tuhan Dea. Jika aku melakukan itu dan kau tak hamil, kau akan berfikir lain?"


"Bukan masalah ini karena kehendak Tuhan Rey. Tapi ini soal kelicikan mu. Kau sengaja melakukan itu pada ku. Agar aku hamil dan kau pikir aku akan berubah pikiran kan." tuduh Andrea.


"Setelah pernikahan siri mu ku bongkar, setelah perusahaan mu ku hancurkan dan setelah aku sudah puas membalas mu, kau masih saja membuat aku terhina," ucap Andrea dengan nada suara lirih penuh dengan rasa sakit hati.


"Di saat aku menggugat mu, kau justru membuat aku hamil. Dan itu memang kau sengaja kan. Apa kau tidak sadar, secara tidak langsung kau sudah menyakiti janin yang ku kandung saat ini. Kau tidak tau bagaimana seorang wanita melalui masa masa mengandung dan melahirkan. Beberapa orang sangat bahagia dengan pasangannya saat mengetahui istri mereka hamil. Pergi cek up bersama, mendampingi istri selama masa kehamilan, siap siaga dan banyak lagi. Lalu, yang terjadi dengan kita tidak seperti itu. Hubungan kita sudah retak Rey, hubungan kita sudah tidak sehat. Aku ingin berpisah dari mu. Tapi sekarang kau malah menitipkan benih mu di rahim ku. Sekarang anak ini tumbuh bersama ku. Dan kau tau artinya itu apa. Anak ini sepenuhnya milik ku. Jadi tidak usah pura pura peduli dengannya." jawab Andrea panjang lebar.


"Andrea aku Daddy-nya, aku peduli dengan nya. Aku juga ingin ikut memperhatikannya," tutur Reyhan memohon.

__ADS_1


"Pulanglah ke Indonesia. Percuma kau membujuk ku." tukas Andrea kemudian ia berdiri dan berjalan menuju pintu kamar.


"Kami bisa hidup bahagia tanpa diri mu" tambah lagi Andrea sebelum menghilang dari pintu kamar Isabella.


__ADS_2